Diposkan pada Corat-Coret Dicta

[Coretan Dicta] How’s Your Hiatus, Dict?

Awesome!

Ketika aku memutuskan untuk mengambil ‘cuti’ atau hiatus dari dunia per-blog-an, aku benar-benar melakukannya. Aku berhenti menyentuh keyboard netbook-ku; aku mengabaikan PR Poetica yang menumpuk (maaf Kak Teguh!), aku tidak mengerjakan request-an temanku (maaf Zen!), aku tidak memikirkan plot cerita di kepalaku, aku tidak melakukan apa pun yang berbau menulis. Ya, aku berhenti menulis!

Kenapa aku melakukan hal itu? Simple sih jawabannya: aku kepengen nge-refresh otak! Selain kesibukan sekolah yang menuntut kefokusanku, aku pun mulai jenuh dengan perihal tulis menulis. Aku capek dengan plot cerita baru yang meletup-letup di kepalaku, aku capek dengan rasa tertekan karena tulisan-tulisan yang belum selesai, aku capek dengan segala tetek bengek EYD yang harus diperhatikan, aku capek menulis karena lama kelamaan hobi itu mulai mengambil alih seluruh duniaku. Aku cuapeks.

Well, bukannya aku enggak suka nulis lagi sih—aku masih suka nulis kok, suka banget malah—buktinya aku masih setia ngecek blog, nge-share link-link tulisan lama di Twitter, dan lain sebagainya; meskipun hiatus. Lantas, kenapa kamu capek nulis, Dict?

Jadi gini, aku yang masih remaja ababil ini, ternyata belum bisa mengatur waktu 24 jam yang dikasih Tuhan dengan efisien. Selama aku mengembangkan blog ini, di otakku nyaris 80% hanya memikirkan bagaimana caranya agar tulisanku cepat-cepat selesai lalu di-posting dan visitor-ku semakin menanjak. Ah… aku selalu memikirkan dunia ini; aku benar-benar cinta dunia literasi.

Tapi karena kecintaanku itulah, ternyata aku semakin lama semakin melupakan dimensi kehidupanku yang lainnya. Aku jadi enggak terlalu giat belajar, begadang malam-malam  hanya untuk menyelesaikan tulisan, jarang bantu-bantu di dapur, dan lain sebagainya. Somehow, aku justru berpikir kalau diriku ini useless. Untuk apa aku punya blog yang bagus, tapi di kehidupan nyata aku ternyata tak bisa melakukan apa-apa? Maka, aku memutuskan untuk berhenti menulis untuk sementara waktu.

Nah, selama hiatus, aku ngapain aja sih? Hihihi. Aku melakukan banyak hal menyenangkan yang selama ini belum pernah dilakukan. Salah satunya memasak. Selama ini aku paling anti yang namanya ke dapur, well, kalau ke dapur buat ngambil makanan sih paling cepet. Hahaha. Tapi soal meracik bumbu, potong ayam, goreng-menggoreng, dan lain sebagainya? Aku hands up; agak trauma dengan minyak panas, dan percaya jika aku berani pegang pisau, itu sama aja kayak mencoba untuk memotong jariku sendiri. I’m the worse deh.

Tapi akhirnya, aku memberanikan diri untuk menjamah tempat itu. Berbekal dengan resep ayam asam-manis yang kudapat dari acara masak-masak kelas, aku coba untuk mengaplikasikan resep itu di rumah. Pagi-pagi aku pergi ke pasar—bareng eyang putri dan adik sepupuku—untuk beli semua bahan yang aku perlukan. Selama berbelanja di pasar, yang kebetulan hanya berjarak seratus meter dari rumah, eyangku enggak kasih petuah apa pun. Dia ngebiarin aku beli semua yang kau mau beli, sampai akhirnya… semua terbongkar saat aku bekerja di dapur.

Eyang putri cerewet banget! \(-__-”\)(/”-__-)/

Demi apa, beliau 10 kali lebih cerewet dari biasanya saat di dapur. Semua yang aku lakukan serba salah, ini salah-itu salah, ujung-ujungnya prepare ration buat masak ya eyang yang bikin. Aku cuman ngelongo, tinggal masaknya doang. Tapi ya, bantu-bantu juga sedikit, setidaknya aku sukses memotong bawang bombai tanpa mengiris tanganku sendiri. Hahaha.

Ini dia eyang putriku, cantik kan ya? Saya cerewet *ditimpuk*
Ini dia eyang putriku, cantik kan ya? Saya cerewet *ditimpuk*

Setelah memasak, aku ngapain? Aku traveling bareng adikku ketika liburan kelas XII yang sedang menjalani UN. Yah, enggak bener-bener traveling sih, tujuannya cuman ke Palangkaraya—yang hanya memakan waktu 4 jam perjalanan—lebih bisa disebut vacation ketimbang traveling. Lagian kami nginap di rumah tante, jadi sama sekali enggak kerasa traveling. Atau emang itu sebenarnya bukan traveling, karena aku aja yang nganggap kayak gitu? Hahaha. Bodo ah, yang penting jalan-jalan.

Selama jalan-jalan di Palangkaraya, aku meninggalkan laptop-ku ter-cayang di rumah. Jadi, aku enggak nulis sama sekali dan bebas ngapa-ngapain tanpa perlu tertarik untuk menarikan jemari di atas keyboard. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah SMP-ku, aku kepengen ketemu sama guru-guru lamaku terutama Bu Sisil, guru bahasa Indonesia-ku dulu. Tapi sayang, aku enggak ketemu sama beliau karena beliau masih cuti. Jadi, ya udah, aku mejeng-mejeng aja di sana sambil melototin anak-anak baru (aku mantan kakak tergalak waktu MOS di SMP). Hahaha.

Abis dari SMP, besoknya aku janjian sama sahabat-sahabat ‘menggila’-ku di SMP dulu. Ada Sonia Luice Andreta, Dea Monica Lotama, sama Olvie Leonita; minus Tamara Putra yang enggak bisa gabung gara-gara sekolah di Malang. Kami janjian di mall jam 2 siang buat nonton, cuman sayangnya, si Sonia enggak bisa ikutan nonton karena ada kesibukan jadi dia gabung sama kami pas lagi ngobrol ngalor-ngidul di Café Ice Cream.

Dari kiri ke kanan: Sonia, Dea (berdiri), dan Olvie :D
Dari kiri ke kanan: Sonia, Dea (berdiri), dan Olvie 😀

Wah, seru banget deh reuniannya! Kita-kita ngomongin semuanya! Tapi kebanyakan ngomongin soal SMP dulu dan mengenang masa-masa itu sih. Dulu kita pernah di hukum bareng-bareng di tengah lapangan, terus suka nyanyi korea-koreaan, hang out bareng, dan lain sebagainya. So far, masa SMP-ku masih jadi yang paling keren bagiku; soalnya di SMA-ku sekarang susah sih yang ngalamin kayak gitu, lebih baik memikirkan tugas dan PR ketimbang ‘main-main’.

Setelah reunian hari itu, besoknya aku harus bertolak kembali ke Banjarmasin. Aku memang merencanakan perjalanan ini enggak akan lama, cuman untuk refreshing sesaat; mengingat masih banyak tugas yang harus aku selesaikan di rumah—oh, Smaven-ku tercinta *pasang bom di sekolah—aku pun tak bisa memiliki liburan yang menenangkan karena harus memikirkan PR.

Setelah liburan UN beres, aku dan teman-teman sekelas ternyata disambut dengan  kegiatan memeringati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, kegiatan yang dilaksanakan adalah pentas seni. Nyatanya, salah satu alasan aku tidak memiliki liburan yang menyenangkan adalah aku harus mengerjakan naskah kabaret yang akan kelas kami tampilkan di pensi nanti *doeng. Padahal, aku kan lagi hiatus, otak menulisku macet dan aku percaya enggak bakal ada ide-ide keren yang bermunculan di kepalaku. Alhasil, aku tak bisa menyelesaikan naskah tepat waktu dan akhirnya meminta salah seorang temanku—Rizky Dyah Paramita—yang kebetulan penggiat dunia literasi juga untuk ngebantuin aku menyelesaikan naskah kabaret.

Sayangnya, naskah duet kami itu ternyata tidak jadi digunakan. Karena konflik yang complicated dan waktu latihan kami yang singkat, otomatis temen-temen sekelas memutuskan untuk mengganti cerita dengan yang lebih simple. Well, mengingat kecepatan menulisku tak ubahnya seperti siput yang lagi keseleo (okay, aku tahu kalian bosen dengan perumpamaan ini, tapi aku enggak tahu lagi perumpamaan yang lain. Ada saran?) akhirnya aku memutuskan untuk menghibahkan tugas menulis naskah pada Mita. Meski awalnya kelihatan ogah-ogahan, tapi Mita akhirnya mau dan mengerjakan keseluruhan naskah hanya dalam waktu satu jam… Iya! Satu jam! Naskah yang aku enggak bisa tulis dalam waktu seminggu bisa dia kerjakan dalam waktu satu jam! *pingsan* suprise banget. Itu cewek emang cepet banget kalau disuruh nulis, idenya pop up gitu, sekali kedip langsung nulis. Errrmh, ngiri… sumfah ngiri (“– 3 –)/.

Ini dia si Mita, mukanya emang sengaja dibuat enggak kelihatan biar misterius... XD
Ini dia si Mita, mukanya emang sengaja dibuat enggak kelihatan biar misterius… 😄

Akhirnya, pensi dilaksanakan, dengan berbekal latihan yang hanya satu hari (iyeeee, satu hari!) kami bisa menunjukkan penampilan yang sebisa mungkin kami maksimalkan. Hahaha. Yah, menurutku sih enggak begitu mengecewakan, emang tujuan kami enggak jadi juara kok. Kepengen seru-seruan aja, kenangan terakhir sebelum naik kelas tiga dan dicekokin sama segala tetek bengek ujian nasional. Meski enggak menang, hihihi, kami senang kok.

Setelah kegiatan pensi, aku pikir aku bisa melanjutkan tunggakan tulisanku, tapi ternyata, sekolah dan berbagai kegiatan masih saja mencekikku. Selain persentasi Biologi dan ulangan di sekolah, ternyata gerejaku mengadakan kegiatan untuk orang-orang muda—yang umurnya kira-kira sepantaran anak SMP dan SMA—jadi mau enggak mau aku harus ikut kegiatan yang bertajuk ‘Leadership 01: Orang Muda Katolik’ itu.

Kegiatan Leadership ini dilaksanakan selama tiga hari, singkatnya, acaranya sangat menyenangkan. Banyak dapat temen, ada yang lirik-lirikan, ada yang cinlok dan lain-lain. Hahaha. Koko dan cece panitianya juga baik (di gerejaku mayoritas etnis Cina, jadi jarang ada yang manggil orang yang lebih tua itu kakak, hehehe) mereka benar-benar bekerja keras untuk acara yang tak dipungut biaya ini. Tapi  pada hari terakhir, ada satu hal yang membuatku dan semua peserta di acara itu syok dan kaget bukan kepalang.

Sebelumnya, panita sudah menyuruh kami untuk membawa bekal dari rumah. Aku sendiri rela bangun pagi-pagi, pergi ke pasar untuk beli bumbu rancik dan masak. Aku pikir, bekal itu akan dimakan secara ‘normal’ untuk makan siang nanti. Tapi ternyata…

Kami disuruh mencampurkan semua makanan kami ke dalam satu tempat! Entah itu nasi goreng, nasi putih, pecel, sayur, mie, ayam, telur, dan lain-lain. Awalnya keinginan panitia mencampurkan semua makanan dari tiap peserta di sebuah ember, tapi akhirnya diperkecil lagi hanya dalam setiap kelompok yang beranggotakan 8-9 orang. Makannya pun enggak boleh pake sendok, harus pake tangan… Errrmh, bisa kebayangkan rasanya? Enek? Lumayan. Tapi karena kami semua kelaparan, makanan seperti apa pun juga terasa enak. Hahaha.

Awalnya nasi gorengku seperti ini...
Awalnya nasi gorengku seperti ini…

 

Akhirnya saat mau masuk ke mulut malah jadi kayak gini... --__--" #errrmh
Akhirnya saat mau masuk ke mulut malah jadi kayak gini… –__–” #errrmh

Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan sedarkan kami pada sesama. Banyak orang-orang tidak mampu, gelandangan dan tunawisma, yang makan dari sisa makanan kami; entah itu dari bak sampah atau tempat-tempat lagi. Maka dari itu, agar kami dapat merasakan hal yang sama, dan mengerti arti dan pentingnya bersyukur, kami pun diminta makan dengan cara seperti itu.

Dulu, koko-koko panitianya saat di camp pemuda Katolik merasakan yang lebih parah. Makanan mereka diletakan di sebuah ember besar dan di campur menjadi satu, dan cara makannya? Hehehe, langsung dari mulut… Errrh, ( -__-“) Tolong, jangan bayangkan, aku aja enek nulis ini.

Akhirnya, acara ini di tutup dengan misa bersama di gereja, dan memberikan kenangan yang sangat keren. Aku berharap acara ini bisa diadakan setiap tahun, sehingga banyak orang muda Katolik yang tergerak untuk turut aktif di gereja mau pun di komunitas.  

Fuuh, jadi… segitu aja hiatus kamu, Dict? Yup, segitu aja. Pengen aku hiatus lagi? Hahaha. Dalam waktu dekat sih enggak, aku tahu kalian kangen berat sama tulisan aku *dirajam*. Hiatus ini kasih banyak pelajaran dan kesenangan buatku. Mungkin di masa depan aku bakal sering-sering ngambil hiatus, karena hiatus sebegini menyenangkannya. Untuk kalian para blogger, mungkin bisa mencoba ngambil hiatus juga. Coba aja untuk berhenti memikirkan blog kalian dan menikmati hidup kalian tanpa blog, tapi untuk mereka yang merasa hidup adalah dunia per-blog-an mungkin akan agak sulit untuk melakukannya. Hehehe.

Akhir kata, dengan posting-an ini aku menutup masa hiatusku. Sebenarnya, aku masih punya banyak banget kesibukan, jadi mungkin posting-an selanjutnya akan terbit bulan Juni. Mengingat, bulan ini aku persiapan UAS, dan awal Juni adalah UAS-nya. Selain persiapan UAS, aku pun diajak sama beberapa temanku untuk berlomba; lomba cipta puisi dan debat bahasa Indonesia. Jadi aku bakal fokus ke sana dulu dan ‘sesaat’ meninggalkan blog. Tapi aku janji, bakal kembali nulis di sela-sela waktu.

*Buing! Buing!* o(^O^)o

 

_____________________

A/N:

Aku punya beberapa tulisan yang aku buat untuk teman-teman SMP-ku di blog ini. Kalau kalian belum pernah baca, silakan baca ya:

Dhea Monika Lotama= I Found You

Olvie Leonita = Boring Guy

Tamara Putra = Surat 31 Mei

Sonia Luice Andreta= Loving You Was Red

Oh ya, Mita juga punya blog, kalian bisa mampir ke blognya 😀 link: http://kalimatsipemula.blogspot.com/

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

18 tanggapan untuk “[Coretan Dicta] How’s Your Hiatus, Dict?

  1. Halo lagi Kak.. hoho.. ternyata dirimu abis hiatus ya, berapa lama? Soalnya aku hiatus UN dari bulan Desember kemaren berdampak sangat besar, yaitu diksi-ku jadi amat kaku nan amburadul, dan sampai sekarang belum pulih #okeiniberlebihan 😄

    Betewe, itu kegiatan campur2 makanannya kaya acara kemah pramuka-ku kemaren, tapi untungnya gajadi.. Huehehe.. xD

    Udah ya kak, bingung mau komen apa lagi. Thathaaa~

    1. Halo kembali, Dear! *suguhin teh*
      Iya, saya abis hiatus, hehehe. Kepengen menangkan diri selama sebulan sebelum akhirnya kembali lagi 😀
      Ah, mau tips enggak biar sense nulisnya balik lagi?
      1. Baca banyak-banyak: buku, komik, blog, atau tulisan lama kamu. Percaya deh, setelah baca bakal banyak ide-ide dan kata-kata yang bertebaran di kepala
      2. Try to writing! Tulis aja semua yang kepengen kamu tulis 😀 Entah itu jelek atau bagus, tulis sampai selesai atau enggak. Bukan masalah :d
      3. Kalau masih stuck, ulangi langkah 1 dan 2 sampai kamu terbiasa lagi menulis. Hahahaha.
      Maaf enggak membantu, mungkin terdengar asal-asalan, tapi it works to me 😀

      Baiklah, dadaaaah! silakan datang kembali yaaaa!

  2. Dik, theme yg ini kurang enak diliat daripada theme yg kemaren. Yg ini keliatan lebih sempit point of viewnya. *kritik dikit ya* 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s