[Coretan Dicta] The Best Holiday Ever!

Wow, it’s hard to start it all over again after all these so GREAT time!

Okay, how I put these. Aku gak pernah mengharapkan akan mendapatkan perayaan natal yang sangat menyenangkan tahun ini. Sampai-sampai aku bingung mau cerita dari mana, dan akhirnya cuman bisa melongo di depan layar Ms.Word tanpa menuliskan satu kata pun. Jadi, akhirnya aku mulai menulis dengan hal-hal ngaco kayak gini. Hahaha.

Liburan akhir tahunku kumulai tanggal 18 Desember dengan pulang kampung ke Muara Teweh (Ibukota kabupate Barito Utara, Kalimantan Tengah), aku bertaruh kalian gak pernah dengar nama kota itu kecuali yang tinggal di Kalimantan—itu pun aku ragu apa mereka semua tahu, hahaha. Tapi aku gak langsung ambil jasa travel yang menuju ke Muara Teweh. Dari Banjarmasin aku memilih untuk pergi ke Palangkaraya terlebih dahulu.

Untuk apa?

Untuk ngerusuh.

Hahahaha. Palangkaraya adalah ibukota provinsi Kalimantan Tengah, aku rasa sudah banyak yang tahu kota ini karena pernah dicanangkan menjadi Daerah Khusus Ibukota beberapa tahun belakangan ini. Di kota ini aku pernah tinggal 3 tahun sepanjang kehidupan SMP-ku.

 Tempat tenang nan asri ini benar-benar tempat yang cucok untuk kalian menenangkan diri. Kota ini memang terkesan sunyi, para penduduknya gak begitu ramai dan padat. Di sini pun gak punya objek nongkrong keren macem mall atau tempat perbelanjaan yang super wow. Kalau dibandingkan Banjarmasin (tempat tinggalku sekarang), kepadatan-perkembangan-keramaian kota Palangkaraya bahkan gak sampai setengahnya, karena kota ini menata kotanya dengan hati-hati dan tidak sembarangan. Tapi efek buruknya ya itu, kesannya kota Palangkaraya kudet gitu, padahal warga kotanya open minded dan selalu update dengan perkembangan sekitar.

Lanjut soal kenapa aku mau ngerusuh di sini. Well, yang pasti sih mau ketemu temen-temen SMP-ku dulu. Masa-masa SMP itu masa-masa yang asyik menurutku sih, daku masih polos soal “kehidupan sosial masyarakat” sehingga aku berteman dengan semua orang tanpa mengalami perasaan “di-bully”, padahal, kalau dingat-ingat lagi aku cukup sering di-bully sih di SMP, cuman aku bebal dan gak ngerasa aja. Hahaha.

Aduh, tampangnya masih super unyu2 kan ini. Itu yang pojokan aku, dari badannya aja kelihatan kan kalau aku dulu GENDUT banget.
Aduh, tampangnya masih super unyu2 kan ini. Itu yang pojokan aku, dari badannya aja kelihatan kan kalau aku dulu GENDUT banget.

Hal pertama yang aku lakukan saat sampai di Palangkaraya adalah makan. Gue laper banget booo! Separuh perjalanan Banjarmasin-Palangkaraya aku habisin tepar karena mabok. Ah, mabok karena kebodohan aku sendiri juga sih, pake sarapan sayur mentah padahal biasanya buah (maklum lagi food combining seumur hidup nih). Akhirnya bengah dan mual deh nih perut, tapi untungnya separuh perjalanan sisanya kuhabiskan dengan perasaan yang cukup mendingan karena ketemu teman ngobrol yang seru di sebelah. Makasih Mbak Friska! (kalau gak salah ingat namanya juga sih ini, hahaha)

Di sisa tanggal 18 aku habiskan jalan bareng sepupuku dan dibeliin tanteku baju natal keren. Ya Tuhan, baru kali ini aku ngejalanin hari natal dengan baju natal keren kayak gini. Seumur hidup aku selalu ngelaluin natal dengan baju kaus dan celana jins! Kenapa? Karena selama ini badanku gak muat pake baju-baju natal itu L so sad banget kan? Padahal aku kepengen banget pake baju-baju natal keren kayak gitu, cuman gak pernah kesampaian. Hiks.

With Chynara. Sepupuku yang mukanya dayak banget. Cantik kan? Masih kelas 1 SMP!
With Chynara. Sepupuku yang mukanya dayak banget. Cantik kan? Masih kelas 1 SMP!

Terus, tanggal 19 Desember pun tiba. Aku sudah kasih tahu teman-teman SMP-ku yang sekolah di SMAN 2 Palangkaraya kalau aku mau menyatroni SMA mereka. Awalnya sih mereka bilang males dateng ke sekolah (soalnya udah beres UAS dan tinggal nunggu bagi rapot doang) dan nyuruh ketemu di luar sekolah aja, tapi akhirnya mereka semua harus datang ke sekolah tanggal segitu karena harus foto buku tahunan. Yeppey! Akhirnya bisa ketemu mereka semua!

Pertama kali aku menginjakan kaki di Smada ini orang pertama yang teriak itu Ella, hahaha, terus serentetan jeritan seperti, “Emaaaak!” “Aruuuum!” “Waaaaaaaaaa!!” dan lain-lain pun bermunculan. Pelukan, cubitan, kompakan dan salaman pun bertalu-talu datang. Wow, kalian gak akan pernah bayangin betapa kangennya aku dengan suasana seperti ini. I really do miss them all. Sampai speechless dan gak bisa ngomong apa-apa lah.

Selama di Smada ada banyak kabar baru, cerita yang telah berlalu, rancangkan untuk masa depan, dan sebagainya. Makasih untuk teman-temanku semua: Olvie, Merry, Aya, Dely, Yema, Anik, Maria, Agata, Putri, Nadia, Ella, Ladia, Sonia, Melisa Dese, Melisa, Novia, Dhea,  Yuspina, dan semua yang gak aku sebutkan yang mengenal aku, yang membagi cerita dan cinta buatku. Terima kasih banyak! Kalian salah satu dari bagian hidupku yang paling berharga. Meski jarak dan waktu nanti memisahkan kita, meski cerita dan kabar tak lagi bertukar. Aku punya sejarah yang seru bersama kalian di momen ini.

Kekeke~ mereka semua pake seragam, aku sendiri yang enggak.
Kekeke~ mereka semua pake seragam, aku sendiri yang enggak.

smada2 smada3 smada4 smada5

Dari kiri Ella, Merry dan Daku
Dari kiri Ella, Merry dan Daku
Ini waktu foto bareng di SMP. Hihihihi.
Ini waktu foto bareng di SMP. Hihihihi.

So, besoknya, tanggal 20 Desember, daku langsung gowes ke Muara Teweh. Di perjalanan ini aku sedikit enak karena sarapan dengan benar, hahaha. Dan ternyata, hal yang tak terduga terjadi. Di travel, penumpangnya cuman dua, aku sama satu laki-laki yang duduk di belakangku. Saat kami sampai di tempat istirahat pertama, laki-laki itu tiba-tiba aja bilang gini, “Kamu kakak-nya Agung kan?”

Agung memang nama adikku, dan aku langsung bilang, “Eh, kok tahu?”

“Iyalah, aku tahu. Aku teman SD-mu, Jovi!”

Sontak aku ngejerit, WADUH! Itu orang berubah banget lah! Sampai gak ngenalin, dia juga baru kenal aku pas di tempat pemberhentian itu. Sayang gak kefoto sih, hahaha. Tapi obrolan kami cuman seputar hal-hal remeh temeh tentang sekolah di mana dan nanti mau kuliah di mana lalu berlalu begitu saja saat sampai di tujuan. Tapi pertemuan dengan teman SD cukup bikin kaget juga sih, jadi ingat-ingat masa-masa SD yang begitu polos. Hahaha.

Lalu, aku sampai di Muara Teweh sore hari dan hal pertama yang aku lakukan adalah… mandi. Hahaha, ini badan emang bener-bener bau apek. Terus makan dan akhirnya istirahat.

Hari berikutnya, tanggal 21 Desember. Ketemuan sama sahabat masa kecilku! Aku punya 5 sahabat masa kecil yang sekarang sudah tinggal kepisah-pisah. Kami dulu satu TK dan SD, dan kepisah kota saat SMP. Sudah lama gak bertukar kabar dan cerita, dan akhirnya bisa ngobrol panjang lebar. Tapi gak semua sahabat masa kecilku yang bisa ngumpul hari ini. Cuman tiga orang, Feby, Nia dan Elin tapi lumayan lah dari pada gak ketemu sama sekali. Jadwal kami hari ini berenang! Hahaha, di Muara Teweh ada satu kolam berenang umum yang gak begitu besar, tapi cukup lah untuk main air sebentar. Sayangnya hari ini kami gak ambil foto bareng satu pun karena saking serunya main air dan lebih memilih untuk ngobrol panjang lebar sampai lupa waktu. Hahaha.

Tanggal 22 Desember hari Minggu, misa Adven ke-4 sebelum menyambut natal. Hari ini gak banyak kejadian seru, paling-paling cuman pergi ke gereja dan ber-say hi ke teman-teman mama yang kaget ngelihat badanku yang kini jauh lebih kurus dari terakhir kali mereka lihat. Hohohoho. Seneng? BANGET.

Tanggal 23 Desember, dua hari sebelum hari Natal. Ada ibadah tobat di gereja, jadi sore, jam 15.00 WIB aku ke gereja. Pengakuan dosa pribadi ke pastor, dan dapat penitensi dan ceramah singkat dari pastor. Sayangnya pastornya kurang menawan hati, jadi mungkin pengakuan dosanya gak bakal selebay cerpen ini: Love is Not A Sin. Hahaha.

Tanggal 24 Desember! Christmas Eve! Wohooo! I’m a star today! Hahaha. Gak, becanda, aku aja yang ngerasa jadi bintang hari ini. Soalnya pakai baju yang bener-bener aku sukaaa! Makasih Tante Sari buat ngebeliin baju ini, I love you deh!

Misa di mulai jam 18.00 WITA, berakhir dengan sukses dan damai. Selesai misa aku dan keluarga foto-foto dong di depan altar. Hohohoho.

with all family, I wish my Dad here :( hiks
with all family, I wish my Dad here 😦 hiks
Hahahahak, menurutku ini baju paling keren yan pernah aku pakai. Seumur2 baru kali ini aku pakai baju kayak gini.
Hahahahak, menurutku ini baju paling keren yan pernah aku pakai. Seumur2 baru kali ini aku pakai baju kayak gini.
My Brother and Mother :* Mereka satu-satunya duniaku sekaran ini.
My Brother and Mother :* Mereka satu-satunya duniaku sekaran ini.

Setelah malam natal, akhirnya inilah HARI NATAL! Apa yang aku lakukan? Open House dong. Seharian di rumah aja nunggu tamu-tamu dan temen-temen mama yang datang silih berganti gak ada habis-habisnya. Sayangnya, sekali  lagi deh, karena keasyikan ngobrol dan berbincang sampai gak sempat foto-foto. Memang ya, baru sadar kalau keberadaan kamera dan membekukan momen itu penting banget. Seandainya kacamataku ini bisa sekalian buat foto, mungkin lebih gampang kali ya kasih tahu kalian bagaimana momen-momen di hidupku ini berlalu.

Maka, 25 Desember berakhir boring sekaligus menyenangkan di rumah dan tanggal 26 Desember pun tiba! Masa Natal bagi gereja Katolik belum berakhir dong. Bahkan tahun baru masih termasuk masa natal bagi kami. Jadi di tanggal ini aku sama semua teman-teman masa kecil-ku (Rani, Nia,Feby, Elin, Teresa) ngumpul dan keliling kota Muara Teweh untuk ngunjungin rumah-rumah teman kami yang lain. Kali ini kami ngambil banyak foto dong, terutama di rumah Rani. Kekekeke~ Rumah baru jadi di perawani dulu sama kami buat foto-foto.

normal, ini gaya asyik... muka-muka kita masih cantik2 :*
normal, ini gaya asyik… muka-muka kita masih cantik2 :*
Ini juga masih rapi, unyu kan kita?
Ini juga masih rapi, unyu kan kita?
ya ini mukanya udah pada ngeres-_- maunya gaya sekseh. tapi jatohnya kok malah kayak orang kehilangan rumah gini #gubrak
ya ini mukanya udah pada ngeres-_- maunya gaya sekseh. tapi jatohnya kok malah kayak orang kehilangan rumah gini #gubrak

Cerita sedikit tentang kebersamaan kami berenam ini. Hahaha, aduh, kalau diingat lagi jadi malu. Kami sudah dekat sejak SD, di SD kami ada bikin geng namanya Spylider (aku tahu namanya norak, tapi di masa itu kami semua terlalu polos dan merasa keren sendiri XD). Kedekatan kami ini polos banget, saking polosnya, kalau berantem juga gak tahan satu hari aja. Kami nyaris gak pernah ngomongin di belakang, kalau pun ada pasti entar ngomong face to face dan berakhir damai lagi. Bener-bener konyol deh.

Kami udah kepisah selama 6 tahun, tapi gak benar-benar kecerai berai sih. Aku dan Feby masuk SMP yang sama di Palangkaraya, Rani dan Teresa juga satu SMP, Elin dan Nia satu SMP tapi di sekolah yang lain. Kecuali aku dan Feby, yang lainnya masih berada di satu kota yang sama yaitu Muara Teweh. Masa SMP kami lewati, tapi cuman satu kali kami kumpul dan ketemu benar-benar berenam lagi setelah lulus SD. Itu pun gak lama, cuman sekedar mengobrol dan akhirnya kami kembali pulang di jemput orangtua masing-masing (maklum, belum bisa naik motor, hahaha).

Masa SMP berakhir, dengan pertemuan-pertemuan kecil yang gak berarti dan kemudian SMA datang. Kami masih berpisah, tapi kini dengan pecahan orang yang berbeda. Di antara mereka, aku sendirian yang melanjutkan SMA di Banjarmasin. Sedangkan Feby, Elin, Rani akhirnya bertemu di Jogja, SMAK Santa Maria. Sedangkan Teresa dan Nia pun masih bertahan di Muara Teweh dan masuk SMAN 1, sekolah terbaik di kota ini.

Tapi masa-masa SMA kami gak pernah singkron. Kami nyaris gak pernah bertemu selama duduk di bangku SMA. Kalau pun ketemu itu cuman pertemuan kecil. Momentum natal gak cukup kuat untuk mengembalikan kami berenam karena banyak yang punya urusan keluar kota dan memilih untuk tetap di daerah rantauan masing-masing. Sampai akhirnya natalan tahun ini mengubah sejarah itu.

Tuhan Maha Baik deh. Semua yang merantau kembali ke Muara Teweh; aku, Rani, Feby, dan Elin. Kenyataan ini langsung mencetuskan ideku dan Nia—yang akhirnya bisa berkontak lagi setelah sekian lama—buat bikin acara ngumpul bareng. Dan akhirnya kesampaian! :* Oh my, this is the best moment ever for us. Bayangin aja, tinggal 4 bulan lagi sebelum kami kembali tercerai karena harus melanjutkan kuliah, dan akhirnya Tuhan mempertemukan kami kembali berenam dan mengingatkan betapa…

 persahabatan itu gak pernah mengenal ruang dan waktu.

Aku pribadi merasakan itu semua bersama mereka. Aku mungkin bisa bilang persahabatan kami gak seerat orang-orang kebanyakan yang bakal selalu ada saat sedih, senang, dan saat semua hal buruk terjadi pada dirimu. Tapi yang bebeda dari bentuk persahabatan yang lain adalah persahabatan kami begitu polos. Sama seperti saat kami masih SD dulu, kami tak saling mengharapkan; tak saling bergantung; tak perlu kata-kata bullshit tetang ‘always together forever’; kami sahabat yang saling membebaskan.

Kenyataannya, masing-masing dari kami pun  punya sahabat-sahabat baru yang sama pentingnya, kami menjalin relasi seluas-luasnya tanpa merasa khawatir apa sahabat-sahabat yang lama marah atau tidak. Woah… entahlah, bagaimana menjelaskan hubungan kami berenam ini, yang jelas, kami bersahabat dengan cara kami. Dan beginilah cara kami menunjukkan rasa sayang kami.

Bebas.

Membebaskan sebebas-bebasnya sampai saatnya kami kembali bertemu dan menceritakan hidup kami lagi satu sama lain.

Oh, that feeling… feels so great! Kalian benar-benar harus mengalami persahabatan yang seperti itu untuk tahu betapa pentingnya sebuah hubungan.

Maka, tanggal 26 Desember berakhir saat senja datang diiringi gemuruh guntur yang sangat memekakan telinga. Masing-masing dari kami harus pulang dan menghindari hujan. Meski berat, aku tahu, masing-masing hati kami penuh dengan rasa bahagia dan berharap kebersamaan seperti ini akan terulang kembali di kemudian hari.

With The Most Cute amon us :D Feby!
With The Most Cute among us 😀 Feby!
With the most Macho among us, Elin! :D
With the most Macho among us, Elin! 😀
With The Most attractive among us, :* Rani!
With The Most attractive among us, :* Rani!
With The Most Pretty among us :D Nia!
With The Most Pretty among us 😀 Nia!
With The most inocent among us, ;) Teresa!
With The most inocent among us, 😉 Teresa!
My past-present-future best Friends! (aku yg fotoin red.)
My past-present-future best Friends! (aku yg fotoin red.)

 

Yak, segitu dulu cerita tentang liburanku kali ini. Menyenangkan bukan? Hahaha, iyeeee, nyenengin buat aku aja. Aku pasti akan menceritakan sisa liburku lagi nanti saat masuk sekolah, mari berbagi cerita di komentar bawah, tentang persahabatan dan liburan kalian!

XOXO

A/N:

Kekeke~ aku masih malu menunjukkan wajahku di blog, jadi kustikerin aja semua wajahku. Maaf ya, nanti aku bakalan bikin posting-an narsis deh 😄

2 pemikiran pada “[Coretan Dicta] The Best Holiday Ever!

    1. Iya, kerasa banget sih, saya ngeliat foto2 lama aja sampai speechless sendiri. Kayak ngelihat orang lain. hahahaha. Wah, menurut saya FC itu pola hidup yang paling mudah untuk diaplikasikan dan memiliki manfaat yang banyak banget loh. Jadi, gak ada masalah. 😄

      Hahaha, terima kasih ya sudah mau baca tulisan saya, semoga masih mau main2 ke sini lagi 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s