Diposkan pada Flash Fiction

Rencana Gila

Kau mungkin berpikir kalau aku gila. Dan aku memang gila; aku tak bisa patuh pada nasib yang tak kunjung berpihak padaku. Aku harus menentang, apa pun caranya.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanyamu; gusar akan tamu yang kutahu tak pernah kau harapkan di rumahmu yang megah ini.

“Menemuimu, tentu saja.” Aku nyengir. Kau membuang muka, muak dengan wajah konyolku, tapi aku tak peduli dan terus saja tersenyum.

“Kau gila,” desismu kasar. Aku masih saja tersenyum.

“Aku memang gila, kau tahu itu sejak dulu.”

“Aku tahu, tapi aku tak pernah menyangka kau akan segila ini.”

“Apa yang gila? Aku hanya bertandang ke rumah barumu. Seharusnya kau senang akan hal itu.”

Kau menggigit bibir. Sengaja menautkan jemari di atas pangkuan sembari menyembunyikan cicin platina yang melingkar di jari manis

“Suamiku akan datang sebenatar lagi, kuharap kau bisa pulang sebelum dia datang.” Kau menatapku dengan pandangan memelas, kutemukan juga ketakutan di mata kenarimu itu.

Senyumku pun memudar, berusaha mengabaikan foto sepasang pengantin baru yang terpajang begitu besar di ruang tamu rumah ini.

“Kau tidak bahagia, Ningrum,” kataku lirih, memandangmu prihatin, “Hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.”

Kau menarik napas dalam-dalam berusaha menahan air yang mendesak di kedua pelupuk matamu dan aku tahu tangis itu untukku. Hatiku teriris. Aku memang masih mengharapkanmu, rencana gilaku pun tak berhenti hanya sampai di sini. Sesungguhnya aku ingin menculikmu dari pria yang baru kau nikahi selama seminggu ini. Akan kubawa kau pergi ke kampung halamanku di Kalimantan, kita akan menikah di sana dan hidup bahagia. Itu dia rencana gilaku. Tapi melihatmu yang seperti ini… sepertinya rencana gilaku telah kandas bahkan sebelum terlaksana.

“Maafkan aku, Abi…” kau mulai menangis, dan aku semakin merasa bersalah karena telah menampakkan diri padamu. Sejak awal kita sama-sama rapuh, dan kedatanganku yang ceroboh telah menghancurkan kita bersama. Seharusnya aku tidak datang. Seharusnya aku menyerah pada nasib.

“Maafkan aku.”

Oh, akulah yang seharusnya berkata seperti itu, sesalku dalam hati. Tapi nyatanya, maaf tak bisa mengubah keadaan. Seandainya aku punya keberanian untuk sedikit saja memperjuangkan cinta ini…

Tangismu semakin menjadi dan itu tanda bagiku untuk bangkit berdiri dan pergi. Sudah cukup aku melihat air matamu hari ini. Aku tidak ingin melihatnya lebih lama lagi. Ya, mungkin sekarang kau tidak bahagia. Dan ya, mungkin sekarang kau juga masih mencintaiku. Tapi kuharap, mulai sekarang, aku bukan lagi alasanmu untuk bahagia.

 

 

 

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

14 tanggapan untuk “Rencana Gila

  1. Halo dek, selamat ya atas blog barunya 🙂 lucu lho, pinkies. dicampur suasana creepy, tapi pembukaannya rapi sekali. bahkan LJ saia begitu berantakan. lols.
    thanks sudah mengabari ya, er… saia suka flash fictionnya. tepat dan ringkas. serta tidak banyak mengumbar kata. selain itu, sepertinya sekarang lagi zaman ya banyak penulis yang menggunakan sudut pandang ‘aku dan kau’ 🙂 terbukti sih, untuk ritual angst seperti ini, sudut pandang ‘kau dan aku’ lebih terasa dan menancap di hati *halah*.
    O ya, tapi tadi saia menangkap beberapa kalimat yang agak janggal.

    Satu yang bener saia agak bingung sih:
    Kau menggigit bibir, jemari bertautan di atas pangkuanmu, menyembunyikan cincin platina di jari manis tangan.

    Dari ‘kau menggigit bibir’ dan ‘jemari bertautan di atas pangkuan’ rasanya terlalu terburu-buru. Mungkin bisa menjadi: ‘Kau menggigit bibir. Sengaja menautkan jemari di atas pangkuan sembari menyembunyikan cicin platina yang melingkar di jari manis.’
    (ribet sekali ya) /dipentung.

    Dan, ada miss-typed sedikit di sini. Di paragraf kedua dari akhir, kata ‘memperjuangan’ kurang ‘k’.

    Selebihnya, dirimu emang sangat-sangat berkembang dek. Jadi jangan bilang ya, “Kak, jangan muntah baca cerita saya.” Yang ada statusnya akan berbalik saat kamu melipir ke pelataran blog saia. *hening*

    1. ROGER! Semua kritikan diterima dengan baik, Kak! Baru saja saya perbaiki dan dibenarkan! *sok resmi*

      Hahaha. Mari kembali ke normal. Saya pakai aku-kau karena baca kumpulan cerpen Coffe Shop itu, ya ampun, itu cerita mereka keren-keren maaaak>< Mangkanya tangan ini tiba-tiba aja gatel mau bikin yang begituan juga. Hahaha. Dan jadilah 3 flash fiction (gagal) yang Kakak baca. 😀

      Iya, saya gak akan lagi ngomong gitu lagi dan lebih PD sama tulisan saya. 😀
      –____– Ndak mungkin saya muntah baca Rictusempra! dan blog Kakak yang lainnya. Yang ada saya mimisan saking kerennya tulisan di sana.

      1. Er, saia kebiasaan jadi ngedit fiksi orang terus dek. Maafkan kalo saia agak sedikit sensi sama kalimat yang rancu /dilemparsekop. Tapi untung diterima, kalau seandainya semakin rancu. Protes aja, boleh kok 🙂

        O, pantesan. Er, iya sih. Baru saia mau bilang kalau tulisanmu mirip dan bagusnya masuk ke kontes-kontes macem #15HariNgeblog itu. Jadi semacam flashfiction buat 15 hari biasanya sering diselenggarakan oleh temen-temen di wordpress dan nulisbuku.
        Tapi ini nggak gagal kok. Beneran deh hehe ‘ ‘b

        Wew, saia kaget kamu masukin blog roll-nya ke Rictusempra. Padahal kan di sana curhatan saia. Aib saia kebongkar semua dong *sok sedih*. Btw, tetep thankies.

      2. Hahaha, saya malah senang di keritik kok, Kak… Daripada dibiarkan salah lebih baik langusng dibenerin. Lagian dari kemaren juga saya baca ulang tulisan saya dan menemukan masih banyak typo jadi ya seenggaknya dengan kritikkan Kakak saya pun merasa sangat tertolong. :p

        Hahaha, ia mirip-mirip gitu kan ya? Saya kepengen lho ikutan kontes kayak gitu. Kayaknya seru. Tapi masih gak tahu gimana caranya. Kakak tahu caranya?

        Wuhooo, gak gagal? *joget-joget* Makasih ya, Kak! 😀

        Hahaha, udah di tambahin itu yang LJ, Rictusempra! itu kan blog keren, Kakak..-____-

  2. Kritik mengenai editan sudah ditangani oleh Azure dengan baik, hihi… *kipas-kipas sambil minum es kelapa*

    Saya hanya ingin bilang: soundtrack-nya 25 Minutes-nya Michael Learns to Rock, boleh? *nangis di pojokan*

    Ah, memang benar ya yang namanya penyesalan itu selalu datang terlambat. But that’s life, anyway. Make a choice, and never look back 🙂

    1. #puk #puk Jangan nangis Kakak. Tulisan saya gak mungkin bisa bikin orang terharu. 😛

      Setuju sama Kakak, penyesalan memang selalu datang terlambat. ^^

      Dan terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca tulisan saya dan memberikan sedikit feed back ke saya. Semoga tulisa saya bisa lebih baik lagi. ^^

      1. GAK MUNGKIN?
        Gak mungkin apanya? Jangan begitu!! Rendah hati itu HARUS, rendah diri itu HARUS DIJAUHI 🙂

        Don’t do that to yourself. When people think you are not good enough, if you also think that you are not good enough, who’s gonna defend yourself? 🙂

        Seorang penulis sejatinya harus mampu menyampaikan rasa yang ia ingin pembacanya cicipi. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkata pada dirimu kalau kamu bisa mewujudkannya. Self doubt is like an acid, lho. Jangan biarkan dia menggerogoti dirimu dan kreativitasmu ya !

      2. Huwooo, Kak Omi semacam motivator buat saya! >< Iya, Kak Omi, Kak Azura juga udah sering marah-marah ke saya soal begituan. Cuman sayanya ini yang masih kurang PD sama tulisan saya.

        Saya akan lebih PD lagi. Biar pembaca saya juga senang.

        Terima kasih ya, Kak omi. #hug

  3. Sad romance kayak gini lebih jleb dibanding sad romance yang endingnya ad yg meninggal.. *nangis..inget sesuatu* oke, serius.. Aku suka 😀 *semua aja cerpen eomma aku suka xD* tp serius.. Tp entah, untuk ini agak ganjel.. Aku gatau itu apa, mungkin karena ending yg kyk gt, mengingatkanku sama sesuatu.. Tp ttp aku suka kog 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s