Diposkan pada Resensi Buku

[Resensi Buku] Roma: Con Amore – Robin Wijaya

con amore

Judul : Roma: Con Amore

Penulis : Robin Wijaya

Penerbit : Gagas Media

Terbit : 2013

Tebal : 374 halaman

Rate :4/5

“Ada perbedaan tipis di antara benci dan cinta. Dan yang menyekat keduanya hanyalah perasaan tak mau memaafkan.” – Robin Wijaya, Roma:Con Amore, Halaman 336

Roma:Amore adalah salah satu buku terbaik yang aku punya. Buku ini mengisahkan tentang seorang pelukis bernama Leonardo Halim yang memiliki cita-cita besar mengadakan pameran tunggal bersekala internasional. Ia memiliki sebuah lukisan yang sangat personal berjudul ‘The Lady’, lukisan itu adalah lukisan seorang wanita dengan latar Gereja Santa Agnes, Roma.

Saat ia tengah mengadakan pameran bersama beberapa seniman lain di Roma,takdir mempertemukannya dengan Felice Patricia; seorang wanita yang bekerja di KBRI. Pertemuan pertama mereka dalam keadaan yang kurang menyenangkan karena ada masalah dengan pengiriman lukisan yang dibeli oleh bos Felice. Namun, meskipun begitu pertemuan itu sangatlah membekas bagi kedua insan tersebut.

Pertemuan kedua mereka terjadi beberapa bulan kemudian di Bali saat Felice ingin menghadiri pesta pernikahan kakaknya, Anna. Felice yang tanpa sengaja mengetahui bahwa Leo mengikuti acara pameran di sana berinisiatif datang dengan tujuan membunuh waktu agar ia tak perlu bertemu dengam Mamanya.

Kisah kedua insan ini pun berlanjut kembali di Roma saat Leo mendapat kesempatan ikut dalam tur pemran bersekala dunia. Kisah mereka menjadi menarik ketika masing-masing dari mereka sebenarnya sudah memiliki kekasih; Felice memiliki kekasih seorang Italian, bernama Franco, dan Leo memiliki kekasih yang memiliki profesi di bidang seni kaca, Marla.

Apa yang terjadi pada perasaan cinta yang bertumbuh di hati kedua insan ini? Hohoho, temukan akhir kisah mereka di buku keren ini.

Buku ini benar-benar seperti buku pemandu tur bagi kalian yang ingin ke Roma. Kak Robin Wijaya menggambarkan kota Roma benar-benar senyata mungkin. Aku gak tahu apa beliau pernah ke Roma atau hanya berbekal dengan riset di Google. Tapi yang jelas, nilai plus dari buku ini adalah penggambaran latar yang sangat nyata. Seolah-olah Roma-lah yang menjadi momok utama cerita ini. Well, judulnya aja Roma, pastilah Roma yang menjadi bintang utama dari cerita ini. Bugh! Udah deh, urusan latar dalam buku ini JUARA! Sejauh ini, buku Roma: Con Amore ini adalah satu-satunya buku yang berlatar luar negeri yang mampu memberiku gambaran kuat tentang latarnya (aku belum baca seri ‘Setiap Tempat Punya Cerita’ yang lain sih).

Plot cerita ini pun bagus, meski si Penulis adalah seorang pria. Kak Robin tak segan-segan mengangkat cerita tentang Romance dan berhasil mengesekusinya dengan sangat epic! Sesekali aku menemukan diriku tersenyum di awal buku, namun saat klimaks dari buku ini mulai muncul aku jadi manusia robot! Tegang bok! Pengen cepat-cepat antiklimaks. Dan menurutku, ending-nya pun sangat tidak mengecewakan. Just love it.

Tapi, seperti biasa, pasti ada minusnya kan ya?

Lagi-lagi ini masalah penerbit. Errmh, banyak banget typo dan kata-kata yang seharusnya diberi italic dibiarkan begitu saja. Satu dialog menggantung di halaman 276:

“Kenapa kamu membawa aku ke sini, Felice?” tanya Leo, memecah keheningan.

Aku hanya ingin berbagi dengan. Tentang sebuah tempat paling berharga. Yang aku cintai dulu dan kini,” jawab Felice, tenang.

Pas lagi adegan-adegan romantis nih, langsung rusak gegara typo seupil ini –” bikin rada bad mood bacanya.

Selain itu, aku rada sedikit terganggu dengan penggunaan bahasa Italia yang lumayan atau terlalu sering. Well, mungkin tujuannya untuk menghidupkan suasana Italia di buku ini. Tapi, penggunaan bahasa Italia pada hal-hal remeh seperti membedakan jalan dan jalan kecil itu rada ganggu juga. Since, istilah itu masih bisa diganti dengan bahasa Indonesia. Kurasa gak masalah kan ya? Hahaha.

Dialog dalam buku ini memang rada kaku, bukan dalam artian terlalu formal/baku atau apa pun itu. Tapi kesannya buku banget. Tapi bagian ini emang gak begitu mengganggu kok, toh aku sangat menikmati narasi dan dialognya yang sangat epic!

Kesimpulannya, bintang 4 ya! Minus satu bintang karena typo, penggunaan bahasa Italia yang sedikit berlebihan dan dialog yang rada kaku. Buku ini sangat cocok untuk kalian yang ingin bacaan ringan bertema Romance di sore hari yang tenang. Buku ini mampu membawa kalian ke Roma!

Iklan

Penulis:

Pecinta Naruto dan Conan, menganggap menulis adalah sebuah obsesi dan membaca buku sama dengan bernapas. Suka menghabiskan waktu di sudut kedai sendirian; ditemani laptop dan makanan yang paling murah di kedai tersebut :)

5 tanggapan untuk “[Resensi Buku] Roma: Con Amore – Robin Wijaya

  1. wah, jadi penasaran untuk baca Roma nih. Kemarin baru baru liat aja antara Roma, Tokyo dan London. Btw, Novel Melbourne bagus lho 🙂
    salam kenal, Zhya

    1. Halo kak Zhya 😀 Terima kasih ya sudah bersedia mampir di blog saya. Hihihi.
      Iya, Melbourne emang bagus banget! Saya sudah baca dan bikin resensinya juga. lagu2 yang di rekomendasikan buku itu juga bagus 😀

      okeh, salam kenal juga! Silakan bertandang kembali kemari ya kak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s