Ketika Malam Telah Larut

Ketika malam telah larut dan tak ada lagi suara yang mengecup cuping telinga, aku pun mengerjap, mencari-cari sebuncah ingatan yang setidaknya mampu memenuhi angan-angan.

Aku perlu ingat kamu. Sekarang.

Ketika malam telah larut dan tak ada lagi ada suara yang menyingsing di penghujung rindu, aku pun terjaga, mencari-cari sebuncah rasa yang setidaknya mampu memenuhi dahaga sukma.

Aku perlu rasa kamu. Sekarang.

Ketika malam telah larut dan tak ada lagi suara yang membuai kantuk  pada sang waktu, aku pun melangkah, mencari-cari sesosok kamu yang setidaknya mampu membawa mimpi padaku.

Aku perlu sosok kamu. Sekarang, tentu saja.

Iklan

2 thoughts on “Ketika Malam Telah Larut

  1. hai uri-Dicta! maaf baru bisa mampir lagi kesini (dikarenakan pekerjaan rumah yg berlebihan), dan itu menyiksa! karyamu, canduku, Dict!

    sama spt akhir postingan ini, aku perlu sosok kamu. Sekarang, tentu saja 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s