Diposkan pada Resensi Buku

[Resensi Buku] Sesuatu yang Tertunda – Sky Nakayama

Sesuatu yang Tertunda novel sky nakayama

Judul                     : Sesuatu yang Tertunda

Penulis                 : Sky Nakayama

Penerbit              : Plot Point Publishing

Terbit                    : April, 2013

Tebal                     : 207 Halaman

Rate                       : 4/5 Bintang

Harga                    : Rp 39.000 ,-

“Sempurna itu milik Tuhan, Ya.  Kamu, aku, kita semua memiliki kekurangannya masing-masing. Karena itulah kita bertemu orang lain, untuk menemukan orang-orang yang bisa melengkapi kekurangan kita, sembari belajar untuk menerima serta memaklumi kekurangan yang mereka punya. That’s How life works.” – Alina to Aria, Sesuatu yang Tertunda, halaman 77

Yey! Kutuntaskan novel ini dalam dua hari karena ingin buru-buru membuat resensinya. Hehehe. Dan bukunya emang benar-benar tidak mengecewakan kok! 😀

Buku ini menceritakan hubungan antara Alina, Aria, dan Arian yang merupakan tetangga. Aria dan Arian adalah saudara yang memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Arian yang lebih tua memiliki pembawaan yang supel dan hangat sedangkan adiknya Aria berkebalikannya, ia begitu kaku dan lebih terkesan jutek. Namun, kakak beradik ini tetap memiliki jiwa persaudaraan yang sangat erat dan baik; termasuk soal wanita.

Maka, munculah Alina, gadis ceria yang baru saja pindah ke sebelah rumah mereka. Alina memberikan warna tersendiri pada hidup kedua pria bersaudara ini, terlebih bagi Aria yang baru saja menemukan dirinya hancur saat ditinggal kawin pacarnya. Sementara itu Alina yang kehilangan sosok seorang kakak pun dapat menemukan dirinya terlindungi saat bersama Arian dan Aria, lalu sosok sahabat lamanya yang bernama Dio pun muncul kembali secara mengejutkan dan melengkapi hari-hari Alina.

Sampai pada akhirnya, saat cinta telah merekah dan perasaan terpaku erat-erat. Rahasia di masa lalu merusak seluruh kebahagiaan. Mau tahu apa rahasianya? Baca aja bukunya! 😛 Hahaha.

Beberapa poin plus di buku ini adalah penerbit Plot Point sepertinya cukup menunjukkan profesionalitasnya sebagai penerbit dengan memberikan cover, ilustrasi dan penjilidan yang apik sehingga sedap dipandang, dibaca dan disimpan; berbeda dengan buku kumcer yang sebelumnya kuresensi (red. Siwon Six). Selain peran penerbit yang bagus, gaya bahasa dan tema cerita tentang rahasia di masa lalu menjadi poin tambah bagiku, great job deh!

Tapi sebagus-bagusnya cerita, pasti ada kurangnya juga kan ya?

Kurangnya dari buku ini salah satunya adalah banyak sekali kebetulan-kebetulan. Kebetulan banget Alina jadi tetangga Arian dan Aria, kebetulan banget Dio jadi barista baru di Blue Valvet (café tempat Alina bekerja), kebetulan banget Aria ketemu mantannya di festival, kebetulan banget Alina menemukan kalung abangnya di rumah Dio dan sebagainya-dan sebagainya. Menurut kacamata pembaca awam (yang kebetulan sedikit gila), kebetulan-kebetulan dalam sebuah cerita memang diperlukan namun jika kebetulan-kebetulan itu terjadi berkali-kali… emmmh, lumayan bikin jenuh gitu. Jadi, enggak ada kejutannya sama sekali.

Selain banyaknya kebetulan tersebut, anti-klimaks dan penutup dari novel ini terkesan cepat dan terburu-buru sehingga gak berasa. Di lembar-lembar terakhir aku nyaris baca skimming karena feel ending-nya kurang nendang (mungkin pengaruh waktu dan otak saya yang lagi error juga sih). Ada sesuatu yang kurang, klimaksnya enggak begitu nyampe dan anti-klimaksnya enggak berasa, intinya sih gitu. Sayang banget di esekusinya ini, seandainya bisa lebih lagi, aku gak segan-segan kasih bintang sempurna. Hehehe *dijitak kak Omi*.

Nah, segitu deh resensinya, jadi saya kasih 4 bintang untuk buku ini. Minus satu bintang karena ‘kebetulan-kebetulan’ dan esekusinya yang kurang. Selebihnya, buku ini benar-benar cocok untuk menemani kalian di waktu-waktu senggang dan mampu memaksa kalian rela begadang untuk menyelesaikan buku ini, seperti aku. 😀

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s