Diposkan pada Chaptered, FanFiction, Friendship, Romance, Slice of Life

[Chaptered 2/2] The Stories of 31 May: Haengbok

hyunseung

Title                       : Haengbok

Author                  : Benedikta Sekar

Cast                       :

–          Jang Hyun Seung (Beast/Cube Entertainment)

–          Jang Hyun Ra (Tamara Putra’s OC)

–          Ok Taecyon (2PM/JYP Entertainment)

Lenght                  : Chaptered

Genre                   : Romance, Slice of Life, Friendship

Rate                       : G

Disclaimer           :

Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini, dalam bentuk uang mau pun materi. Semua cast bukan milik saya. Namun plot dan latar cerita murni dari imajinasi saya.

***

Jang Hyun Ra ingin sekali membalik meja makan mewah di hadapannya ini sekuat tenaga dan akhirnya merusak hari yang menurutnya sudah buruk sejak matahari terbit.

Dasar suami tak berperasaan!

Hyun Ra melirik sinis pada pria yang tengah duduk di sampingnya—tertawa sangat lebar kepada kolega-kolega kerjanya yang duduk di sekitar mereka. Suasana meja makan sangat ramai, petinggi-petinggi perusahaan sangat menyukai suaminya itu; entah karena ia muda dan cerdas atau karena sangat pandai membuat joke. Ah, Hyun Ra tak peduli, yang ia tahu hanyalah hari ini akan menjadi hari terburuk sepanjang tahun ini.

 “Ya, Jang Hyun Seung,” Hyun Ra memanggil nama lengkap suaminya dengan nada sinis sementara jemarinya meremas ujung gaun malamnya yang berwarna pastel di bawah meja karena jengkel. “Kau tahu kan hari ini tanggal berapa?”

“Tanggal 31 Mei ‘kan?” jawab Hyun Seung tanpa melihat ke arah Hyun Ra, perhatiannya tertuju pada CEO perusahaannya yang tengah menceritakan koleksi cerutu terbaiknya dari seluruh dunia.

“Benar sekali, lalu?” Hyun Ra tetap kukuh mengorek ingatan suaminya tentang hari ini.

“Lalu, apa?” bukannya menjawab, Hyun Seung justru malah balas bertanya, hati Hyun Ra semakin geram dibuatnya.

“Sudahlah, lupakan saja…” kata Hyun Ra akhirnya, menyerah dengan tindak tanduk suaminya yang menjengkelkan dan kembali berkutat dengan steak di hadapannya.

Hyun Ra akan menghajar suaminya itu setibanya di rumah.

 

***

“Apa? Kau akan pergi ke after party?”

“Yup, semua teman kantorku pergi, jadi mau tak mau aku juga ikut,” jawab Hyun Seung tenang tanpa beban.

“Kau tidak ingin melakukan sesuatu selain itu?” tanya Hyun Ra harap-harap cemas, ia masih tak menyangka suaminya melupakan hari ini.

“Memangnya apa yang harus aku lakukan?” Hyun Seung kembali balas bertanya, dan tanpa peduli istrinya menjawab atau tidak, pria itu lantas masuk ke dalam lift di susul Hyun Ra, dan memencet nomor lantai tempat klub malam berada—peruasaan Hyun Seung mengadakan acara makan malam di sebuah hotel ternama.

Ting!

Pintu lift terbuka dan ingar bingar electro song yang mengalir dari seorang Disc Jokey menyapa pendengaran pasangan itu. Suara Hyun Ra yang ingin menyatakan protes langsung tertelan kembali saat suasana berisik itu menampar telinganya. Buru-buru ia mengikuti Hyun Seung memasuki ruangan penuh lampu warna-warni itu karena ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi belum sempat Hyun Seung membawa Hyun Ra ke counter minuman, seseorang menyeret pria itu untuk bertemu dengan beberapa kenalannya.

“Tunggu aku di counter, pesan apa saja, aku akan kembali secepatnya,” kata Hyun Seung sebelum benar-benar menghilang ditelan kerumunan orang yang tengah bergoyang mengikuti irama musik.

Hyun Ra hanya dapat menghela napas panjang, dengan hati-hati ia berjalan menuju counter minuman dan mendapati dirinya duduk sendirian di sana. Hanya beberapa orang yang tengah menikmati minuman karena kebanyakan dari mereka lebih memilih menghabiskan malam ini di lantai dansa.

Wanna have a drink, Miss?” seorang bartender berwajah Kaukasoid menyapa Hyun Ra untuk menawarkan pesanan, tapi dengan cepat wanita itu menggeleng.

Water please, I can’t drink right now,” kata Hyun Ra yang di sambut anggukan ramah dari bartender itu. Nice person, puji Hyun Ra dalam hati saat pesanannya langsung tersedia di hadapannya.

Happy birthday, Nyonya Jang!”

Deg.

Hyun Ra terkesiap saat kalimat yang ia tunggu terlontar dari mulut suaminya sedari pagi menyapa telinganya, namun saat ia berbalik dengan senyum yang lebar dan harapan-harapan akan kejutan, ternyata bukan wajah Jang Hyun Seung yang tertangkap oleh matanya.

“Hei, kenapa wajahmu langsung berubah jelek seperti itu?”

I hate you, Ok Taecyon,” sembur Hyun Ra sembari kembali menghadap gelas air putihnya.

Pria bernama Ok Taecyon itu langsung mengambil tempat duduk di samping Hyun Ra dan memberi wanita itu segelas Vodca. “Kado untukmu dariku,” kata pria itu lalu tersenyum. “Semoga panjang umur ya.”

Mendengar doa dari sahabatnya semasa kuliah di Boston itu, mau tak mau bibir Hyun Ra tertarik ke atas, setidaknya ada sedikit hal baik yang terjadi hari ini. “Thank’s, but sorry, aku tidak bisa minum sekarang.”

“Jangan bercanda, aku tahu kau suka Vodca, Russian Girl!” sahut Taecyon, sembari mendorong gelas berisi Vodca mendekati Hyun Ra.

I can’t, Dude, I have a reason!” balas Hyun Ra lalu memanyunkan bibirnya.

Okay, okay…” Taecyon menarik lagi minuman pemberiannya. “Sebenarnya aku ingin mengirimimu e-mail ucapan selamat ulang tahun sejak pagi, tapi ada banyak hal yang harus kukerjakan. Untunglah aku bertemu denganmu di sini,” jelas Taecyon tanpa diminta.

It’s okay, kauingat tanggal ulang tahunku saja aku sudah senang,” Hyun Ra tersenyum getir, tiba-tiba saja ia teringat akan Hyun Seung, suaminya, yang melupakan hari ulang tahunnya. “Ngomong-ngomong, kenapa kau ada di sini?” imbuhnya buru-buru sebelum Taecyon menertawakannya karena menangis tiba-tiba.

“Ingin menenangkan diri,” jawab Taecyon sambil tertawa hambar. “Kau sendiri?”

“Makan malam dengan petinggi perusahaan Hyun Seung dan sekarang ia dipaksa mengikuti after party di sini,” jawab Hyun Ra apa adanya.

“Jadi, kau ingin menenangkan diri dari pekerjaanmu atau ada alasan lain?” imbuh wanita itu lagi; mengisi pembicaraan.

A girl troubled me,” jawab Taecyon cepat.

You mean… a women?”

No, a girl, she just teenager.”

Don’t be kidding me! You’re a pedophilia?” Hyun Ra berseru dengan mata membulat.

I’m not!” bantah Taecyon tak kalah nyaringnya. “Gadis itu menyukaiku tapi aku…”

Don’t dare you say that you like her too,” sambung Hyun Ra buru-buru dan Taecyon hanya menanggapinya dengan desahan panjang, “Damn, you like her.”

I’m not sure,” balas Taecyon buru-buru, “Gadis itu selalu mengganggu dan membuat hariku akhir-akhir ini tak tenang. Ia bisa muncul kapan saja, di mana saja, dan pada kondisi seperti apa pun; benar-benar menjengkelkan dan selalu membuatku marah. Tapi akhir-akhir ini…” Taecyon menandaskan Vodca di hadapannya dalam sekali tegukan, sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya, ”gadis itu menghilang, ia tak lagi melakukan hal yang biasanya ia lakukan dan aku… merasa aneh.”

Hyun Ra hanya tertawa kecil, menemukan nostalgia masa lalu dalam masalah sahabatnya itu. I used to be like that, bisik Hyun Ra dalam hati. Ia masih ingat masa-masa dirinya dan Hyun Seung  pertama kali saling mengenal; Hyun Ra benci pria berisik itu. Hyun Seung adalah pria yang menggantungkan hidupnya pada  hal-hal imajiner, suka sekali bertindak aneh dan kadang kala mengiriminya surat-surat yang diyakini pria itu adalah hal paling romantis di muka bumi ini. Tapi dengan segala kegilaan yang Hyun Seung berikan di hidupnya, pria itu berhasil membuatnya benar-benar gila saat tak dapat menerasakan kegilaan yang diciptakannya.

Calling! Calling! Calling!

Taecyon buru-buru meraba saku jasnya saat mendengar suara handphone-nya berdering, dan saat melihat siapa yang memanggilnya, pria itu tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. “Aigo[1], malam-malam begini?”

Who’s calling?” tanya Hyun Ra penasaran.

That girl,” jawab Taecyon singkat, lalu secepat kilat berlari keluar dari keramaian klub tanpa mengucapkan selamat tinggal pada Hyun Ra.

Hening merambat di pikiran Hyun Ra; sepeninggal Taecyon wanita itu tak tahu apa yang harus ia lakukan selain menatap gelas air putihnya hampa. Seandainya sahabatnya itu menemaninya sedikit lebih lama lagi, ia mungkin tak sendirian memarut waktu hingga hari berganti lewat tengah malam nanti.

Hari ini terlalu menyebalkan untuk dijalani.

***

Mianhae, mereka menahanku terlalu lama di sana. Apa kau menunggu terlalu lama?”

Itu hal pertama yang Hyun Seung Katakan saat ia kembali dari kesibukannya melayani teman-teman kantornya dan Hyun Ra hanya menjawabnya dengan anggukan singkat. “Apa kau sudah selesai? Bisakah kita pulang sekarang?” tanya Hyun Ra tak bersemangat, ia sudah lelah berharap kalau Hyun Seung mengingat hari ulang tahunnya. Jadi yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah kembali ke rumah dan tidur; berharap tanggal 31 Mei tak pernah ada.

“Kita masih punya waktu beberapa menit sebelum tengah malam,” kata Hyun Seung sembari merapatkan tubuhnya apa Hyun Ra lalu mengecup pipi istrinya itu penuh sayang—rusuh suara musik yang menghentak tak mempengaruhi dunia yang pasangan itu miliki berdua, “Hari ini belum berakhir, ‘kan? Aku masih punya waktu untuk bilang…

Saengil Chukae, Yeobo…[2]

Hyun Ra mengerjap, tak menyangka kalau Hyun Seung akhirnya mengucapkan kalimat itu. Tiba-tiba saja pandangannya kabur oleh air mata, Hyun Ra menatap suaminya yang sedang menyengir jahil dengan mata berkaca-kaca. Tubuhnya lemas, hatinya pun begitu.

“Mana mungkin aku lupa hari ini,” kata Hyun Seung sembari merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna putih gading dari sana. “Ini suratku tahun ini, aku tak tahu dengan cara apa aku dapat memberikan surat ini agar berkesan untukmu. Jadi, menikmati wajah frustasimu karena mengira aku lupa hari ulang tahunmu ternyata memberi hiburan tersendiri bagiku. Hehehe, bukalah.”

Dengan perasaan campur aduk—entah ia harus marah, menangis, atau bahagia sekarang—Hyun Ra mengambil amplop itu dan membaca isi surat itu.

Haengbok[3].

Dahi Hyun Ra berkerut, menatap selembar kertas yang hanya bertuliskan satu kata itu bingung.

“Nyonya Jang,” Hyun Seung memanggil Hyun Ra lembut dan mendapatkan perhatian wanita itu, “Terima kasih telah lahir di dunia ini dan bertemu denganku; rela menerima diriku yang seperti ini dan menikah denganku; untuk setiap detik yang kaubagi untukku tanpa pamrih juga untuk setiap hal yang terjadi di rumah tangga kita. Aku…

bahagia telah jatuh cinta padamu.”

Air mata Hyun Ra tak dapat dibendung lagi, digenggamnya surat penuh kebahagiaan itu erat-erat saat tubuhnya tenggelam dalam pelukan Hyun Seung. Ia ingin marah pada suaminya itu, ingin sekali. Tapi untuk sekarang, dengan diselimuti hiruk pikuk klub malam dan pandangan aneh orang-orang di sekitar mereka yang terasa seperti ilusi.

Hyun Ra ingin menikmati detik-detik terakhir 31 Mei dengan penuh kebahagiaan.

Fin.

_______________

Dicta say to Tamara Putra:

*PELUK ERAT2* SELAMAT ULANG TAHUN YA SAYAAAAANG!! Semoga panjang umur dan sehat selalu, murah rejeki dan selalu beruntung dalam segala hal. Semoga obsesinya tercapai, hehehe. Maaf omma enggak bisa kasih yang lebih baik dari ini. Semoga kamu suka ya 😀

Emmmh, mau bilang apa lagi ya, banyakan juga standar aja sih. Tapi yang jelas, terima kasih ya Tam sudah jadi sahabat omma yang baik, yang meski jarang kontak-kontak masih ingat sama omma, masih sayang sama omma. *huks* Udah dua tahun kita enggak ketemu, dan yang bisa omma kasih cuman tulisan omma. Omma kangen berap sama kamuuuuuuuuuuu! *nangis kejer dipelukan appa*

Akhir kata, omma sayaaaang Taaaam! Omma bahagia bisa kenal sama Taaaam. Full of Haengbok!! *peluk lagi*

Dicta say to reader:

Yahoo again! Lebih panjang dari sebelumnya ya? Hahaha. Emang, karena konflik di sini lebih ruwet dan ribet. Jika kalian belum baca kisah sebelumnya, tentang Jang Hyun Seung X Jang Hyun Ra 31 Mei tahun lalu, silakan buka link ini: Surat 31 Mei. Semoga berkenan yaaaa! 😀


[1] (bahasa Korea) Astaga

[2] (bahasa Korea) Selamat ulang tahun, Istriku…

[3] (bahasa Koera) Kebahagiaan

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

5 tanggapan untuk “[Chaptered 2/2] The Stories of 31 May: Haengbok

  1. Hahah.. Selalu bikin org nyengir geje pagi2 :p maap baru vomment skrg.. Suka bgt ma.. 🙂 makasii yaa.. Pengen ketemu.. Semoga libur panjang nti bisa ketemu 😀 makasi yaa sekali lg ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s