Angst, Drabble, FanFiction, Fluff, Romance

[Drabble] In The Next Life

Author             :           Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast (s)           :

–       Lee Seung Ri a.k.a Victory/Victor (Big Bang/YG Entertainment)

–       Kang Daesung (Big Bang/YG Entertainment)

–       Lee Seung Young (OC)

Length             :           Drabble – 486 kata

Genre              :           Romance, Angst, Pluff

Rating              :           G

Already been published in : The Heroine

Disclamer        :           Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau pun honor materi. Semua cast yang bukan OC bukanlah milik saya, melainkan dirinya sendiri, menejer dan agensi yang mendebutkan mereka. Sedangkan plot dan latar cerita ini adalah murni milik saya.

Hal pertama yang aku temukan saat tirai jendela kamarku tersingkap adalah langit yang membisikkan kemuramannya. Hujan membayang; sementara gerimis sudah turun sejak subuh. Kutempelkan kesepuluh jariku pada kosen jendela dan mendapati udara dingin di luar sana menembus pori-pori kulitku.

“Kumohon, jangan hujan…” bisikku pada udara, membentuk sepotong embun di kaca jendela.

Honey! Are you ready now?

Yeah, wait a minute!” seruku, menyahut suara bariton pria yang tengah menungguku di lantai dasar.

Setelah menyambar sebuket bunga anyelir di atas ranjang, aku pun buru-buru ke luar kamar; menghampiri pria yang sudah siap dengan kemeja hitam dan celana panjang katunnya. Saat melihatku, pria itu tersenyum lebar dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang bisa kutebak apa itu…

Yes, I look beautiful. Thank you, Victor.

Semburat wajah tampan itu mendadak muram; tak suka kalau aku melakukan hal itu.

“Oh, Come on, nanti keburu hujan,” kataku buru-buru sembari menggenggam tangan pria berkantung mata gelap itu erat dan mengiringya menuju Porsche 997 yang sudah terparkir di depan rumah.

Sepanjang perjalanan aku dan Victor tak bicara. Keheningan yang merengkuh kata entah mengapa membuat perasaanku tenang; membawaku mengarungi kenangan yang  tersimpan rapi di hatiku.

 

“Jiwa kita memang akan terpisah, Seung Young… tapi kau harus ingat, setiap jengkal langkah yang kau ambil untuk berbahagia tanpaku adalah kebahagiaan untukku juga.”

“Mungkin di kehidupan yang sekarang aku tak bisa membahagiakanmu, tapi aku yakin, yang berikutnya tak akan seperti ini.”

Aku tersenyum getir, sembari menggenggam buket anyelir di pangkuanku semakin erat; mengingat kalimat-kalimat yang diutarakan seorang pria sekarat untuk menghibur kekasihnya yang bersedih.

“Kita sudah sampai.”

Mesin mobil telah mati, aku pun keluar dari mobil saat Victor membuka pintu untukku. Aku dan pria itu melangkah beriringan di kompleks pemakaman tua yang terlihat terawat ini, hingga kami pun tiba di depan sebuah pusara dengan patung malaikat di kedua sisinya.

 

Beristirahat dalam damai

Kang Daesung

1989 – 20XX

 

Kupandang nanar tulisan yang terukir indah di tengah-tengah pusara itu; getaran itu masih saja terasa hangat tiap kali aku menyebut namanya. Entah melisankannya secara verbal atau pun hanya di dalam hati. Perlahan-lahan aku meletakkan buket anyelir di dalam pelukanku ke depan pusara itu lantas berlutut dan membuat tanda salib; mendoakan jiwa yang telah terpisah denganku itu setulus hati.

“Kau sudah selesai berdoa, Seung Young?”

Baru saja aku membuat tanda salib untuk menutup doa, suara Victor langsung menyeruak masuk ke rongga pendengaranku; aku mulai tidak suka dengan tingkahnya yang mengisyaratkan kecemburuan seperti itu.

“Berhentilah cemburu pada orang yang sudah meninggal, Victor,” sahutku lalu berdiri bersisian dengan pria itu.

“Aku tidak cemburu,” elak Victor, lantas melirikku sekilas sebelum kembali menatap pusara Daesung lekat-lekat, “Aku hanya ingin mengingatkan kalau aku tak akan menyerahkanmu pada siapa pun meski di kehidupan yang akan datang, bahkan kepada cinta pertamamu ini;  hanya aku yang dapat membahagiakanmu.”

Mendengar apa yang Victor katakan aku pun tergelak, menatap geli ke arahnya sembari menautkan jari manis kami yang disemati cincin platina; benda yang menjadi saksi bisu ketika Tuhan menyatukan tubuh kami menjadi satu.

 

 

 

Iklan

17 thoughts on “[Drabble] In The Next Life”

  1. Pertamax hehehe 😀

    Awalnya bagus, pemilihan kata2nya udah novel banget hhe

    kurang panjang jadi gak jelas seperti apa dan kenapa daesung mati dan hubungan seungyoung ama voctor juga

    tapi kalau panjang-panjang, hati-hati untuk pemilihan kata-katanya, meskipun ini bagus tapi takutnya kalau terlalu panjang dengan kata-kata yang itu-itu aja takutnya bkin bingung reader.

    1. Hahahaha, akhirnya, cabe sepuluh bijinya kerasa banget… Kayak bukan Kakak aja yang komen, 😛

      So, boleh saya jawab satu-satu kritikkannya…
      -Kurang panjang; memang kurang panjang, soalnya ini drabble.Kata2 yang digunakan dibawah 500 kata. Dan untuk kekurangjelasannya. 😦 sorry for that, mungkin penjelasan saya kurang baik.
      -Kata yang itu2 aja?? :/ what kind of words?

      Akhir kata, terima kasih atas kunjungannya Kakak, semoga Kakak suka…^^

  2. Right here eomma 🙂
    maaf baru komen sekarang.
    oke, aku memang gangerti apa-apa tentang tulis menulis dan aku gabisa komen atau kritik yang mungkin menurut eomma pedes…
    Ya, bagiku yang gatau apa-apa, ini udah bagus banget, semuanya terkemas simpel… tp aku berharap, bukan hanya drabble bikin oneshoot atau bikin sequelnya… soalnya kalo bikin drabble trus, itu gabisa bikin puas ma, dan gabisa ngobatin para pencinta FF eomma 🙂 sekali-sekali selingi waktu selain cerpen FF juga 😀 itu aja sih, oke, tam go to cerpen ;D

  3. Halo, semoga kamu gak eneg diganggu saia *tertunduk di samping pusara* /dor.
    Semakin hari, fiksimu semakin asyik deh. Dengan pemilihan kata yang bagus pula. Kesan sendunya terasa di tengah. Apalagi tentang kata-katanya Daesung itu ‘ ‘b
    Dalem sekali yaaa.
    Menanggapi komen Seungwonation Oppa 😀 hehe, mungkin maksudnya, kalau dirimu menulis fiksi yang lebih panjang. bisa bermain diksi juga. Ya, jadi terkesannya tidak monoton (maaf kalau penafsiran saia salah) 😀
    Oya, dek… saia boleh mengoreksi beberapa hal?
    (bukan hal yang salah sih)
    1. Setelah menyambar sebuket bunga anyelir di atas ranjang, aku pun buru-buru ke luar kamar dan menghampiri pria yang sudah siap dengan kemeja hitam dan celana panjang katunnya.
    >>> entah mengapa saia merasa kalimat ini panjang sekali *abaikan saja* /dibogem. Er, karena kamu menjabarkan ‘dan’ di antara ‘kemeja hitam’ dan ‘celana panjang’ sedangkan sebelumnya kamu menggunakan ‘dan’ juga. Mungkin di ‘dan’ sebelumnya kamu bisa menggantinya dengan tanda titik. Jangan takut memenggal klausa ya di sebuah fiksi. Fiksi bukan skripsi kok. Jadi sebenernya asal enak dibaca, itu bisa aja dianggap benar 😀
    2. Sepanjang perjalanan aku dan Victor tak bicara, keheningan yang merengkuh kata entah mengapa membuat perasaanku tenang; membawaku mengarungi kenangan yang tersimpan rapi di hatiku.
    >>> kata entah mengapa di sini kok sepertinya kurang nyambung dengan induk kalimat di depannya ya? Er, saran saia mending dipenggal menjadi dua saja gimana? Jadi: Sepanjang perjalanan, aku dan Victor tak bicara. Keheningan yang merengkuh kata, entah mengapa membuat perasaanku tentang…

    Akhir kata, itu Victor pasti jelmaan si ketek seksi *baca: Seungri* /diganyang. LOL. Oya, terima kasih sudah menulis fiksi bagus bangeeeet dek. Saia jadi ada hiburan hahaha 😀 (dipaksa ngedit sama mama) 😦
    Oya, kalau seandainya editan saia dirasa… er, kak tulisan saia baek-baek aja kok. Mending diabaikan saja 😀

    1. Hahaha, iya kali, maksud si SG Oppa kayak gitu. Tapi kemaren saya tanya langsung dia jawabnya agak nyeleneh gitu.–” Ah, dasar cowok.

      Sebenarnya saya agak gak tega bikin Dae meninggal di sini, tapi kok Dae emang cocok ya jadi pemeran ff angst dan semacamnya. *poor dae*
      Hyaaaa, ketek seksi? Gak cuman keteknya aja kali seksi Kak, Pusernya juga! Hahahaha.

      Oke Kak, revisinya diterima dengan baik, dan sudah saya perbaiki.^^ Senang kalau tulisan saya dapat menghibur Kakak. Sering-sering aja ke sini kalau lagi bosen, Kak. Hehehehe.

      Sekali lagi, terima kasih sudah membaca tulisan saya.^^

  4. Wah, aku suka ff drabble yang ini. Meski sedikit tapi ngena, salut sama kakak buat cara pembawaannya ^^ dan paling suka pas dialog, “Aku hanya ingin mengingatkan kalau aku tak akan menyerahkanmu pada siapa pun meski di kehidupan yang akan datang, bahkan kepada cinta pertamamu ini; hanya aku yang dapat membahagiakanmu.” ngebayangin Seungri ngomong gitu hehe *tapi ke aku* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s