#WriterChallenge, Flash Fiction

Denda

“Telat tiga hari, Dim, denda seribu rupiah untuk setiap buku yang lu pinjem.”

Dimas merogoh saku celana denimnya dan mengeluarkan dompet dari sana. “Sekalian deh gue bayar denda yang kemaren-kemaren. Totalin saja semuanya.”

“Semuanya 80 ribu,”

“Hah?!”

“Iya, 80 ribu,” kataku lagi dengan nada datar, sama datarnya dengan tatapanku sekarang ini.

“Perasaan, gue sudah bayar 20 ribu deh dua minggu yang lalu. Kok bisa tambah sih?” tanya cowok dengan rambut berwarna biru itu heran, sembari memperbaiki letak kacamatanya.

“Lu lupa ya kalau duit 20 ribu itu lu pakai buat pinjam Shounen Star, Air Gear, One Peace sama Naruto, Hah?” semprotku dengan nada tinggi, “Niatnya saja lu datang mau bayar utang denda, pas lihat komik baru langsung hijau tuh mata! Balikinnya juga telat, gimana enggak tambah dendanya!” omelku lagi, sementara cowok bernama Dimas itu hanya bisa mundur selangkah sambil tertawa kaku.

Gomenasai[1], Rika-chan[2]. Gue kemaren langsung tidur waktu selesai streaming Vocaloid Live Concert, jadi belum sempat baca. Lagian banyak anime yang belum gue tonton, jadi gue tuntasin itu dulu. Hehehe.” Dimas terkekeh pelan, lesung pipinya tercetak jelas sementara gigi putihnya yang rapi mengingatkanku akan tawa tokoh utama buatan Masashi Kisimoto itu.

Aku mendesah berat, dan menatap Dimas dengan tatapan serba salah. Sepertinya aku harus menalangi uang denda otaku[3] ini lagi dengan gaji harianku.

“Jadi lu mau bayar semua, enggak?” tanyaku akhirnya, sekedar untuk basa-basi karena aku tahu  pada akhirnya ia akan berutang seperti bia—

“Gue lunasin hari ini dong!”

“Eh!? Serius lu?” aku mengerjap tidak percaya, menatap wajah berseri cowok itu seakan-akan dia bukan manusia.

“Ya seriuslah,” katanya sembari mengeluarkan selembar seratus ribuan dari dompetnya lantas menyodorkan uang itu ke arahku. “Gue kemarin menang lomba cosplay di Japan Festival. Hadiahnya lumayan gede. Hehehe.”

Aku mengambil uang itu dengan perasaan sulit dipercaya. Well, menilik rambutnya yang tiba-tiba saja bercat biru, sepertinya dia tidak berbohong perihal kemenangan itu.

“Coba dari dulu lu begini, gue enggak perlu pakai marah-marah segala ke elu,” kataku sembari meletakan uang itu di laci, kemudian mengambil  kembaliannya lantas menyodorkan uang kembalian itu kepada Dimas.

“Yah, kalau gue enggak begitu, lu mana mau ngomong sama gue.”

“Huh?”

Dimas mengambil uang kembalian di tanganku dan menyimpannya ke dalam dompet dengan rapi.

“Maksud lu apa?” tanyaku heran, entah mengapa ada yang janggal dengan perkataannya barusan.

“Lu pikir gue bodoh banget ya, sampai-sampai enggak pernah ngembaliin komik-komik yang gue pinjam itu tepat waktu?” Dimas menatapku lekat-lekat sementara aku hanya mampu diam; menatapnya dengan dada berdebar kencang. “Gue gak sebodoh itu kali! Gue begiitu  karena itu satu-satunya cara biar Erika, si Nona-Tanpa-Ekspresi ini, mau bicara sama gue. Lu ngerti enggak?”

Aku terenyak, sementara otaku berambut biru itu hanya terkekeh senang.

“Rika-chan, lu baka[4] banget! Hahaha.”

Dimas melenggang pergi, sementara aku terpaku menatap punggung cowok itu tanpa berkedip.

Jadi… selama ini… dia sengaja?!


[1] (Bahasa Jepang) Maaf

[2] (Bahasa Jepang) Panggilan akrab untuk orang yang sudah kenal lama

[3] (Bahasa Jepang) Sebutan bagi penggemar berat Anime dan Manga Jepang

[4] (Bahasa Jepang) bodoh

Iklan

14 thoughts on “Denda”

  1. Si Dimas jahil banget deh, ternyata dia begitu karena ada tujuan yang lain toh. Idenya brilian banget deh, dari sebuah denda eh, ujung-ujungnya bikin senyam-senyum. Oya, pernak-perniknya juga Dikta banget. Sangat otaku. Saia cuma tau beberapa doang sih, kalau Vocaloid itu taunya juga cuma nama gegara kemarin disuruh bikin poster Festival GEJE UI hahaha.
    Oya, ada saran sedikit dong. Penjelasan yang tentang otaku: sebutan untuk penggemar berat anime dan komik Jepang
    mending diberi footnote aja seperti biasa, karena ini kan flashfiction. Jadi sepertinya lebih asyik kalau narasinya tidak kepotong dengan eksposisi arti.
    Keep writing.

    1. Maaf ya Kak belum sempat diubah, ngebalas komentar ini aja dari handphone! *mewek* *mengais wifi di udara*

      Lagu-lagu vocaloid itu bagus2 lho! Suaranya Hatsune Miku bagus unyu-unyu gimana gitu. Hahahaha. Coba deh cari! \:D/

      Terima kasih sudah membaca ya Kak, semoga tulisan saya bisa lebih baik dari ini.

  2. Unyu banget akhirnya hahaha, kirain mau nyeritain apa taunya hihihihihi. Suka deh 🙂

    Oh iya aku nemu satu yang kurang sreg di aku :

    “Maksud lu apa?” tanyaku heran, entah mengapa ada yang ganjal dengan perkataannya barusan.

    Aku ngerasanya lebih enak kalau pake ‘janggal’ dari pada ‘ganjal’. Karena pas liat di kbbi ‘janggal’ itu salah satu artinya tidak enak didengar, sedangkan ‘ganjal’ artinya benda yg disisipkan sbg tumpuan dll, pokoknya lebih cenderung ke benda hehehe. Semangat 🙂

  3. Itu dimasnya begitu antara 2.. Dia memang pengen jahilin erika atau dia pengen narik perhatian erika xD

    Oke abaikan.. Aku gangerti anime, tapi aku rasa lucu ya di bikin jadi gitu.. Kayak satu paket semua ada di sana xD ahaha 😀 ceritanya gabiasa lg.. 🙂

  4. Lucunya!
    Ringan dan menghibur. Bagus! 🙂
    Bikin jadi ingat sama pengalaman pribadi, hehehe. Dimas, semoga strateginya berhasil hihi 🙂

    1. kwkwkwkw, enggak suka kenapa? kurang gereget dan gantung gitu ya? Yah, agaknya sih, makanya saya mikir mau bikin sekuelnya. Semoga sempat. Terima kasih sudah mau baca ya Ruri! 😀 Sering2 aja mampir. Hohoho.

      1. Hohoho, oke, nanti saya mau bikin yang lebih gereget. Semoga cepet selesai sih. 😛 Wah, saya sering kok mampir ke rumahmu, suka dengar musikalisasi puisi kamu. 😀 malah emang sengaja buka blog kamu cuman buat dengar suara kamu loh #eak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s