[Coretan Dicta] Masa Usang

Tanpa masa lalu, kamu bukan siapa-siapa!

Aku cukup suka pelajaran sejarah. Kadang kala terasa seperti sebuah dongeng yang menggelitik imajinasiku untuk bekerja ekstra membayangkan posisi jika berada di zaman itu. Terutama ketika sejarah tersebut menceritakan tradisi dan kebudayaan di masa itu. Tentang bagaimana para pujangga mereka menghadapi kemelut negeri serta penyair dan penulis mereka menggambarkan  kesenjangan sosial.

Sungguh. Aku benar-benar memuja Jane Austine dan Khalil Gibran, di mana penulis Indonesia Rendra dan Chairil Anwar pun menggugah perasaanku tentang betapa kayanya askara Indonesia. Serius deh, penulis dan penyair-penyair yang aku sebutin tadi, benar-benar membantuku dalam belajar dan memperdalam tulisan.

Hingga suatu ketika, beberapa kejadian di masa lalu memaksaku untuk mengakui kalau betapa aksara yang kuolah dari mimpi-mimpi liar masa remajaku itu hanyalah kumpulan sampah tak berarti.

Di satu titik aku marah dan muak, merasa sangat malu dan tolol hingga secara brutal aku menghapus semua tulisanku di dunia maya dan berhenti sebagai salah satu author di sebuah blog fanfiksi kenamaan. Banyak orang berkata kalau aku tak seharusnya begitu. Seharusnya aku mampu tertawa saat membaca tulisan-tulisan lamaku. Seharusnya aku bisa belajar dari sana dan membuat tulisanku lebih baik. Seharusnya aku tak seperti itu!

Maka… aku pun merenung.

Apakah aku mulai membenci masa lalu? Tidakkah aku harus berterima kasih pada masa lalu karena tanpa mereka aku tak mungkin menjadi seperti sekarang ini?

Pelan namun pasti aku belajar dan kembali membangun tulisanku. Merobak ulang isi blogku, menghapus semua tulisan, mengganti tema dan wedget, semua! Aku kembali belajar bersahabat dengan tulisan lamaku; dengan masa laluku. Dengan mimpi-mimpi liar masa mudaku, juga aksara.  Mengatakan pada diriku sendiri kalau aku bisa membuktikan pada dunia kalau semua orang bisa merubah hidupnya, merubah sejarah yang jelek menjadi lebih baik.

Butuh waktu yang lama sampai akhirnya aku menemukan diriku kembali mencintai aksara dan mimpi-mimpi liar yang telah lama kukurung dalam sudut hatiku. Mengobati lukaku dengan terus menulis dan mengasah kemampuan sebanyak yang kubisa. Hingga akhirnya, di sinilah aku berada, menulis tetang masa lalu dan menceritakannya pada kalian—para penikmat kata—yang diam-diam mengerling pada tulisanku, kadang kala hanya tersenyum simpul, ada pula yang berbaik hati menjejak kata. Tak mengapa, siapa pun Anda, saya adalah tipe penulis yang bahkan hanya melihat site stat di atas 50 aja sudah jingkrak-jingkrak. Hahaha.

 Kembali ke bercengkrama dengan masa lalu ternyata mampu membuat perasaanku lebih baik.

Tak urung aku malu menampakkan pada kalian betapa jeleknya tulisanku dulu. Ada beberapa penikmat kata yang sempat mengenal dan membaca tulisan lamaku, dan terkadang mereka menyayangkan perubahan gaya aksaraku ini. Tapi, mari kalian baca, lembaran masa lalu itu.

Apa kalian suka masa-masa usangku dulu?

A/N: Kalian bisa download tulisan lamaku di Magic Box yang ada di sebelah kiri layar, aku sudah masukin folder ‘Kepingan Kata Usang!’ Enjoy it please! Do not hesitate!

Iklan

4 thoughts on “[Coretan Dicta] Masa Usang

  1. aku setuju, masa lalu, bagaimanapun itu, adalah faktor penting yang membentuk karakter seseorang hari ini, lebih tepatnya, bagaimana ia bereaksi terhadap masa lalu itu
    aku jadi tertarik untuk download dan baca2 deh
    btw, ada kata ‘askara’ pada tulisan di atas, seharusnya ‘aksara’ 🙂

    1. WAKS! *sembunyi* Typo parah itu, saya sering nulis salah dong selama ini *meringkuk dipojokan* Terima kasih sudah dibenerin ya Kak, jangan sungkan ngebenerin lagi. Hehehe.

      Silakan di download, semoga enggak bikin mata jereng ya? Hahahah, tulisan saya dulu ancur badai. Hahahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s