[Pos Cinta #4] Untuk W

love letters cookes

Untuk W  yang tak akan pernah tahu,

Kupastikan, surat ini tak akan bertele-tele dan mengumbar banyak kata padamu karena waktuku yang kian menipis di penghujung Minggu ini—oh! Salahkan seluruh kegiatanku yang tak pernah mau berhenti barang sejenak.

Jadi, aku hanya ingin bilang, aku cinta kamu. Sudah lama, sebenarnya, sejak tahun-tahun yang kita lewati di sekolah dasar hingga kita terpisah di pendidikan menengah pertama sampai sekarang.

Aku memang mem-follow Twitter-mu, kita berteman di Facebook, bahkan aku dapat dengan mudahnya mengirim BBM. Tapi aku tak menggunakannya, aku tak pernah berani merangkai alasan bahkan hanya untuk mengucapkan ‘hai’ padamu.

Iya, aku pengecut. Sampai saat ini pun aku masih menjadi pengecut.

Tapi hari ini, akan kuambil secuil keberanianku, dan melalui surat ini aku ingin mengakui perasaanku padamu di depan khalayak umum–pengunjung blog-ku. Perasaanku yang tak pernah tersampaikan untuk cinta pertama yang kini telah memiliki cintanya sendiri.

Akhir surat untukmu W, sekali lagi aku tulis, aku cinta kamu.

I will move on, but my first love never dies.

Terima kasih telah memberikan perasaan ini padaku, karena hadirmu menjadikan masa mudaku begitu sempurna.

Dari aku,

Yang tak pernah berani mengaku

(Photo taken from: http://www.baking-in-heels.com/2012/01/love-letter-cookies.html)

20 pemikiran pada “[Pos Cinta #4] Untuk W

  1. Hai! (?)
    Astaga kak… Ini benar-benar surat cinta yang simple. Singkat tapi…
    Tak tau lah 😄 sukses banget, mengandung banyak makna dalam kalimat ini :

    “I will move on, but my first love never dies.”

    Yaaaaa 😀 dan realita yang mengumumkan bahwa dia punya cinta yang lain? Hem, kak! Kau akan mendapatkan yang lebih pantas dari dia 😄 Oke, kau pasti tau itu.

    Sekarang, mari kita move on kkk~ (?)

    1. Hai, Jisan! 😀
      Iya, dia udah punya pacar 😦 Cantik banget lagi pacarnya #jleb denger-denger sih udah lama mereka jalannya #makingalau.

      Iya, kita(?) harus move on! *berapi2*

      Terima kasih sudah membaca curcolan gaje saya ini ya. :3 Sering2 mampir! 😀

    1. Sebenarnya si W sendiri pun enggak kasih pengaruh baik atau buruk karena saya sendiri enggak pernah berani berinteraksi sama dia. Alih-alih ngajak ketemuan, seperti yang saya bilang, typing hai aja saya masih mikir2 untuk nyari alasannya. Well, kayanya secret admired itu lebih cocok ke saya. Hahaha. Maklum, First Love, mungkin banyak yang senasib sama saya.

      Terima kasih ya sudah baca tulisan saya Nirpita! 😀 Silakan mampir2 lagi.

      1. Sama-sama, tulisannya bagus sih, jadi saya seneng blogwalking di blog Kak Dicta.

        Tapi masa sih nggak ada pengaruh? Bukannya dengan suka atau terobsesi gitu bisa ngubah diri kita? Misalnya kita jadi suka sama hal yang dia suka, mau pelajarin minatnya dia, dll.

      2. Yah, ini agak memalukan sih, errr, saya bukan seorang pecinta yang berperan aktif sebagai stalker sampai2 mencari2 tahu semua hal yang disuka sama orang yang saya suka. Saya suka dia, sesederhana diri dia di mata saya.

        Saya enggak pernah memaksakan diri untuk menjadi seperti orang yang saya suka, saya kepengen jadi orang yang disukai seperti apa adanya saya tanpa di buat2. Gitu sih. Hahaha. Maaf ya Rita, agak melenceng dikit.

  2. Ping-balik: [Coretan Dicta] Cinta yang Melapuk | Kata-Kata Dicta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s