Puisi

[Puisi] Separuh Cahaya

separuh cahaya

Satu tahun yang lalu,

kita terpisah dalam ruang, waktu,

juga dunia yang berbeda.

 

Tatkala elegi menghantar

tubuhmu dalam kotak putih gading

dingin di bawah bumi

itulah waktu separuh cahayaku

 

padam

 

Aku hilang arah

 

Pusing bukan kepalang

 

Tapi waktu harus tetap berjalan

meski tertatih

dan melalui kala dengan letih

semua pun berubah,

antara aku dan sekitarku,

dan aku berhasil bertahan

 

Waktu yang tak pernah berhenti

mengajariku,

dirimu memang separuh cahayaku

dan aku oleng karena kehilanganmu

tapi Tuhan masih sisakan cahaya lain

yang lebih kuat, meski redup

yang masih tegar, meski ditiup

yang harus kujaga, agar hidup

satu-satunya cahaya yang tersisa

 

Maka,

dengan sisa-sisa keringat

dan waktu yang tenggat

berselubung hikayat-hikayat

milikmu yang menjadi rahmat

 

Kulanjutkan hidup

meski tanpa separuh cahaya

30.11.12

Muara Teweh

Setelah peringatan satu tahun kepergian Papa

Iklan

2 thoughts on “[Puisi] Separuh Cahaya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s