[Drabble] Watashi no Yuki Desu

Title                 : Watashi no Yuki Desu (Saljuku)

Author             : Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast (s)           :

–       Hamao Kyousuke (Aktor/Tani Promotion)

–       Ayumi Hirano (OC)

–       Yuki Hirano (OC)

Lenght             : Drabble – 429 kata

Genre              : Angst, Pluff

Rating              : G

Disclaimer       : Saya tidak  mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau pun honor materi. Semua cast yang bukan Original Character (OC) bukanlah milih saya, melainkan dirinya sendiri, menejer dan agency yang mendebutkan mereka. Hamao Kyousuke adalah aktor yang dinaungi oleh agency Tani promotion. Sedangan plot dan latar cerita murni dari imajinasi saya.

Hamao Kyousuke memandang patung-patung es di Odori Park dengan pandangan datar. Semarak Yuki Matsuri[1] pun tak begitu ia hiraukan karena ia datang memang bukan untuk menikmati Festival, melainkan mengenang seseorang.

Sumimasen, Mao-chan, sekarang jam berapa, ya?” Hamao tersentak lantas menoleh ke samping, seorang gadis berambut panjang ternyata telah mengambil tempat duduk di sebelahnya.

Hamao menilik jam tangannya. “Jam dua siang, Hirano-san,” jawabnya lalu tersenyum.

“Dan kau masih di sini? Apa tidak bosan?” Gadis bermarga Hirano itu melipat tangan di depan dada sebelum mengeluh jengkel kepada pria di sampingnya, “Kau berjanji akan mengajakku ke Satoland hari ini, tapi ternyata kau malah mengajakku kemari.”

“Bukankah di sini mengagumkan?” balas Hamao tenang sembari terkekeh geli.

“Apa yang mengagumkan dari bongkahan es batu besar seperti ini? Membosankan!” rajuk Hirano.

“Hahaha, kamu memang berbeda dari Yuki, Hirano-san,” Hamao tertawa, namun ia tahu ada kesedihan yang terbersit di setiap katanya.

Berbeda dengan Hamao yang mampu menyembunyikan kesedihannya, wajah Hirano langsung berubah muram saat Hamao menyebutkan nama kakak perempuannya itu.

“Bisakah kau berhenti membawa nama oneechan ketika berbicara denganku? Aku muak,” kata Hirano sembari membuang muka ke arah lain.

Melihat tingkah Hirano, Hamao hanya tersenyum. Ia mengakui kebenaran kalau ia masih suka mengenang cinta pertamanya itu. Tapi baginya, mengenang dan cinta itu berbeda.

“Aku ingin Yuki tetap hidup di ingatanku, Hirano-san,” kata Hamao seraya meraih tangan Hirano yang di bungkus sarung tangan dan menggenggamnya erat, “Kau pun pasti merasakan hal yang sama ‘kan?”

Hirano terdiam, membenarkan perkataan pria itu. Ia tetap menyayangi kakaknya apa pun yang terjadi.

“Tapi aku benci jika dijadikan pelarianmu,” desis Hirano, ia menundukkan wajahnya dalam-dalam; takut mendengar tanggapan dari Hamao.

“Kau tak pernah menjadi pelarianku, Hirano-san,” jawab Hamao cepat, mengeraskan genggaman tangannya. Pria itu baru menyadari kalau ternyata ia telah melukai perasaan kekasihnya itu. “Meskipun kalian bersaudara, kalian tetaplah individu yang berbeda. Dan aku selalu memandangmu dengan cara seperti itu.”

Hirano mengangkat wajahnya lantas memandang Hamao lekat; ia menemukan kejujuran di sana.

“Tapi kenapa mengajakku kemari? Setiap Yuki Matsuri kau selalu saja menyempatkan diri ke tempat ini, apa kau masih menyukai oneechan?”

Hamao tertawa. Dalam hati sedikit-banyak ia pun mengakui hal itu, tapi tetap saja. Yuki Hirano adalah masa lalu, masa depan sekarang berada di genggaman tangannya.

“Sudah kubilang ‘kan  kalau aku ingin mengenangnya? Jadi aku kemari.” Hamao melebarkan senyumnya dan memandang Hirano lekat, “Lagipula ini terakhir kalinya aku akan datang kemari saat Yuki Matsuri.”

Hirano mengerutkan dahinya. “Kenapa?”

“Karena aku sudah menemukan yuki[2]-ku,”  Hamao menunduk lantas mengecup bibir Hirano sekilas, “Anata wa watashi no yuki desu, Ayumi[3].”

Hirano terkesiap. Ia mengerjap-ngerjapkan mata tak percaya karena menyadari kalau ini kali pertama Hamao menyebut namanya.


[1] Yuki Matsuri, festival salju yang dilaksanakan setiap tahun di Sapporo, Hokkaido, Jepang. Festival ini biasanya diadakan di tiga tempat yang berbeda, yaitu: Taman Odori (pameran patung-patung besar), Sasukino (pameran patung-patung yang lebih kecil), dan Sapporo Satoland (tempat untuk acara keluarga)

[2] Salju

[3] Kaulah saljuku, Ayumi

Iklan

4 thoughts on “[Drabble] Watashi no Yuki Desu

  1. “Anata wa watashi no yuki desu, Ayumi.”
    Uwaaaa °•(>̯┌┐<)•° so sweet..

    Tp, aku gatau ini akuyang gangerti ato apa ma… Ada kata suimasen.. Apa mksdny sumimasen?

    Itu aja.. Selain itu aku suka 😀

  2. hai, dicta, salam kenal! watashiwa ami, 17 sai desu 😀 yoroshiku onegaishimasu
    ahh, walaupun dibilang salju, pasti ayumi udah meleleh duluan tuh
    nice drabble, nambah pengetahuan, berasa nonton 1 adegan dorama juga

    oya, maaf nih, baru dateng langsung kritik, hampir sama sih dengan komen di atas, mungkin tepatnya ‘sumimasen’ kali ya.
    trus satu lagi ‘onnechan’ itu harusnya ‘onee-chan’ atau nggak pakai tanda (-) juga gpp
    maaf kalau terlalu lancang, keep writing!

    1. Hajimimashite, 16 sai desu! Yoroshiku onegaishimasu!
      Wah, enggak papa kok, saya senang dikritik^^ *melirik komentar kritikan yang lainnya dan tersenyum manis*

      Roger Kak, sudah dibenarin.^^ Terima kasih sudah mau membaca tulisan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s