[Pos Cinta #1] Terima Kasih dan Maaf

Untuk kamu yang kini tak berdaya,

Terima kasih dan maaf kusisipkan di setiap sudut surat ini untukmu. Ya, terima kasih untuk malam-malam indah yang telah kamu bagi untukku; juga untuk semua cumbu serta kepasrahan dirimu akan tindak tanduk bringasku. Terima kasih.

Tapi juga ada maaf, yang kuberikan dari hati kacil yang kadang terhimpit oleh ego serta keserakahan diri menjajah; karena aku sadar, kamu begini pun karena ulahku.

Yah, benar, semua orang tahu jika penyesalan selalu datang terlambat.

Apa lagi yang bisa kuperbuat ketika pria berseragam putih itu sudah berkata dengan mimik muka datar kepadaku, ‘maaf, kami sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi’ hah?

Sesak.

Hanya sesak yang terasa. Aku bahkan nyaris limbung ketika kudekap kamu yang tak lagi bernyawa keluar dari tempat berdinding hijau itu. Semua orang di lorong menatapku prihatin; berdoa dalam hati agar milik mereka tak bernasib sama denganku, bahkan si penjaga pintu yang acapkali melihatku di sana pun hanya tersenyum kaku—turut berbelasungkawa.

Kini. Setelah kepergianmu.

Bagaimana nasibku?

Di mana lagi bisa kubuang semua sampah birahi imajiku?

Siapa lagi yang dapat menggantikanmu?

Kamu terlalu berharga untukku.

Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk dihabiskan bersama. Kita telah saling memahami. Jemariku ini telah terbiasa menari di atasmu; menyentuh setiap lekuk tubuh dinginmu, hingga sesekali kudengar kamu mendesah lelah dan kemudian sesaat menghilang ditelan kegelapan. Tapi kamu selalu kembali… kembali hidup, dan membiarkan jemari ini kembali menjajah tubuhmu.

Melampiaskan nafsu yang tertunda sepanjang hari.

Oh, bagaimana mungkin aku berhenti mencintaimu yang seperti itu? Kamu terlalu berharga untuk dilupakan. Terlalu berharga untuk direlakan.

Seandainya ada hal yang bisa aku lakukan untukmu, mengembalikanmu dan menghidupkanmu lagi. Aku pasti akan melakukannya. Pasti kulakukan…

Jika biayanya tidak lebih dari dua juta.

Your owner,

Benedikta Sekar

Dalam Kenangan:

Ingatkah kamu saat kita kencan di KFC?
Ingatkah kamu saat kita kencan di KFC?
Waktu kita baca komik bareng
Waktu pertama kali kamu sakit dan sembuh, aku pikir kamu bakal lebih lama lagi bareng aku...
Waktu pertama kali kamu sakit dan sembuh, aku enggak tahu betapa bahagianya aku…
Kini kamu tak lagi berdaya...
Kini kamu tak lagi berdaya…

23 pemikiran pada “[Pos Cinta #1] Terima Kasih dan Maaf

    1. wkwkwkwkw, enggak sadar ya Kak? Saya nulisnya penuh perasaan banget sampai terbawa suasana, jadi lumayan gaje gini. Maaf ya Kak. Hahaha.

      Semoga saya bisa lebih baik lagi! 😀 Terima kasih sudah membaca! 😀

    1. Seksualitas objectum? Cinta sama benda2 gitu ya? Hahahaha, enggak mungkin Kak, Kalau saya sayang sama benda2, si Leppi unyu2 ini enggak mungkin mati….T___T Pasti saya rawat baek-baek.

      Terima kasih sudah baca ya Kak! Mampir kembali :3

    1. Hahaha, iya, sudah tiga tahun kami bersama. Tapi karena keberingasan saya menggunakan barang-barang…. akhirnya dia…. *mewek*
      huks.huks.huks. Iya. semoga penggantinya bisa lebih seksi dari dia.

      Terima kasih sudah membaca ya Kak! 😀

  1. Ping-balik: [Coretan Dicta] Kage Bunshin no Jutsu! « Kata-Kata Dicta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s