[Coretan Dicta] Tentang Hidupku Setelah SBMPTN 2014

3366706471_b52fa37a4a

Hasil SBMPTN udah keluar dan aku ternyata #BEJO belum lulus masuk ITB. Bahahahahak. Mari sini, temenin aku ketawa. Hibur aku yang merana karena sukses bikin Mama pusing tujuh keliling dengan nasipku, sementara aku sendiri malah asyik-asyikan kebanyol sama kalian di sini.

Well, untuk apa sedih sih? #akurapopo sedih itu untuk mereka yang belum siap menerima kenyataan, sedih itu untuk mereka yang takut akan masa depan, sedih itu adalah mereka yang tidak bersyukur, sedih itu untuk mereka yang tidak bisa melihat keindahan dari keburukan.

Seperti yang kubilang di coretanku sebelumnya.  Apa pun hasil tes SBMPTN, aku akan tetap merasa diriku #BEJO. Aku selalu berusaha untuk memandang hidup ini dari sisi positifnya karena meruntuki penyesalan hanya akan berujung dengan kegagalan. Menilik kisah-kisah orang sukses di dunia ini, mereka yang berhasil meraih cita-citanya adalah orang-orang yang memandang sebuah kegagalan sebagai cambukan untuk mencoba lagi. Orang yang sukses adalah mereka yang jatuh tujuh kali tapi bangkit delapan kali.

Lagi pula, kenapa aku bisa sesantai ini, itu karena aku sudah memutuskan untuk tidak mau hidup hanya untuk mengikuti arus. Teman-temanku yang lain banyak yang stress karena mereka tidak lulus SBMPTN, mereka mulai panik untuk cari-cari perguruan tinggi swasta atau bersiap-siap untuk ikut ujian mandiri dengan biaya selangit. Tapi aku tidak ingin seperti mereka, aku ingin menjadi diriku sendiri yang menikmati setiap detiknya seolah-olah itu adalah detik terakhir aku menghirup napas.

Kalian harus mengerti, hidup ini terlalu pendek hanya untuk dipusingkan dengan masuk perguruan tinggi-kuliah-lulus-bekerja dan ujung-ujungnya menjadi PNS. Tsk! Tidak, aku tidak ingin seperti itu, aku ingin hidup dengan cara berbeda dan aku sudah bulat untuk menjalaninya. Hidupku tidak akan dipenuhi dengan penyesalan-penyesalan, hidupku akan dipenuhi dengan kisah-kisah petualangan atas percobaan-percobaanku menatang arus.

Saat aku berkata pada Mama kalau aku ingin masuk ITB dan mengambil jurusan Bisnis Kewirausahaan, aku sudah menentang keinginannya untuk memiliki anak seorang  Dokter dan PNS. Ketika aku berkata kalau aku tidak memiliki pilihan kedua dan serius memfokuskan diri masuk ke sana, aku sudah menentang keluargaku dengan risiko dipermalukan tetangga karena tidak lulus SBMPTN. Ya, aku sudah memulai pertentangan-pertentangan itu, mengambil risiko-risiko itu, dan menjalaninya meski di tengah jalan aku sempat goyah atau pun jatuh.

Aku akan menjalani hidup ini dengan tangan terbuka lebar dan menerima segala rasa yang hidup ini tawarkan bagiku. Kecewa, galau, gundah, gusar, maupun kesedihan, semuanya akan kutelan bulat-bulat meskipun terasa pahit dan aku nyaris muntah karenanya. Karena dengan tangan terbuka lebar, aku juga membiarkan perasaan-perasaan seperti harapan, semangat, optimisme, serta cinta datang dan memelukku erat, mendorongku untuk terus maju dan menjalani hidup ini dengan benar-benar hidup.

Apa maksudnya menjalani hidup dengan benar-benar hidup?

Kalau kalian penggemar berat Paulo Coelho seperti diriku, kalian pasti mengerti apa maksudku. Tapi mari kujelaskan secara ringkas apa maksudku dengan sebuah keinginan. Kelak, jika aku mati aku ingin menulis di batu nisanku seperti ini:

Dia mati ketika masih hidup.

Kalimat di batu nisan itu kutemukan di beberapa buku Paulo Coelho dan hal itu seolah-olah menjadi penyemangat bagi hidupku. Banyak orang di dunia ini yang tubuhnya hidup, tapi jiwanya telah mati. Mereka itu adalah orang-orang yang hidup dengan menciptakan stabilitas dan berhenti mengambil risiko-risiko serta tantangan-tantangan yang hidup ini tawarkan pada mereka hingga akhirnya jiwa mereka mati sementara tubuhnya menjadi robot.

Nah, aku tidak mau menjadi orang-orang yang seperti itu! Aku ingin hidup tanpa penyesalan dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh mengikuti ke mana hatiku menantang untuk melangkah. Aku akan terima semua risiko-risiko yang hidup ini tawarkan padaku dan menikmati pahitnya kegagalan-kegagalan serta membuka telingaku lebar-lebar dengan cemooh-cemooh tetangga. Dengan begitu aku akan merasakan bahwa aku benar-benar hidup, dengan begitu ketika aku mati yang hilang hanyalah tubuhku, tapi ide, gagasan, visi-visi, serta kisah petualanganku tetap hidup di darah dan daging anak cucuku.

Oh, astaga, menulis ini saja benar-benar membuatku merinding. Aku jadi lebih bersemangat menjalani hidup ini sekaligus merasa takut dengan diriku sendiri. Kesadaran yang kutuangkan dalam coretan ini bukan pencitraan atau hanya kelakar omong kosong belaka hanya untuk menghibur diri sendiri karena belum lulus SBMPTN. Bukan, sungguh bukan itu, tapi aku benar-benar merasakannya (sekali lagi) seolah-olah ada kekuatan magis yang mengundangku untuk menuliskan hal ini dan berbagi pada kalian semua.

Aku tidak tahu apa yang kutulis ini juga akan memengaruhi pemikiran atau cara pandang kalian dalam menjalani hidup, tapi yang jelas, inilah caraku memandang dunia dan keburukan-keburukan yang terjadi di hidupku. Aku harap kalian punya visi tersendiri dalam hidup ini agar jalan kalian tidak seperti robot yang kaku dan tanpa jiwa, melainkan penuh tantangan meski jalannya becek dan berlumpur.

Belum lulus di SBMPTN tahun ini akan kuhitung sebagai kegagalan pertamaku dalam hidup. Aku mengalaminya karena mengikuti panggilan hatiku yang menuntunku ke sana dan aku tidak menyesal karena hal itu. Ini akan menjadi pecutan bagiku untuk belajar lebih giat lagi dan berjanji pada diriku sendiri kalau aku tidak akan mengulangi kegagalan yang sama tahun depan.

Mari, teman-teman, jangan takut untuk gagal karena aku percaya orang-orang yang memiliki hidup dengan penuh jiwa adalah mereka yang sering mengalami kegagalan dan belajar dari kegagalan-kegagalannya untuk hidup yang lebih baik, bukan mereka yang menjalani hidup seperti robot dan membiarkan jiwanya mati pelan-pelan.

Update 12 Juli 2015

SBMPTN 2015: Tentang Mimpi dan Harga yang Harus Dibayar

109 pemikiran pada “[Coretan Dicta] Tentang Hidupku Setelah SBMPTN 2014

  1. Apa yang terjadi padamu hampir sama dengan apa yang terjadi padaku *jiahh*🙂

    motivasinya bagus nih ^^ tetep semangat ngejalani hidup! lagipula kita nggak boleh khawatir sama masa depan, toh Tuhan sudah ngatur semuanya.

    Kegagalan itu awal dari kesukseasan. Semangat!!! ‘-‘9

    1. Hehehehe, mari, kita tertawakan kegagalan kita. Semoga aja pengalaman ini bisa jadi pelajaran ya.

      Benar sekali! Jangan khawatir, tertawakan saya kekhawatiran itu karena hal itu gak ada gunanya.😄 Semangaaat!

    1. Saya tidak ada pikiran masuk Universitas swasta, karena cita-cita saya memang ingin masuk negeri. Saya pikir, kalau masuk swasta tapi hanya untuk kejar gelar sementara hati saya berontak, untuk hapa hidup? Jadi robot aja sekalian. Hahaha.

      Iya, saya menunggu tahun depan, sementara saya akan melakukan hal-hal lain selama 1 tahun ini. Hahaha.

      1. Iya, saya coba tahun depan. Kebetulan jurusan yang saya inginkan hanya ada di ITB, jadi ya benar-benar harus saya kejar itu. Tahun depan baru ikut UM PTN yang lain kayaknya. Tahun ini saya benar-benar bertaruh dan mengikuti keinginan hati saya untuk mengambil risiko, hahaha.

  2. kiki

    alhamdulillah gue jg gagal utk ke 3 nya😀 tp life must go on! Gue sih ga pusing2 bgt mkir gagal sbm, toh msh ada jalan2 yg lain. Intinya jgn liat ke blakang, liat lah ke depanmu, ada kesuksesan yg menanti ! Semangat trus buat kita!

    1. Halo, Kiki! Salam hangat dari saya!
      Saya setuju sekali dengan kamu, saya rasa tidak penting menyesali apa yang sudah terjadi. Hidup terus berjalan dan berdiam diri dengan menyesali gak ada gunanya. Gagal itu wajar,mereka yang menertawakan kegagalan kita hanyalah orang-orang yang jiwanya mati karena tidak berani mengambil risiko. Semangat!

      1. Tiara

        semangaat!!! aku juga ga lolos kok😀
        dan percayalah jika nasi sudah menjadi bubur Tuhan pasti sudah menyiapkan ayam suwir, cakwe, bawang goreng, lengkap dengan krupuknya, hhaha

    1. Halo, apw! Hahahaha, terima kasih ya sudah baca coretan saya. Kalau boleh jujur, saya memang penggemar sastra, tapi belum ada pikiran menggelutinya lebih dalam. Menunggu panggilan jiwa kali ya. Hahaha.

      Yes! Ambil risiko! Mengambil Risiko membuat hidup kita menjadi lebih menarik untuk dijalani.

  3. samuel sihite

    bro,sist,tegakkan leher kalian..ini bukan akhir segalannya.Kita Boleh gagal tapi kita tidak boleh keluar dari peperangan.Pasti tahun depan kita lebih siap dan matang untuk berperang..Mari kawan,jadilah pengubah bangsamu.Tunjukkan kepada kalangan mainstream bahwa kita siap menjadi para pengubah bangsa!!

    1. WOAH! Salam hangat dari saya yang juga ANTI MAINSTREAM! Mengubah bangsa kita memang tidak cukup hanya untuk menjadi “bukan apa-apa” tapi kita harus menjadi “apa saja”. Saya senang ternyata banyak orang yang punya semangat seperti ini, karena hal itu juga membantu saya menyemangati diri saya sendiri. Terima kasih Ya Samuel! Mari kita sama-sama mengubah bangsa kita!

  4. bella

    ah ITb, dari awal menentukan mau masuk mana secara pasti gw jawab fsrd itb yang ternyata ditolak mentah-mentah di pengumuman snmptn undangan. akhirnya gw coba lagi di sbmptn -yang meskipun bukan fsrd-. dan akhirnya, tetep gagal juga, tapi gw dikasih kesempatan sama tuhan buat tetep kuliah di univ pilihan ke-2

    — apa nih? nurunin standar ya? keterima apa aja yang penting kuliah ya? ngakuin kalo otakmu gak cukup buat itb ya?

    mungkin iya. tapi tujuan hidup gw lebih besar dari sekedar masuk itb. tujuan hidup gw sejatinya bisa dicapai lewat banyak cara dan gak harus lewat itb! setiapkali dapat penolakan I always know i deserve someting better, dan gue selalu yakin patokan ‘better’ di sini bukan patokan yang dibuat oleh manusia, tapi tuhan

    in the end i just want to respect your decision, nunggu setahun, but you know you can get more than just itb if you’re trying. just said.

    tapi tetep, kalau ada orang yang nanya ‘kalau waktu bisa diputar, kamu mau langsung milih univ pilihan ke-2 mu itu tadi apa tetep itb?’ gw bakal tetep jawab itb.

    1. Halo, Bella, saya senang sekali membaca komentar kamu di tulisan saya dan sepertinya kamu datang sebagai pertanda Tuhan bahwa ini bukan tentang ITB, tapi tentang pilihan. Saya benar-benar harus mengucapkan terima kasih banyak sama kamu.

      Harus saya akui kalau memilih satu pilihan saja yaitu ITB tahun ini benar-benar sebuah pertaruhan. Saya hanya ingin tahu apa saya sudah berani menantang arus dan mengambil risiko besar dalam hidup saya, selain itu saya juga mendengar hati saya bilang begitu dan saya turuti. Tapi seorang penulis pernah bilang, hati bisa berkhianat, dan saya yakin hati saya begitu ketika saya memutuskan memilih ITB sementara saya sadar kalau saya hanyalah seorang yang biasa-biasa saja. Tapi sejujurnya, saya sedikit pun tidak menyesal karena telah mengikuti apa yang hati saya katakan. Karena saya dengan senang hati ketika mengambil risiko itu.

      Saya juga bilang di atas kalau SBMPTN ’14 adalah kegagalan pertama saya dalam hidup, dan saya benar-benar belajar dari itu. Jadi, saya ingatkan pada diri saya bahwa saya tidak akan mengulangi kesalahan saya tahun depan. TIDAK AKAN. Orang bodoh saja yang melakukan hal itu.

      Dan kamu benar, Bella, Saya pantas mendapatkan lebih dari ITB jika saya mau mencoba, kamu sudah membantu saya menyadarinya. Terima kasih sudah berbagi rasa dengan saya, saya senang sekali kalau misalnya kita bisa ngobrol lebih banyak dari ini.

      Salam hangat.
      Benedikta Sekar

  5. Hallo dikta, kita sama. Fokus di satu tujuan untuk snmptn dan sbmptn. Kamu fokus di itb, saya fokus ke jurusannya. Saya pilih pendidikan dokter,.🙂
    Ga keterima di snmptn, ga kterima sbmptn tadi.
    Baru liat saya enggak nangis, sedih ato apa. Tpi udah malem saya baru mulai ngerasain kalau ini fakta, dan mulai ngerasain sedih itu. Tpi habis baca tulisan kamu, it’s like something big wokes me up.
    Makasii dikta

    1. Halo, Ully, sama-sama. Saya juga terima kasih karena kamu mau menyempatkan diri untuk membaca. Tenang saja, mari kita tertawakan kegagalan kita dan yakini diri kita kalau semua ini pasti ada alasannya. *peluk hangat*

  6. ltwdewi

    alhamdulillah juga saya gagal hahahha (tertawa miris) udah ditolak dan diberi maaf 4 kali saya mah /curhat. grgr itu juga saya gak nangis semenyedihkan temen2 saya saat tau isi pengumuman sbmptn. tapi masuk swasta pun bukan berarti gak bagus dan cuma mencari gelar aja. jalan menuju kesuksesan kan bukan hanya masuk negeri aja. yaa tapi ada bagusnya juga sih kalo pnya ambisi mau negeri nyoba thn depan lagi. tulisanmu memotivasi saya nih, tetep semangat kita yg gak lolos!!!

    1. Halo, Itwdewi, terima kasih sudah bersedia melirik tulisan saya ya. Hahaha, saya memang orang yang ambisius, saya benar-benar kepengen masuk negeri sampai-sampai tidak ada kepikiran masuk swasta tahun ini. Bukan karena saya congkak atau gengsi, tapi karena saya menikmati ambisi saya.😄 Haru semangat!

  7. kang beno

    gak sayang umur nunggu tahun depan??? buat adik2 jangan patah semangat kalo kalian sudah kecebur di dunia kerja yang dibutuhin cuman “experience”, ya pengalaman itu yang dilihat bodo amat kalian di univ ini univ itu, memang di PTN lebih diuntungkan dengan relasi yang banyak di dunia kerja. tapi relasi juga gak banyak ngaruhnya, yah back to your experience right. kuliah jangan lama2 jangan mikir jadi bos dulu, ngekor di perusahaan baru kalo sdh siap bikin usaha sendiri.

    1. “Gak sayang umur nunggu tahun depan.” Hahahaha, ini adalah kalimat yang awalnya bikin saya ragu untuk mengambil risiko. Seolah2 kalau sudah tua kesempatan2 untuk bertindak lebih itu terkurung dan kita hanya bisa berpasrah diri. Tapi saya sudah bilang pada diri saya kalau saya ingin mengambil risiko itu meski terkesan ceroboh dan bodoh. Orang luar mengganggap saya menyianyiakan hidup saya. Tapi saya justru menganggap diri saya penuh gairah untuk menikmati hidup lebih baik lagi karena membiarkan kegagalan menghampiri saya. Kegagalan yang saya buat terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk menangisi dan menyesali diri. Kenapa saya gak buat saja kesempatan 1 tahun ini untuk mencari pengalaman sprti yg Kang Beno katakan? Nothing to lose. Saya punya banyak rencana untuk setahun ke depan karena saya tahu kegagalan berpeluang lebih besar datang. Hahaha.

      Yah, saya memandang hidup seperti itu. Saya tidak merasa orang2 harus sevisi dengan saya. Semoga dengan berbagi kita jadi lebih bijak menyikapi jalan yang terbentang luas. Akhir kata, Terima Kasih Kang Beno atas komentar dan semangatnya saya senang bisa berbagi dengan Anda.

      Salam,
      Benedikta Sekar

    1. Halo, Karina, baca komentar kamu kayak bercermin sama diriku sendiri. Aku juga sering ngerasain hal yang sama di waktu-waktu yang lalu ketika rasanya dunia ini runtuh dan jatuh nimpa aku. Tapi seiring berjalannya waktu aku juga belajar dari semua perasaan itu, bingung, sedih, kecewa, dan pupusnya harapan itu. Jangan pernah takut gagal, “hantam” semua keraguan dan risiko-risiko di depan. Jika lelah berlari, berjalanlah, tapi jangan berhenti maju😀

  8. Membaca tulisan ini membuatku tiba-tiba teringat dengan seorang sepupu lelakiku. Dia begitu keukeuh ingin kuliah di ITB juga, tapi di Jurusan Teknik Elektro. Ketika SNMPTN, guru BK-nya sudah memperingatkannya untuk berhenti berharap pada ITB karena saat itu, ada 4 siswa di sekolahnya yang juga ingin mendaftar di PTN dan jurusan yang sama (hell yeah, di antara empat siswa tersebut, nilai rapornya yang paling rendah). Sebagai gantinya, ia ditawari PPKB UI dengan peluang kelulusan yang lebih besar, tapi ia tidak mau. Ia bertekad tidak mau mengubah target. Alhasil, ia gagal.
    Ia kembali mencoba SBMPTN dan juga mengikuti UM UGM sebagai alternatif pilihan. Ia mengaku kewalahan mengerjakan soal-soal SBMPTN juga UM UGM, jadi, ia akhirnya berhenti berharap untuk Teknik Elektro ITB (pilihan keduanya adalah Teknik Elektro ITS). Kemarin sore, ibunya mengabariku: ia gagal (lagi). Harapan satu-satunya tinggal kabar baik dari UM UGM. Ia tak mau ikut UMB-PTN karena dalam tes tulis mandiri itu tidak ada Jurusan Teknik Elektro.
    Kadang-kadang aku heran kepadanya. Mengapa ia begitu idealis dengan pilihannya? Mengapa dulu ia tidak mengalah saja dengan idealismenya dengan mengikuti PPKB UI? Toh masih sama-sama PTN, toh masih sama-sama Jurusan Teknik Elektro. Apa yang membuatnya begitu keukeuh dengan ITB, sekalipun ia tahu itu sulit?
    Tapi tulisan ini membuatku belajar memahami sebuah hal: nikmatilah hidup yang hanya sekali ini. Jangan takut dengan tantangan, proses, dan kegagalan, walau itu terasa pahit. Mungkin memang prinsip hidup seperti inilah yang ia pegang teguh, sehingga ia selalu memiliki kekuatan untuk terus maju dan menggapai impian.
    Tiba-tiba aku merasa bahwa aku-yang-sudah-diterima-dari-jalur-SNMPTN-ini tidak lebih baik darinya, juga darimu, karena satu hal: aku takut gagal. Ya, memang, aku takut gagal, maka itu aku mengalah dengan idealismeku.
    Tapi aku tak menyesal lulus di jurusanku sekarang. Aku hanya menyesal karena aku terlalu fokus pada hasil sehingga tidak begitu menikmati proses untuk meraihnya.
    Ah, lama-lama komentarku ini jadi seperti satu entri blog. Jadi, kusudahi saja. Omong-omong, boleh kita berkenalan? Hm … mungkin bisa berkenalan melalui Twitter? Twitter-ku @sweetya96.

    1. Halo, Tya! Terima kasih ya sudah bersedia bertandang ke blogku ini juga untuk komentar panjangnya yang benar-benar mengena buat aku. Aku tadi kasih lihat komentar kamu ke mama aku, dan dia cuman bisa diam lalu terpekur. Setidaknya dia bisa sedikit mengerti bagaimana perasaanku dengan segala tetek bengek perjuanaganku untuk mengejar impianku. Hehehe. Sekali lagi, terima kasih ya!

      1. Tidak berapa lama setelah aku nulis komentar ini, ibunya mengabariku. Dia ternyata mencoba SM ITS, dan ternyata berhasil! Jadi, dia tinggalkan univ. swastanya dan sekarang dia menjadi mahasiswa Teknik Elektro ITS. Sekarang, dia sedang menanti IP perdananya.

        Aku pikir … kamu–maksudku, kita–juga bisa meraih kesuksesan yang sama, Dikta. Iya, karena kita sendirilah yang sebenarnya menciptakan takdir atas kita sendiri.

  9. maya

    walaupun sedih tapi kita harus bangga karena setidaknya kita udah berusaha ya meski hasilnya ga sesuai harapan. mungkin aja masa depan di tempat lain. masuk negeri maupun swasta bukankah itu sama? tujuannya hanya 1, menuntut ilmu. Ya, kecuali kalo orang itu gengsi bwt masuk swasta itu beda lagi persoalannya. Meski tadi malam aku sempet netesin air mata tapi aku harus move on(?)

    1. Halo, Maya! Apa pun hasil yang kita dapat melalui kerja keras, jujur dan doa, patut untuk kita banggakan. Karena semua itu tidak akan menyisakan penyesalan di hati kita. Belajar bisa di mana saja, tapi ambisi kadang menuntut kita untuk memilih dan ambisiku memang menginginkanku untuk masuk ke PTN. Aku tidak pernah menganggap gengsi masuk Swasta, aku justru berpikir masuk negeri saja biar tidak membebani orangtua🙂 Karena setahuku masuk swasta biayanya lumayan besar. Hehehe. Mari kita move on! semangat!

  10. Terimah kasih, ini motivasi jga buat aku… Aku jga gagal SBM , semalam tepatnya… bahkan rasanya seperti dinding-dinding di rumah ini menutupku erat dan tidak membiarkan aku keluar. Namun inilah hidup, Banyak Orang sukses yang selalu mengawali kesuksesannya dengan sebuah kegagalan. Dan juga aku suka kata-kata jika TUHAN hanya punya 3 jawaban buat kita: “Iya” , “Belum”, dan “Aku punya yang lebih baik”.

    1. Halo, Samuel! Benar, tidak ada orang sukses yang langsung sukses dari lahir, ia harus belajar gagal dulu sebelum akhirnya bangkit dan meniti jalan lagi. Semangat! Saya juga suka kutipan itu, membuat hati saya tenang dan damai. Mengingatkanku kalau Tuhan pasti mendengar, hanya caranya menjawab saja yang berbeda.

  11. Tulisanmu keren🙂
    Tapi satu hal yang harus ku ambil dari tulisanmu ini. Gak boleh menyesal. Tapi entah mengapa (?) rasanya masih sulit buat menerapkannya.
    Setiap lihat kata ‘menyesal’ itu, selalu aja inget perjuanganku yang selalu gagal. Mulai dari snmptn, saya udah menyiapkan sejak kelas 1, selama 3 tahun selalu nyoba ‘mempertahankan’ nilai-nilaiku itu.Gak lupa selalu berdo’a dan (karena saya muslim) berusaha selalu puasa sunnah/ ibadah sunnah lainnya. Sehari sebelum pengumuman itu, saya mencoba bertanya sama orang-orang ‘yang bisa menerawang’ dari jauh. Mereka bilang namaku sudah ada di ptn yang saya inginkan. Dari situ saya mulai optimis. Tapi, saat tau pengumuman snmptn itu diundur, rasa optimis itu berubah jadi pesimis. Ternyata oh ternyata, perasaan itu gak bohong. Saya gak lolos.
    Dua hari setelahnya, saya pergi ke kota untuk ikut les dan untuk pertama kalinya saya merasakan jadi anak kost dadakan. Untuk lesnya juga butuh perjuangan karena setiap berangkat harus jalan kaki – naik angkot – jalan kaki. Tak lupa do’anya dan ibadah sunnah.
    Hasilnya? Saya gak lolos lagi.
    Sedih? iya. Dan saya merasa sedikit ‘tersenggol’ saat baca tulisanmu yang ini : “sedih itu untuk mereka yang belum siap menerima kenyataan, sedih itu untuk mereka yang takut akan masa depan, sedih itu adalah mereka yang tidak bersyukur, sedih itu untuk mereka yang tidak bisa melihat keindahan dari keburukan”. Lalu saya mulai tertawa. Menertawai diri saya sendiri😀.
    Akhirnya, saya sadar kalau ini semua takdir dan saya tidak tahu takdir saya selanjutnya. Dan setelah membaca salah satu komentar disini yang kira2 berbunyi ‘ lihat lah ke depan, jangan lihat ke belakang’, entahlah rasanya agak ‘tersenggol’ lagi.
    By the way..terimakasih atas postingannya, Dicta ..saya mulai termotivasi🙂

    1. Halo, Silvia! Mendengar kisah kamu yang penuh perjuangan itu saya justru nyaris melihat ke diri saya sendiri loh, bahkan kamu justru lebih kuat berusaha ketimbang saya. Saya juga sama seperti kamu, saya juga doa Novena, Puasa Paskah 40 hari full, bahkan itensi misa di gereja sampai dua kali. Minta doa ke sana ke mari dan berharap semua itu nanti setimpal dengan hasil yang saya harapkan. Tapi apa? Hahaha, Saya gagal. Sama seperti kamu, di SMNPTN juga SBMPTN. Lantas apa saya menyesal dan kecewe? Tentu saja! Tidak mungkin saya tidak. Tapi yang berbeda adalah bagaimana kita menghadapi rasa kecewa itu dan saya memilih menertawakan perasaan itu dengan menulis ini. Hahaha. Saya senang jika kamu bisa tertawa bersama saya, mari kita hadapi hari ke depan dengan lebih baik lagi!😀 Salam hangat.

  12. Hi Dikta!
    Tulisan kamu bagus.😀
    Paulo Coelho ya… aku tahu salah satu novelnya yang berjudul Veronica Decided to Die karena novel itulah yang menginspirasi band favoritku untuk menciptakan lagu yang berjudul Velonica.

    Hints nih~ untuk bisa masuk SBM, kamu harus bisa ngalahin 30 pendaftar. Tahun lalu, SBM merupakan fakultas yang paling diminati di ITB, mengalahkan STEI. keketatan lulus dan tidak lulus di SBM 1:30.🙂

    Lagu ini cocok buat kamu😀
    ほどけたら 結びなおせばいい
    Tak peduli berapa kali aku bermimpi,
    何度でも僕は夢を見る
    ketika impianku terputus, aku akan merajutnya kembali
    だから 届くとか、 届かないとかじゃなくて
    Karenanya, ini bukan masalah teraih ataupun tidak teraih.
    これが僕の生き方なんだよ
    Ini adalah cara hidupku
    「風に吹かれて」(Kaze ni Fukarete; Dihembus oleh Angin) by Aqua Timez

    Tetap semangat ya~ 1 tahun ini gunakan untuk belajar dengan baik.
    Aku berharap kita bisa bertemu tahun depan di Institut Terbaik Bangsa.🙂

    -fsrd’13

    1. Halo Kak Dela! Saya benar-benar merasa tersanjung dengan kedatangan kakak ke blog saya ini. Apalagi dengan hints yang kakak kasih tahu barusan, saya benar-benar terpacu untuk bisa masuk ke ITB. Saya memang sudah dengar isu-isunya kalau SBM memang jurusan paling banyak peminatnya di ITB, dan saya memang harus mendepak banyak orang untuk bisa masuk, tapi saya tidak menyangka kalau persentasenya seketat itu. Saya benar-benar harus berjuang lebih keras lagi dari yang sudah-sudah.

      Dan untuk lirik lagu yang kakak berikan untuk saya. WOW. Baca liriknya saja saya benar-benar merinding, apalagi setelah saya dengarkan lagunya. Dada saya sampai berdebar. Semoga kita bisa bertemu tahun depan di Institut Terbaik Bangsa ya Kak! Amin!

  13. Just calm down:mrgreen: , semua ada prosesnya
    tahun ini gagal, bisa dicoba tahun depan

    jadi inget 6 tahun lalu. Menginjak kelas 3 sma saya langsung konsen untuk menghadapi um ugm. karena level soal UM UGM lebih tinggi daripada UN, saya blas ga belajar UN. Pengorbanan yang harus dilakukan : rela ga tidur semalaman (camilan teman setia :mrgreen: ) buat ngerjain contoh2 soal, ketiduran dalam kelas, jarang main keluar.

    Tiba saat pendaftaran, saya hanya daftar um ugm saja, tanpa daftar universitas lain (boro boro swasta, ga kuat bayarnya). Nekat? Iya. Tapi inilah yang memacu saya agar jangan sampai gagal. Kalopun gagal saya siap untuk mencoba tahun depan. Atas keyakinan itu sayapun ga ragu mengerjakan UM UGM. dan hasilnya hamdalah bisa masuk juga

    yang penting jangan putus asa! saat ini saya sedang melamar beberapa BUMN. Sering sekali gagal di tahap tertentu, namun tidak putus asa untuk keep trying, doakan saja kali ini sukses. Tinggal medcheck doang:mrgreen:

    1. Halo, Kak Aluvimoto. Terima kasih sudah berbagi kisah perjuangan Kakak pada saya. Saya senang sekali membacanya dan hal itu membuat saya semakin terpacu untuk mengambil segala risiko dan menyukseskannya. Semoga hidup kakak lancar dan bisa bekerja di BUMN yang kakak inginkan ya kak! Saya yakin denga mental pekerja keras seperti kakak, kakak pasti bisa melaluinya dengan baik! Amin.

  14. nadiah

    hiks…:(ternyata masih banyak orang yang sama kisahnya denganku tapi mereka lebih semangat!! aku salut bangeet!. begitu tahu bahwa aku ngga lulus sbmptn…. aku langsung terdiam, lama…. menyendiri.. sedih terus tak berujung! tapi begitu baca tulisan ini.. aku sadar hidup ini indaaaah bget! dan harus selalu di syukuri.

  15. Rizkyana Agand

    Hai kita sama ya-_- aku juga gak lulus SNMPTN eh SBMPTN juga sakit hati banget rasanya. Aku nangis seharian lagi haha tp yaudah ya walaupun aku nangis tetep aja gak lulus. Makasih ya motivasinya. Tp sekarang aku coba jalur mandiri di unhas sapatau aku lulus🙂

  16. Cahaya bintang

    Saya lulusan th kemarin. Tapi saya gagal snm dan sbm. Saya mencoba jalur mandiri, dan saya lulus. Tapi orang tua saya tidak mampu membayarnya. Saya sudah mendatangi rektor agar bisa diberikan keringanan ,tapi permintaan saya diabaikan. Akhirnya, Saya menunggu satu tahun. Saya berusaha semaksimal saya agar bisa lulus sbm di tahun ini. Karna saya hanya ingin kuliah di univ itu ! Tapi, Tuhan berkata lain. apa yang saya inginkan ini tidaklah baik buat saya. Walaupun saya berusaha semaksimal mungkin, jika bukan takdir ?? mau berkata apa. Kadang sedih rasanya, ketika mereka merendahkan saya atas kegagalan saya yg berulangkali ini. Tapi Saya percaya, perjuangan saya utk masuk univ tsb tidak akan sia-sia. Hari ini, mereka bisa merendahkan saya. tapi Lihat Nanti ! Semua akan indah pada waktunya. ingatlah, Jalan kesuksesan tak semuanya ditempuh dari dunia perkuliahan.

    1. Saya terharu baca kisah kakak. Ternyata saya juga tidak sendiri, terima kasih atas kisahnya juga semangatnya ya! Sekarang kita harus membuktikan kalau apa yg orang lain katakan itu tidak benar! Semangat!

  17. AtoM

    Wah TOP deh, aku bener2x suka tulisan mu :’)
    sama kayak kamu aku jg gagal malahn ini yg ke 2 kali nya aku ikut SBMPTN… beneran deh aku down bgt stelah pngumuman SBM yg prtama :((…rasanya dunia itu ga seindah dlu… dan akhirnya aku ngikutin bimbel(gausah sebut nama..wkwkkw) . Di awal masuk bimbel dikasih motivasi…dan stlh itu aku jadi semngat…Tapi yah begini lah sekarang , mungkin doa ku belum bisa dikabulkan karena suatu alesan yahh , entah karena aku blm pantes atau apa ….:))) atau mngkin Allah lgi ngarahin aku ke jalan yg lbh baik………Dan aku masih berpikir buat nyoba lagi :’)))
    Aku harap kamu bisa maksimal selama setaun kedepan….
    Aku mau nyucapin makasih atas tulisan mu yg udh bkin aku termotivasi kmbali hehheh aku harap kita(teman2x semua) bisa saling menyemangati🙂
    ……Semoga Sukses (^0^)//…….

    1. Ayo kita terus berjuang! Jangan pernah penyerah dengan mimpi kita. Kalau memang universitas itu adalah mimpi kita. Niscaya pasti tidak akan sia2 kalau kita mengejarnya sekuat tenaga😀 sama2 semoga kita bejo ya.

  18. Saya juga ga lulus sbmptn hehe.
    Dan Insya Allah, memang sukses itu pasti banyak jalannya. Ga cuman dari 1 jalan doang kok.
    salam dari Tangerang Selatan🙂

  19. fhinsky

    saya suka tulisan kamu. saya juga pejuang yg ingin mengejar mimpi, namun apa daya, tuhan belum merestuinya. Tuhan ingin saya berjuang lagi untuk mengejar mimpi yang terus menggelitik sanubari. Target kita memang berbeda, namun hakikatnya sama. Saya juga ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang saya impikan. Bahkan meskipun saya harus terlambat dibanding teman teman saya, saya rela. Terus berjuang para pejuang mimpi. Sebuah kesuksesan meminta beberapa kegagalan bukan?

    1. Saya setuju dengan kamu. Jangan pernah takut gagal, atau pun mengulang jalan yang kita yakini itu benar karena kita pasti belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kita buat. Saya juga tidak malu terlambat dari teman-teman saya, mereka mungkin lebih cepat kuliah, tapi ada segelintir yang juga kuliah tapi tidak sesuai hatinya. Saya rasa itu sama saja bohong. Hahaha. Terima kasih sudah berbagi dengan saya. Mari kita berjuang bersama-sama~!

  20. nia

    huwaaaa :’) saya jadi bener” tersadar setelah baca coretan ini kalau saya gak sendirian, saya juga gagal snm+sbm tahun ini :” skrg lg nyoba di um😀 saya masih inget kemaren apalagi reaksi ortu pas saya gagal krn itu sampe skrg saya masih suka nangis ngingetnya :’) yg bikin saya makin mau nangis adalah semua orang yang saya temuin selalu aja nanya “masuk mana? jurusan apa?” -,- baru hari ini saya memutuskan buat browsing dan nemuin tulisan ini, awalnya saya sempet nangis apalagi pas ada tulisan ini ” sedih itu
    untuk mereka yang takut akan masa depan,sedih itu adalah mereka yang tidak bersyukur,sedih itu untuk mereka yang tidak bisa melihat keindahan dari keburukan *benar” menyentuh*” tp akhirnya saya jd senyum pas selesai bacanya , makasih broh bermanfaat bgt tulisannya😀 semangaat!! semoga tahun depan kita lulus sbm bareng yak :’D

  21. Hai . Tulisan kamu bagus Sekali. Sejujurnya saya lulus tahun 2013 dan di tahun itu saya pun udah diterima di salah satu ptn di daerah saya. Tapi itu pilihan ketiga saya di sbmptn karena snmptn saya juga gagal. Saya pun lanjut di ptn tersebut dan tetap berencana tes tahun ini lagi. Alhamdulillah saya lulus di teknologi pangan unibraw . Sayang sekali saya tidak bisa ambil karena masalah finansial. Sejujurnya saya sedih. Saya juga bertekad ikut lagi tahun depan dengan target itb seperti kamu. Semoga kita bisa bertemu nantinya ya. Tahun ini saya rencana untuk menabung dan mencari kerja sambilan untuk mencukupi masalah finansial saya di perantauan nanti. Sejujurnya banyak sekali hambatan yang saya dapatkan. Omongan dari orang lain sejujurnya itulah cobaan saya sesungguhnya. Mereka sering bilang, kuliah dimana aja kan sama aja, yang penting kamu serius disitu atau kamu gak mikir ortu kamu apa,mereka kan lagi kesusahan uAng, masa kamu mau nambah beban mereka lagi dengan kamu kuliah merantau, atau kamu g sayang umur uda nganggur 2 tahun? dan berbagai anggapan lainnya.
    Sebetulnya saya tidak hanya mencari ilmu dalam hal akademis saja, namun juga kuliah kehidupan yang membentuk saya menjadi lebih baik, saya ingin berpetualang dengan mengambil berbagai risiko yang kadang memang tidak sejalan dengan pemikiran orang lain. Namun sesungguhnya pendidikan itu sepanjang hayat, tidak pernah mengenal umur, Saya merasa kuliah disini saya tidak merasa tertantang, selayaknya orang tua yang menyebabkan saya terlalu bergantung dgn org tua, kehidupan kampus yang pasif, dan memang saya tidak pernah bersemangat menjalaninya, saya ingin mempunyai pemikiran yang terbuka dengan bertemu banyak orang, saya ingin belajar semuanya dari awal, sesungguhnya belajar itu.tidak hanya masalah gelar, nilai, dan lain lain. Tapi bagaimana kita dalam menyikapi hidup yang menurut saya bun sempurna saya dapatkan jika saya disini. Saya ingin mengejar mimpi saya, keberhasilan itu hanya untuk mereka yang mau bertahan dalam kegagalan dan menghadapi berbagai ujian dalam proses mencapainya. Tetap lanjutkan.. arah lingkungan yang kondusif untuk kita bisa menjadi lebih baik lagi.

    1. Halo, Putri, terima kasih telah berbagi kisah di blog saya ini, Membaca cerita kamu ini membuatku semakin bersemangat untuk mengejar mimpiku sampai dapat. Aku harap kamu pun begitu, percayalah, semua halangan yang kamu terima sekarang akan membentuk mental kamu untuk dikemudian hari😀

      Terus semangat ya! Semoga keberuntungan selalu ada dipikahmu!😀

  22. Ping-balik: [Coretan Dicta] Loneliness | Kata-Kata Dicta

  23. imam setyawan

    ternyata teman” saya ada juga yg belom beruntung ^^
    yaa tetap semangaat gaan. ak juga pingin di ITB :3 Cman kasihan ortu udah tua nanti gk ada yg nemenin -_-. yaa semoga aja kita semua berkumpul bareeng yaa :))

  24. keyko

    hey, salam kenal. wah, nasib kita sama, aku juga gagal sbmptn tahun 2014 tapi aku mau nyoba sbmptn tahun depan aku pengen banget dapetin UGM, meskipun sekarang aku harus di PTS dulu tapi aku selingin belajar buat sbmptn tahun depan, tuisan mu bagus. kamu pantang menyerah, orang-orang yang hebat dan tegar kayak kamu jarang banget loh, semangatt yahhh buat SBMPTN tahun depan !!

  25. Arra

    hallo dikta..
    seneng baca tulisanmu, apalagi univ yg mau kita tuju sama..
    kewirausahaan itu masuknya ke bisnis managemen kan?
    kalo gitu tujuan kita sama dik,
    semoga sbm ITB mempertemukan kita🙂 hehe

  26. tulisannya sangat bagus,saya juga sekarang sudah kuliah di salah satu PTN semarang lewat jalur mandiri,tapi saya juga ingin ikut ujian lagi taun depan karena saya ingin mengejar passion saya berkuliah di jurusan di PTN yg ada di jogjakarta,tulisan anda sangat memotivasi jika kita ingin mengejar passion kita maka kejarlah sampai dapat walaupun awalnya kita gagal mendapatkannya

  27. Buat Dikta, kita punya tujuan yang sama yaitu diterima di School of Business and Management ITB, sekarang saya kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA Serang Banten) diterima lewat SBMPTN pilihan ke-2, saya ingin sekali diterima di SBM ITB, semoga saja tahun depan saya bisa bertemu Dikta dan membicarakan banyak hal seputar impian dan harapan hehe semoga saya bisa kuliah di 2 Universitas Negeri, di UNTIRTA saya mencari banyak teman dan semoga saja nanti di ITB saya bisa mencari ilmu dan pengalaman yang lebih dibandingkan hanya dengan saya kuliah di UNTIRTA, Aamiin…

  28. Gian

    Saya, lulusan 2014. Sudah diterima di UGM pilihan kedua saya. Namun sya merasa tidak nyaman dengan lingkungan jurusan saya. Saya masih terbayang bayang ITB. Dan kadang saya bingung, apa saya ini salah jurusan atau hanya keadaan lingkungan saja yg membuat saya ingin ujian lagi. Namun saya teringat bahwa itb dari dulu adalah cita2 saya. Kadang orang mempermasalahkan, kenapa tidak kuliah di jurusan yang sama namun dengan univ berbeda (bukan itb). Yang saya ingin adalah jurusan beserta univnya dan saya tidak mau di univ lain. Makasih telah berbagi cerita. Saya bingung bagaimana cara saya bilang ke ortu kalau saya ingin berhenti kuliah

    1. Halo. Sama, kita lulus di tahun yg sama. Bagi saya, cita2 dan mimpi itu memang harus dikejar. Ada hati yg tak bisa dan tak akan pernah biaa kita bohong. Yaitu hati kita sendiri. Satu2nya yg membedakan kita dr individu lain adalah kita punya kebebasan untuk memilih. Kebebasan adalah memilih jalan yg kelak tak akan pernah kita sesali. Itu sih menurut saya. Semoga kamu bisa menemukan jalanmu sendiri.

  29. rinisirait

    entah kenapa gue ngerasa di kuatin bgt sama cerita lo krn gue juga punya pengalaman yg sama kaya lo,lo bener bgt cita-cita itu harus di kejar gak peduli apa kata orang lain dan gue juga mau masuk jurusan yg sama kaya lo SBM ITB semoga kita sukses tahun ini ya .semangaaattt:)

  30. Bayu

    Saya adalah tipe orang yang idealis, keras kepala, dan suka nentang pendapat orang kalo gak sesuai dengan kenyataan. Saya adalah tipe orang yang sangat terbuka sebebas-bebasnya menerima pikiran-pikiran yang unik, asalkan benar dan sesuai dengan hati saya. Bisa dikatakan saya punya pola pikir yang hampir persis sama dengan kakak, dan pengen menuangkannya kedalam post seperti ini. Tapi baca tulisan ini seperti baca tulisan saya sendiri :’) bahkan kalopun nanti saya tulis, jadi nya bakal lebih keren-an tulisan ini keknya haha
    saya juga penganut anti-mainstream. Bagi saya, orang hebat itu tidak harus mengikuti arus. Orang hebat itu berbeda. Setiap mereka pasti punya jalan yang unik dalam mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Begitupun bagi saya. Saya ngerasa gak ada yang pantes nentuin hidup saya kalo setamat kuliah saya harus kuliah dimana, apalagi ditentuin diuniv mana jurusan apa. Saya ingin hidup sebebas burung yang bisa terbang jauh yang ia bisa raih. Saya ingin merasakan keberhasilan atas usaha dan pilihan yang saya tentukan sendiri, dan saya juga ingin merasakan rasa sakit atas kesalahan-kesalahan pilihan dalam hidup yang juga saya buat sendiri.
    Jadi, bulan depan pengumuman Ujian Nasional saya baru keluar :)) kebanyakan orang disekeliling saya dan teman-teman saya adalah tipe yang “membosankan” menurut saya. Mereka nyaranin buat kuliah di Univ di daerah saya (yang kalo bisa masuk disana udh bisa diagung-agungkan xD) namun menurut saya biasa aja.
    Saya ngga pengen jadi orang yang biasa-biasa aja. Saya ngga pengen kalo hidup saya itu sebatas: tamat sekolah – kuliah di univ di daerah saya – kerja di daerah saya – trus nikah dengan orang di daerah saya – punya anak – lalu meninggal tanpa jadi apa-apa. Saya pengen ngerubah dunia. Saya yakin pasti ada tujuan mengapa saya dilahirkan didunia ini, sekecil apapun itu. Dan saya yakin bukan hanya saya, tapi setiap kita pasti punya.
    Makasih udah nulis tulisan ini kak😀 mood menulis saya jadi bangkit lagi. Mari berjuang untuk kebahagiaan hidup kita masing-masing🙂

  31. salwa nirwanawati

    Assalamualaikum mas
    Aku salwa, sebelumnya salam kenal🙂
    Aku suka artikel2 yg ditulis mas di blog, itu memotivasi aku banget, apalagi aku salah satu siswi sma yg tidak berhasil menggapai snmptn dan harus berperang di sbmptn tahun inii. Sarannya dong mas buat meningkatkan keyakinan diriku sendiri dalam sbm taun ini? Oiya mas curhat dikit yaa, ortuku dua2nya berprofesi sebagai pendidik, jadi sering kali mereka menganggap aku rendah, mungkin maksud mereka tidak seperti itu tapi namanya juga anak remaja mas, rasanya sakiiiiiitt banget, apalagi sodara kandungmu berhasil kuliah dikedinasan 2 taun lalu, rasanya miriiiiiiiss bangeeet jadi akuu, jadi diantara orang2 hebat😦

  32. amirahnova

    Lagi galau nunggu hasil sbm, trus buka web ini wkwkwkwk:) ilang dah tuh galau, bodo amat hasilnya yg penting aku udh ngelakuin yg terbaik 😄😂

  33. Catur

    Gimana mas sbm nya? Sebagai sesama yang pernah gagal tahun lalu saya ngerti banget perasaan mas. Saya juga ngulang dan setahun ini saya udah belajar keras untuk mendapatkan keinginan saya. Semoga tahun ini tahun kita ya mas. Amiin ☺️

  34. Budhiawan

    Aku Snmptn dan Sbmptn’15 gagal tapi aku tetep semangat… biarpun malam ini harus mengecewakan ortu terutama ibu dia sangat kecewa sekali. apa lagi aku udah 3x gagal di th 2015 tapi, setelah baca Post kakak saya jadi semangat, dan takpeduli apa kata orang mau nertawain aku ngejek. tapi aku yakin dibalik usaha yang kita lakukan pasti ada hal yang lebih baik untuk kita dan terkadang belum pernah terbayang di pikirang kita

    1. kristiana

      @budhiawan
      Salam kenal, sy jd gagal si snm dan sbm ’15. Rasanya kecewa banget, tpi ya mau gmn lagi, toh kalopun kita ttep meratapi hasil sbm ini, hasilnya juga gak bakal berubah. Btw klo kmu rncn kedepanny gmn ? Ikut um, swasta, atau nunggu tahun dpan ?

      @kak dicta
      Kak, makasih banget kak, tulisanny bermanfaat banget buat membangun kembali motivasi dlm mencapai cita2. Kata2 kakak itu lho kueereen abis, sy suka. Paham “anti mainstream” hehehe.
      Oh iya, selamat ya kak. Tahun ini keterima di sbmptn.🙂🙂

  35. Saya gagal dalam sbmptn tahun ini,rasanya sangat sedih sekali.
    Banyak teman-temanku yang lolos dalam sbmptn tahun ini,apalagi pengumumannya tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan.Saya sangat sedih sekali,mengapa tuhan tidak menjawab permohonan saya?
    Jujur saja,saat ini saya masih belum bisa menerimanya karena saya sangat berharap kepada ptn sementara orang tua saya tidak mempunyai cukup dana untuk pts.

    1. Tuhan selalu menjawab semua doa anak-anaknya dan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan anak-anaknya yang memohon dengan rendah hati. Meski gagal, yakinlah Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari sekadar lulus SBMPTN.

  36. mrs. gin

    tulisan anda bagus. saya suka! tapi ada sebuah pertanyaan yang harus anda jawab. ‘Apa yang anda lakukan setelah gagal SBMPTN? Sukses kah?’

  37. rizka

    aku lulusan thun ini,dan gak lolos snm dan sbm.waktu tau gak lolos,jujur saja saya sdih bget.”saya ngecewain orang tua saya LAGI”
    entah brapa kali kata tidak lolos itu muncul
    yah.. stelah mambaca postingan kakak,aku jdi lbih termotivasi lagi. terima kasih: )
    oh ya,bagaimana sbm thun ini?keterima di ITB?

  38. Ping-balik: SBMPTN 2015: Tentang Mimpi dan Harga yang Harus Dibayar | Kata-Kata Dicta

  39. Jessy

    Haii salam kenal Dicta😉 Tulisannmu sangat menguatkan aku yang saat ini merasa kalau tidak ada harapan lagi krn gagal test.Tapi aku yakin Tuhan akan berikan jalan bagi kita.Aminn
    Gbu🙂

  40. Abdullah

    Hai.. Dicta, Saya adalah salah satu dari ratusan bahkan ribuan penggemar tulisan tulisan mu. Dan yg ingin saya sampaikan adalah, entah kau sadari atau tidak… Bakat dan potensimu sangat baik dalam bidang sastra.
    Kata katamu bukanlah kata kata orang biasa,tapi kata kata penuh makna yg setiap orang membacanya selalu ingin tau apa kelanjutan ceritanya.
    Apalagi orang akan sangat tertarik dengan tulisanmu, mengingat umurmu yg masih sangat muda. Jadi, jika kau benar benar terjun sepenuhnya dalam dunia sastra, kamu pasti bisa jadi novelis terkenal seperti Habiburrahman L. Shirozi atau seperti Paul Coelho.
    Harapan saya, kamu bisa menulis novel sendiri yg mungkin saja bisa jadi best seller di Indonesia.
    Di tunggu yaa…. NOVEL Karya Benedicta Sekar.🙂

  41. via

    kak tulisannya super banget…………saya gagal sbmptn tahun ini dan ada niat nyoba sbmptn tahun depan……..tpi saya bingung kak saya sudah masuk ke pts tpi saya masih berhasrat masuk ptn impian saya……..menurut kaka saya harus gmn yaa???apa sy coba lg/pasrah saja
    mohon masukannya kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s