[Drabble] Empty

empty heart

Title                       :               Empty

Author                  :               Benedikta Sekar

Cast                       :

–          Harris Li (Harris Lim’s OC)

–          Wang Fei Fei (Miss A/JYP Enertainment)

Lenght                  :               Drabble – 527 kata

Genre                   :               Angst, Romance

Rate                       :               PG

Disclaimer           :

Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini, dalam bentuk uang mau pun materi. Semua cast bukan milik saya. Namun plot dan latar cerita murni dari imajinasi saya.

.0.0.0.

Secangkir kafein dan aroma lavender di ruangan ini bukan alasan Harris Li untuk menangis diam-diam dalam keheningan. Meski earphone di telinganya menyerukan suara digital Megurine Luka yang akhir-akhir ini menjadi playlist favorite-nya, ia masih saja merasakan kekosongan yang entah sejak kapan hadir tiap kali ia menatap wajah cantik itu.

Wang Fei Fei, gadis Mongoloid yang kini tengah memintal benang merah bersamanya, lebih memilih mematut perhatian pada lembaran kertas novel di tangannya ketimbang menyentuh gelas Macchiato-nya atau bahkan membuka pembicaraan. Pemandangan itu membuat Harris sangsi dengan tujuan Fei mengajaknya ke café yang telah menjadi tempat ribuan pertemuan mereka selama ini; tidak kah gadis itu lelah dengan semua ini?

Harris mendesah; kepalanya tiba-tiba saja terasa pening. Tubuhnya beringsut menenggelamkan diri pada tumpukan busa sofa, seraya melirik warna abu-abu yang tengah menggantung di langit kota Beijing.  Sejenak ia melamun, memikirkan semua hal yang telah terjadi di hidupnya.

Yah, tak terasa 15 tahun telah berlalu dengan begitu cepat di kota ini. Ia masih ingat ketika seluruh keluarganya terpaksa pindah ke kampung halaman ibunya di Beijing karena toko mereka habis dijarah akibat kerusuhan Mei 1998 di Indonesia. Begitu banyak luka batin yang Harris rasakan akibat tragedi itu,  namun, meninggalkan negeri tropis nan asri itulah sebenarnya luka terbesarnya.

Indonesia adalah bagian dari dirinya.

“Li…”

Harris tersentak ketika ia merasakan tangannya digenggam; secepat kilat ia kembali memandang gadis di hadapannya dan mendapati wajah itu kini teralih padanya.

“Kau memanggilku?” Harris menggantung earphone di tengkuknya dan membebaskan telinganya untuk mendengar.

“Kenapa kau melamun?” Fei malah balas bertanya; merasa tak penting menjawab petanyaan yang menurutnya bodoh itu.

Harris tersenyum kecut, kemudian menjawab dengan nada sinis, “Yah, karena kau mengabaikanku, tentu saja.”

“Hei, ada apa denganmu?” suara Fei meninggi, dilipatnya kedua tangan di depan dada sembari menyandarkan punggunya di sofa. “Kupikir masalah kita sudah selesai.”

Hening.

Diam adalah prioritas utama Harris sekarang; ia tak ingin mengulang pertengkaran besar mereka tempo hari yang nyaris membuat lima tahun hubungan mereka kandas begitu saja. Tapi, setelah pertengkaran besar itu, Harris justru menjadi sadar, mungkin saja berpisah adalah yang terbaik… bagi  mereka berdua.

“Katakan sesuatu, atau kau lebih suka aku pergi?”

“Hah…” Harris benci ancaman Fei. “Aku hanya melamun.”

“Tentang?”

“Indonesia.”

Kini giliran Fei yang terdiam. Harris tahu kalau Fei merasa heran; kenapa ia mengungkit kembali negeri yang sudah lama ia relakan. Namun, Harris tak senang berbohong, terutama berbohong pada Fei.

 “Ada apa dengan Indonesia?” tanya Fei setelah ia terdiam cukup lama.

Harris mencoba tersenyum, namun, menyuarakan kenyataan bukanlah perkara gampang. “Tiba-tiba saja aku teringat, dan kini, aku merindukan tempat itu.”

“Kau ingin ke sana?”

“Kau gila?” Harris tertawa sumbang. “Aku bisa dibunuh orangtuaku.”

Dahi Fei berkerut dalam, dan memandang Harris dengan pandangan penuh pertanyaan. “Lantas, kenapa sekarang kau tiba-tiba saja merindukan tempat itu?”

Untuk yang kesekian kalinya Harris bungkam; kembali bimbang dengan pilihan jujur dan bohong. Namun, kenyataan bahwa berbohong pada Fei adalah hal yang tabu, maka Harris pun menjawab apa adanya.

“Karena sekarang, aku tak punya siapa apa pun lagi untuk mengisi kekosonganku.”

Fei terpekur; Harris diam.

Secangkir kafein dan aroma lavender memang bukan alasan Harris menangis diam-diam dalam keheningan. Namun sekarang, Harris punya alasan untuk menangis terang-terangan dalam mengambil keputusan terbaik.

Fin.

Special For Harris Lim

(Photo taken from: http://www.flickr.com/photos/froggylady/galleries/72157626728213730)

21 pemikiran pada “[Drabble] Empty

    1. sebenarnya enggak luas-luas banget sih, kata2 itu pun sebenarnya sudah banyak banget yang pake. Cuman mungkin kakak jarang baca aja, hohohoh. Tapi tetap terima kasih ya Kak, sudah berkenan membaca :3

  1. Dictaa, kayaknya semua yang kamu ceritain itu enggak ada yang enggak bagus, yang pendek-pendek sekalipun, termasuk yang ini: pendek tapi ngena[?] banget~

    Dicta suka Megurine Luka? Daku sukanya Gumi (enggak ada yang nanya -_-v)

    1. Hahahaha, sebenarnya bukannya pendek-pendek tapi ngena sih, saya itu emang enggak bisa nulis panjang2! Hahahaha 😛 makanya paling banyak menulis cuman 3-5 lembar.

      Eh, saya baru-baru ini aja kok suka vocaloid. Gumi itu vocaloid juga?

      Terima kasih sudah mau mmebaca tulisan saya ya 😀 Sering2 mampir loh DS!

      1. Uwoh, daku mah sering pake banget mampir ke blog kamu 😀

        Iya, Gumi itu juga Vocaloid, tapi kayaknya enggak begitu terkenal kayak generasi-generasi pertama yang sekelompok sama Miku, Kaito, Len-Rin, Kamui, atopun Luka ^^

      2. Wah, hehehe, makasih yaaaa! 😀

        Ohh, tahun berapa debutnya? 2012? Aku enggak begitu ngeh sih sama vocaloid, temenku yang cowok sukanya sama miku doang, jadi di lepi dia semua lagu miku. Kalau aku emang pas suka dengerin lagu luka akhir2 ini. hahaha. lagunya yg just be friend ver. Clear itu keren gila.

      3. Whoa, clear-kuuun, utaite yang satu ini emang suaranya cakep banget >< [cuman sayangnya dia nggak bagus kalo scream]. Coba dengerin 『Just be Friends』 versinya Gero, atau 『glow』 versinya ぐるたみん (Glutamine), mereka berdua bener-bener the best utaite-screamers yang pernah daku tau di NND (n_n)b

      4. Iya, dia jelek kalau teriak. Baru dengar albumnya yang Dearest II sih, nyaris semuanya melow-melow dan saya super suka. hahaha. Wah, ternyata utaite itu banyak ya, nanti saya coba carcing-carcing. Hehehehe. Makasih banyak ya atas informasinya 😀

  2. halo. aku reaers baru hehe salam kenal ya!:)
    pertama kali dtg ke blog ini aku langsung suka, gatau kenapa hahaha. tapi aku dateng kesini ga langsung baca, malah keliling2 dulu 😄 sampe akhirnya nemu fanfic yang castnya wang fei fei wahh langsung deh tertarik baca!
    drabble yang bagus, konfliknya dapet trs pas ngebayangin suasananya juga ngerti. daebak deh! keep writing ya!

    1. Halo, Kak Sweetblossom, boleh saya panggil apa ini? Terima kasih sudah berkenan mampir ke blog saya 😀 wah, senangnya akhirnya tulisan saya dibaca. Hihihihi. Be free untung keliling-keliling dan bongkar blog saya loh Kak, hehehe. Dibaca aja saya udah senang kok 😀

      Terima kasih sudah bersedia untuk mampir dan menjejak kata. Silakan datang kembali 😀

    1. Halo! Terima kasih sudah datang berkunjung dan berkomentar ya! Maaf ya lama membalas komentar Kakak, sedang dalam masa2 persiapan Ujian. Hehehe. Semoga tulisan saya menyenangkan ya Kak! Silakan datang kembali!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s