Resensi Buku

[Resensi Buku] The Winner Stands Alone – Paulo Coelho

Diriku yang bersembunyi di balik kata-kata, hahaha. Biarlah temen sebangku aja yang eksis XD (90% buku ini aku baca di sekolah soalnya)
Diriku yang bersembunyi di balik kata-kata, hahaha. Biarlah temen sebangku aja yang eksis 😄 (90% buku ini aku baca di sekolah soalnya)

Judul                     : The Winner Stand Alone

Penulis                 : Paulo Coelho

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2009

Tebal                     : 472 halaman

Rate                       : 5/5

“Kalau dosa menghasilkan sesuatu yang baik, itulah kebajikan, dan jika kebajikan digunakan untuk tindak kejahatan, itulah dosa.” – Paulo Coelho, The Winner Stand Alone, hal. 279

Apa kalian pernah berpikir tentang bagaimana kehidupan orang-orang yang punya uang yang tak akan habis selama tujuh turunan? Apa kalian pernah berharap menjadi salah satu dari mereka? Orang-orang terkenal, orang-orang sukses, orang-orang yang telah memiliki segalanya di muka bumi ini?

Ah, mungkin buku ini akan sangat cocok bagi kalian. Agar mata kalian terbuka, agar hati kalian terbuka, tentang apa yang sesungguhnya terjadi di kalangan superclass itu dan berpikir dua kali dengan impian itu. Hehehe *nyengir*

Buku ini bercerita tentang seorang pria kaya raya bernama Igor, yang memiliki misi (yang bagi Igor) mulia, yaitu menghancurkan banyak dunia agar mantan istrinya Ewa bersedia kembali padanya. Igor menganggap membunuh demi cinta itu memang sesuatu yang diperlukan, terutama bagi Ewa yang benar-benar sangat dicintainya.

Maka, untuk memenuhi misinya itu, ia pergi ke Cannes dan menghadiri Festival Film Cannes yang dihadiri pula oleh Ewa dan Hamid—suami Ewa yang sekarang—dan mulai melaksanakan misinya dengan membunuh seorang gadis penjaja kaki lima. Igor memilih acak para korbannya, tapi ia memiliki pembawaan normal sehingga korban-korbannya tidak tahu kalau dirinya adalah calon korban Igor. Seperti Olivia, si gadis penjaja kaki lima yang menjadi korban pertamanya itu, pada mulanya Igor memberi gadis itu uang hanya untuk menemaninya mengobrol. Setelah tahu sedikit-banyak tentang kehidupan gadis itu, Igor mengambil kesimpulan kalau ia harus membunuh untuk ‘menyelamatkan’ gadis itu dari kekasihnya yang suka menyiksa dan kehidupan yang miskin. Dengan cara apa? Seni bela diri Sambo. Seni bela diri yang berasal dari Rusia, tempat asal Igor dan Ewa.

Igor mantan tentara dan pernah berurusan dengan orang-orang di pasar gelap sebelum memulai karirnya di bidang telekomunikasi, jadi ia banyak tahu tentang seni bela diri dan mampu memiliki berbagai peralatan membunuh seperti racun (curare dan hidrogen sianida, yang sangat sulit ditemukan) dan Barreta Px4. Dan meski ia mampu membayar pembunuh bayaran untuk melaksanakan misinya, Igor lebih memilih untuk mengerjakan seluruh misinya sendirian.

Dalam buku ini, Eyang Coelho tidak hanya menceritakan tentang dunia Igor, tapi juga menceritakan dunia-dunia yang dihancurkan oleh Igor. Di mulai dari Olivia, lalu Igor membunuh seorang distributor film bernama Javits yang ternyata memiliki usaha gelap dan incaran interpol, kemudian Maureen yang bekerja siang-malam untuk membuat sebuah film yang setidaknya mampu didistributorkan, setelah itu seorang aktor terkenal yang baru saja menandatangi sebuah kontrak film, dan akhirnya ia membunuh… ah, gak seru kalau aku ceritakan di sini. Hahaha. Temukan sendiri dalam buku ini dan kalian akan benar-benar tak menyangka bahwa Igor pada akhirnya beralih dari tujuan awalnya.

Well, selain menceritakan dunia orang-orang yang dibunuh oleh Igor, Eyang Coelho juga menceritakan dunia orang-orang yang berubah akibat apa yang dilakukan oleh Igor. Yaitu dunia Gabriela, seorang aktris yang sangat ambisius dengan keinginannya menjadi superstar, ia nyaris mendapatkan mimpinya itu kalau seandainya Igor tidak membunuh aktor  yang seharusnya menjadi lawan mainnya. Dan juga dunia Jasmine, seorang gadis belia 19 tahun, super model yang jatuh cinta pada disainner asal Belgia dan akan selalu menjadi menjadi partner wanita itu seumur hidup—tak mau bekerja sama dengan Hamid. Lalu yang terakhir adalah dunia seorang polisi bernama Savoy yang berharap dapat menapaki puncak karirnya saat memecahkan kasus pembunuhan berantai ini.

Ya. Dunia semua orang tersebut di atas memiliki benang merah, dan benang merah itu bernama Igor. Ini bukan sebuah kebetulan, mungkin bisa dibilang kebetulan, tapi sungguh! Buku ini TIDAK menunjukkan bahwa benang merah itu disengaja dan membuat ceritanya menjadi boring. Justru kebetulan-kebetulan itu membuat buku ini benar-benar luar biasa dan sangat menakjubkan.

Hal unik dan luar biasa dalam cerita ini adalah bagaimana Eyang Coelho menggambarkan dunia superclass yang sangat didamba-dambakan oleh semua orang. Berlatar Festival Film Cannes yang melambangan dunia glamor, Eyang Coelho menjelaskan satu-satu setiap profesi yang bertolak belakang dengan pemikiran konvensional orang awam. Benar-benar luar biasa. Dari ucapan terima kasih Eyang Coelho di akhir buku, ia berterima kasih pada semua orang yang telah membantunya dalam riset meski orang-orang itu tidak sadar kalau telah menjadi narasumbernya. Beliau tak pernah membicarakan tentang buku yang sedang ia kerjakan pada siapa pun. Beugh, luar biasa.

Tak ada komplain di buku ini, sungguh, bintang lima memang pantas diberikan pada buku ini. Meski dibagian akhir agak menggantung karena pemecahan kasus Igor tak dijelaskan kembali dan pria itu lolos dengan mulus menggunakan jet pribadinya, namun seperti judul buku ini, The Winner Stands Alone, Igor is The Winner in this book! Dan pemenang selalu berdiri sendirian. Bahkan polisi tak bisa mengambil tempat Igor. Hehehe.

Buku ini memang sangat pantas untuk kalian baca, mungkin tak memiliki cover sehebat novel-novel romansa, tapi isi buku ini memberikan gambaran jelas tentang hal-hal yang tak pernah kalian imajinasikan sebelumnya tentang kehidupan glamor. Cocok untuk di baca saat kalian sudah mulai menyerah dengan kehidupan yang membosankan.

Cepat beli buku ini!

Iklan

2 thoughts on “[Resensi Buku] The Winner Stands Alone – Paulo Coelho”

  1. Hai salam kenal. Suka Paulo Coelho juga ya? Saya baru saja menulis review novel The Winner Stand Alone di blog pribadi saya http://wp.me/p27W44-3b. Sekadar masukan, di paragraf terakhir, ada sesuatu yang dikatakan Coelho bahwa pemenang bisa berdiri tidak sendirian. Memang singkat, tetapi jika direnungkan, menurut saya, Coelho ingin mengatakan bahwa mungkin saja pemenang tidak sendirian. Itu pendapat saya, maaf kalau tidak berkenan.

    1. Hahaha, halo,terima kasih komentarnya. ah, santai saja, saya gak masalah dengan pendapat yang berbeda. Saya sudah membaca review kakak dan setuju dengan pendapat kakak. kebetulan buku ini adalah buk kedua yang saya baca dari paulo coelho, jadi saya belum terbiasa dengan gaya bahasanya. mungkin itu yang buat saya tidak begitu mendalami cerita ini dan menikmatinya seperti sungai yang mengalir 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s