Diposkan pada #WriterChallenge, Angst, FanFiction, Ficlet, Romance, SongFic

[Ficlet] This is Really Goodbye

yoona SNSD

Title                           :               This is Really Goodbye

Author                     :               Benedikta Sekar

Cast(s)                     :

-Kim Seungwon (Seungwon Entertaiment owner’s OC)

-Im Yoona (SNSD/SM Entertaiment)

Lenght                     :               Ficlet—756 kata

Genre                      :               Romance, Angst, songfic

Rate                          :               G

Inspired by             :               M to M, This is Really Goodbye (OST. Lie To Me)

Disclaimer               :               Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari pembuatan fanfiksi ini, dalam bentuk uang atau pun materi. Im Yoona adalah penyanyi yang dinaungi SM Entertaiment, sementara Kim Seungwon sendiri adalah pemilik blog Seungwon Entertaiment. Sementara plot dan jalan cerita murni dari pikiran saya sendiri.

***

Apa jalan itu penuh duri?

Kim Seungwon memandang tikungan yang berada di ujung gang lekat-lekat. Hawa dingin di penghujung tahun meremas tubuhnya tanpa ampun, tapi ia tetap kukuh, berdiam diri di balkon flatnya dan memandangi jalanan yang sepi kehidupan itu.

Ia sedang menunggu.

Siapa?

Seorang wanita.

Berikan namanya!

Im Yoona.

Kekasihnya?

Bukan.

Lantas?

Hidupnya.

Hah, Seungwon mendesah berat, menciptakan kumparan uap dingin di sekitar wajahnya. Seungwon tahu betul jaket parka ini tak cukup tebal untuk menghangatkannya, tapi ia tak punya pakaian hangat selain jaket ini. Jadi, ia harus bertahan. Apa pun yang terjadi, ia harus bertahan.

Karena Im Yoona akan datang.

Benarkah?

Ya! Dia datang!

Satu jam lagi tahun berganti.

Lalu?

Bagaimana jika ia tak datang?

Ia akan tetap menunggu!

Bodoh sekali!

Ya. Seungwon tahu ia bodoh. Teman sejawatnya, Lee Seungri, telah memperingatinya untuk berhenti melakukan tindakan bodoh ini dan menyerah. Tapi tetap saja, ia lakoni ini tanpa memikirkan imbasnya; pada hati juga perasaannya. Ckckck, sejak kapan ia menjadi bodoh seperti ini? Setahun yang lalu? Dua tahun? Tiga?

Sejak takdirnya bersinggungan dengan Im Yoona?

Dan hidupnya kini milik wanita itu?

“Kenapa kau belum datang juga?” bisik Seungwon pada udara, berharap keluhannya terbang sampai ke telinga wanita itu. “Kau harus datang sebelum tahun berganti. Kalau tidak…”

Apa? Dia akan bunuh diri?

Tidak.

Lantas?

Ia tak akan bisa berhenti menunggu.

Tap. Tap. tap  

Suara langkah kaki! Seungwon menegakan tubuhnya. Jalan yang begitu sepi membantunya tersadar akan suara sekecil apa pun, dan ia pun waspada. Apa kali ini wanita itu akan datang dan menebus penantian panjangnya?

Deg. Deg. Deg.

Suara jantung Seungwon seirama dengan langkah kaki yang semakin mendekat, mata sipitnya memicing ke ujung gang; gelisah tak terperi. Akan ‘kah langkah itu yang ia tunggu? Akan ‘kah?

Tap. Tap. Tap.

Ini dia!

Deg. Deg. Deg.

Oh, dia Im Yoona!

Wajah Seungwon berseri, tahu betul itu postur tubuh Yoona—wanita yang sedari dulu ia tunggu kedatangannya. Meski wanita itu membalut tubuhnya dengan black coat tebal dan menutupi setengah wajahnya dengan syal. Seungwon tak mungkin lupa bagaimana kaki-kaki jenjang itu melangkah serta gerakan rambut yang begitu anggun membelai udara.

Im Yoona datang!

Apa wanita itu datang untuknya?

Siapa peduli? Im Yoona datang!

TAP. TAP. TAP.

DEG. DEG. DEG.

Im Yoona akan lewat di hadapan Seungwon sebentar lagi, satu tangannya menyeret sebuah koper yang terlihat ringan—tampaknya ia tak akan lama berada di Seoul—sambil bersenandung kecil. Debaran dada Seungwon berpacu liar, ia harus menyapa wanita itu! Seungwon! Ini kesempatanmu! Cepat!

“Yoona-ssi!”

Im Yoona berhenti berjalan, dan mendongak. Saat ia menemukan sosok Seungwon, sontak ia tersenyum ke arah pria itu.

“Seungwon Oppa!!”

Seungwon pun tersenyum lebar, sangat lebar. Ada beban di hatinya yang tiba-tiba saja terlepas tatkala bersetatap dengan mata hazel itu; beban yang telah ia endap selama beberapa tahun belakangan ini.

“Berapa lama kau akan berada di Seoul?” tanya Seungwon, tetap berada di balkon flatnya; tak memaksakan diri untuk berlari turun dan memeluk wanita itu. Ia tahu (dan sadar) kalau ia sudah tak memiliki hak itu sejak lama. “Sudah tiga tahun aku tak melihatmu. Mau pergi keluar nanti?”

Namun seketika itu juga senyum Yoona memudar, ia memandang Seungwon lekat dan berkata, “Oppa, kau masih ingat janjiku?”

Bibir Seungwon terkatup rapat, ini dia yang ia tunggu, ini dia kunci dari belenggunya. Pelan tapi pasti ia siapkan hatinya untuk menerima kenyataan, semuanya memang harus berakhir. Ya, sejak lama Seungwon tahu, kalau semua memang harus berakhir, hanya saja ia terlalu bodoh untuk menerimanya dan bertaruh jika…

“Jika dalam waktu tiga tahun aku tidak mendapatkan penggantimu, maka aku harus melepaskan semuanya dan kembali padamu.”

Yoona menarik bibirnya ke atas, membentuk senyum yang agak dipaksakan di sana. “Oppa, kau sudah terima kabarku dua tahun yang lalu ‘kan?”

Seungwon tetap bungkam, ia masih tak mau terima jika ia telah kalah bertaruh sejak lama. Meski bodoh, Seungwon tetap seorang pria, ia tak ingin meninggalkan harapannya sampai nanti peluang yang tersisa hanya nol.

Oppa, aku akan menikah dengannya minggu depan.” Yoona berkata agak lirih, tapi di ruang terbuka yang senyap ini sekecil apa pun suara yang keluar pasti terdengar.

“Janjiku…” Yoona mendesah, kemudian menatap Seungwon semakin lekat, ia tahu Seungwon tak mampu berbicara lagi setelah ia mengatakan kenyataan, “sudah kutepati.”

Im Yoona berbalik dan pergi.

Dan bagaimana dengan Seungwon?

Ia masih diam.

Menangis?

Tidak. Dia tersenyum.

Benarkah?

Tentu.

Kenapa?

Karena ia sudah tak perlu lagi menunggu.

Fin.

My love for you that I held on so tightly, is slowly dissipating

The me that went crazy missing you, is gradually changing

Hoping you’ll come back, time has stood stagnant

I should erase it all now, for real – M to M, This is Really Goodbye (OST. Lie To Me)

 

___________________________________________

A/N:

Sudah lama enggak nulis fanfiksi, canggung berat pas nulisnya sampai ngulang dua kali. Fanfiksi ini sebenarnya sebagai tugas yang mau  kukumpulkan sama Kakak-Kakak di Poetica. Kenapa fanfiksi? Soalnya writer’s block-ku belum sembuh. Karena belum sembuh, aku pun memilih hal yang paling gampang dibikin aja (tapi tetap aja bikin dua kali –“).

Dan pas banget aku lagi jatuh cinta sama lagu ini—This is Really Goodbye, M to M—lantaran sering nyasar ke blog Seungwon Entertainment. Dulu di blog itu lagunya super ngagetin, jadi pas lagi di cafe, aku lagi buka blog itu dan jeng-jeng aku langsung diliatin orang se-cafe karena lupa kalau volume laptopku itu full. Jadi deh, Aku protes sama si empunya blog, minta biar lagunya diganti yang selow-selow dan dia pun ganti lagunya menjadi lagu super kece ini. Cihuy!

Oh ya, kalau kalian mau download lagunya, bisa kok di Magic Box yang ada di blog-ku ini, gratis! Enggak bayar. Kalau download di tempat lain juga silakan. Dijamin enggak nyesel, karena lagu ini emang bagus!

Terus sebagai penghargaan aku sama si empunya blog, aku pake deh namanya sama nama bias-nya di fanfiksi ini. Hihihi, semoga dianya enggak marah, soalnya enggak minta izin dulu. 😛

Oke deh, segini aja. Terima kasih sudah mau membaca apa lagi menitipkan rasa suka serta menjejak kata! Silakan datang kembali!

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

27 tanggapan untuk “[Ficlet] This is Really Goodbye

  1. Suspense-nya terasa. 😀 Jadi, sedari awal sudah setia membaca, menunggu akhir cerita.
    Kalau tulisan ini lebih panjang pasti makin bagus juga de. 😀

      1. Hehe, tapi gak apa-apa, tetap bagus Dikta. Keep it up! 😉

        Enjoy every single word and it will be different. Trust me.

    1. Wakakaka, makan nasi lah Kak, tapi biasanya ngemil beling #eh. Tulisan Kakak lebih kece dari saya kok!><

      Terima kasih sudah baca ya Kak, semoga tulisan saya bisa lebih baik lagi dari ini. ^^ Silakan datang kembali!

  2. Pertama, Saya ucapkan terima kasih pada semua orang yang telah mendukung hubungan saya dan Yoona, tanpa kalian kami bukanlah siapa-siapa hohohho #love sgin bareng yoona

    Selaku CEO seungwon entertainment yang terlampau tampan, saya mengucapkan terima kasih pada dek dikta yang sudah meluangkan waktunya membuat ff ini, meskipun ficlet tak apalah #plak

    Awalnya Saya tidak akan pernah tahu ada ff ini kalau bukan karena adiez noona *manggil noona biar kliatan muda ;p* yang berkoar-koar karena kagum dengan Seungwon kece yang tampan tiada tiara ini di ff dikta.

    Yah, pokonya gitulah.

    masalah bahasa dan alur, dek dikta ini emang jagonya sehingga tidak perlu saya komentari lagi. dengan diksi dan bahasa yang cetar badai ulala, saya bisa merasakan betapa tampannya karakter seungwon di ff ini karena bisa ngegaet cewe sekece yoona sukaesih :P.

    Meskipun kecewa sih, kenapa harus happy ending, kenapa gak di kawinin aja tuh mereka berdua #ngelunjak

    yah pokonya begituah ahahahhahaha

    nb: seungwon itu o nya satu loh dik, di sini seungwonnya double oo semua hihihihihi

    1. 0.o beneran panjang, macem pidato aja nih. Saya mau bales pendek jadi enggak enak. Baiklah, saya panjangin juga (kalau bisa).

      Kakak ih, bilang depannya makasih, masih aja ngeluh soal pendek-panjangnya nih ff –” Saya berjuang keras bikin ff ini tauuuk, kemacetan, kehujanan, kedinginan, sakit, ingusan. Banyak deh. Hahahaha. Tapi, iya, sama2. Makasih juga sudah memperkenalkan lagu ini pada saya. Saya puterin tiap hari ini. Keren abis! Soalnya saya enggak begitu suka nonton drama, jadilah enggak tahu ost2 mereka.

      Niat awalnya sih bisa bikin situ surprise pas walking2 ke blog saya, eh ternyata adiez onni duluan kasih tahu. Hahaha, yah, enggak papa juga sih.

      –______–” dibilang juga lagunya sedih, maksa banget jadikan hepi ending, dasar! *pelorotin celananya*

      Woalah, maaf ya kak, sudah saya benerin. Saya langsung benerin nih.

      Terma kasihs udah baca ya, sering-sering mampir dimari ya Cyiiin! *melambai*

  3. “Kenapa?

    Karena ia sudah tak perlu lagi menunggu.”

    wahhh…. suka banget sama endingnya yang langsung tepat sasaran hehehe…. suka pertanyaan2nya dan berasa hidup banget, cerita yang sederhana tapi disulap jadi oke… keren

    “lalu apa dia akan bunuh diri?
    tidak.
    lantas apa dia berpaling ke tante syahrini?
    tentu tidak dasar bodoh!!! #duakkk
    benarkah?
    diem lu! banyak nanya!!!”
    -fin- #abaikan

    1. Wakakaka, saya juga suka pertanyaan-pertanyaannya. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu karena saya sendiri sedang malas bikin narasi yang panjang-panjang, jadi ya saya pendekin jadi pertanyaan yang pasti akan muncul di kepala seorang pembaca. Yah, kadang kala kita memang harus berpikiran seperti seorang pembaca selain menulis sebagai seorang penulis 🙂

      “lalu apa dia akan bunuh diri?
      tidak.
      lantas apa dia berpaling ke tante syahrini?
      tentu tidak dasar bodoh!!! #duakkk
      benarkah?
      diem lu! banyak nanya!!!”
      <———— Ngakak banget baca komentar ini

      Terima kasih sudah membaca ya Kak, semoga tulisan saya bisa lebih baik lagi. Silakan datang kembali!

  4. Canggung juga bayangin hyung @pemudarupawan ini jd kece bgt disini B-)
    Wkwkwka..agak jleb bacanya.. Bagus 😀
    Suka bagian yang
    “Menangis?
    Tidak. Dia tersenyum.
    Benarkah?
    Tentu.
    Kenapa?
    Karena ia sudah tak perlu lagi menunggu.”
    Kece badai cetar membahana ma! :p

    1. Kamu yang baca aja canggung, apa lagi omma yang nulisnya! Super canggung! Omma sampai ketawa2 gaje pas nulis ulang. Gila, si Seungwon lebih kece di tulisan omma dari pada aslinya. Wakakakaka.

      Hihihi, omma juga suka bagian itu kok!><

      Terima kasih sudah baca ya Tam, sering-sering mampir di blog omma!

  5. Dictaaaa~~~
    Daku merasa beruntung sekali bisa menemukan blog kamu yang virtuoso banget ini *sob* kenapa kita tak dipertemukan sejak duluu? [ngomong-omong masih inget daku enggak? Inget ya, inget ^^ (nggak inget juga gapapa, itu hak asasi –‘)]

    Enggak perlu ditanya lagi, apapun yang kamu tulis di blog ini is virtuoso, daku terharu sama gaya bahasa dan plot kamu, berasa baca karangan penulis dewa (tapi kayaknya dewa enggak ngarang. Oh well–) khususnya cerita ini ^^

    1. Halooo. DS! Saya masih ingat, kok, dulu kita pernah ngobrol! Hihihi, aku ingat tulisanmu genre-nya Sci-fic semua. Dan sering banget bikin aku bingung (baiklah, otak lu emang enggak nyampe Dict!). Hahahaha, tulisanku masih jewek gini, DS X(

      Terima kasih telah berkunjung di blog aku yang, semoga bisa sering2 kemari ^^

      note: tahu blogku dari link di mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s