Jurnal Refleksi UC Onliners: Gerakan Berwirausaha

uceo-round-logo

Menurut seorang pakar ekonomi bernama Schumpter, faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pengusaha dan inovasi. Kenapa bisa begitu? Karena semakin banyak pengusaha, maka semakin tinggi persaingan, jika persaingan di pasar semakin ketat,  maka pengusaha-pengusaha itu pasti melakukan inovasi pada produknya untuk tetap bertahan di pasar. Inovasi-inovasi inilah yang kemudian menggerakan roda ekonomi, adanya inovasi-inovasi tersebut kemudian bisa di ekspor atau bisa bertahan di pasar hingga pasar di sebuah negara tidak akan mati.

Nah, ngomong-ngomong, soal pengusaha dan inovasi. Beberapa hari yang lalu, aku secara tidak sengaja masuk ke website Universitas Ciputra. Sebenarnya, tidak ada maksud tertentu, hanya ingin melihat-lihat kembali universitas  yang beberapa waktu yang lalu sempat menjadi pilihan hatiku. Aku cukup mengaggumi sosok Bapak Ciputra yang berhasil sukses dalam hidupnya sebagai seorang pengusaha. Umurnya kini mungkin sudah terlampau tua untuk terus berkarya, tapi sepertinya, semangat dan pandangannya untuk Indonesia tetap ia tancapkan di benak orang-orang yang peduli pada usaha-usahanya.

Sambil melihat-lihat artikel yang ada, aku pun tanpa sengaja melihat sebuah forum yang dibuka oleh Universitas Ciputra secara umum dan gratis, yaitu: UCEO atau kepanjangannya Universitas Ciputra Entrepreneur Online. Forum ini didirikan dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan semangat berwirausaha dikalangan masyarakat umum. Tentu saja tanpa berpikir dua kali aku pun memutuskan untuk mendaftar dan mengambil course marketing dari empat course yang disediakan.

Pada mulanya aku benar-benar bingung, aku tidak pernah masuk ke dalam sebuah forum seperti ini. Ditambah lagi, karena aku masuk di tengah-tengah course dan telah kebanyakan ketinggalan pelajaran, otomatis aku harus mengejar seluruh materi yang sebelumnya telah di ajarkan oleh pengajar melalui video-video pembelajaran yang ada.

Aku menghabiskan dua hari untuk mempelajari seluruh materi yang ada dan menggunakan Online shop-ku, BEJO Apparel Shop, sebagai materi anilisis bisnis.

Dimulai dari materi minggu pertama, yaitu 3C, yaitu Customers Needs, Company, dan Competitor. Aku mencoba menganalisa apa yang dibutuhkan oleh pembeliku, kemudian seperti apa brand dan perusahaan yang sedang aku bangun ini, serta siapa-siapa saja pesaing yang mengancam usahaku ini.

Kemudian, materi berlanjut di minggu berikutnya dengan analisis SWOT, yaitu  strengths, weaknesses, opportunities, dan treats. Dalam materi ini aku kemudian menganalisa tentang kekuatan-kekuatan dari perusahaanku lalu kelemahan-kelemahannya, lantas mencoba untuk menemukan peluang-peluang ke depannya serta ancaman-ancaman yang mungkin saja datang tak terduga.

Di minggu yang ketiga, materi mulai menjurus tentang marketing, yaitu STP, segementasi, Targeting dan Positoning. Aku mulai membagi-bagi pasarku menurutu demografis, geografis, tingkah laku, serta psikografisnya. Kemudian, menentukan target yang paling potensial bagi online shop-ku, dan akhirnya menentukan posisi di mana online shop-ku ini seharusnya berada.

Pada pekan terakhir, yaitu minggu ke empat, keseluruhan materi ditutup dengan tema Marketing Mix yang terdiri dari 4P, yaitu: Price, Promotion, Place, dan Product. Aku belajar menentukan harga bagi produkku, kemudian menentukan bagaimana melakukan promosi yang baik dengan format AIDA (attention, interest, desire, dan Action), lalu memosisikan online shop-ku di dunia maya untuk mendekati buyer-ku, dan yang terakhir mencoba mengakali meningkatakan kualitas produkku di mata buyer.

Materi di minggu yang ke empat ini tentang 4P pun kemudian di hubungkan dengan materi minggu ke tiga yaitu STP. Secara singkat bisa digambarkan seperti ini: Produk, Promosi, Place dan Price harus sesuai dengan target yang sudah kita tentukan. Jika kedua materi ini tidak singkron, otomatis usaha itu bakal labil dan ujung-ujungnya bangkrut.

Oh ya, ada satu materi terakhir sebagai FYI dari UCEO, adalah tentang daur hidup produk. Daur hidup sebuah produk dibagi menjadi empat, yaitu perkenalan, tumbuh, matang, kemudian mengalami masa-masa kemunduran. Dari keempat fase tersebut, kita bisa menggunakan materi marketing mix yaitu 4P di setiap fasenya. Namun dengan masing-masing fase difokuskan satu unsur dari 4P itu, seperti di fase perkenalan kita fokuskan dalam permainan harga, kemudian di tahap pertumbuhan kita bisa gencarkan promosi, lalu ketika produk kita sudah matang kita harus memikirkan tentang membuka cabang baru atau membangun usaha di tempat lain, dan yang terakhir ketika berada di posisi mundur, kita harus berfokus pada produk dan melakukan inovasi.

Fuh… selesai! Tahu gak? Semua materi itu aku coba pahami dalam dua hari dan sepertinya hasilnya tidak buruk-buruk amat. Aku jadi bisa lebih terfokus dalam  memetakan dan memulai usahaku ini di kemudian hari. Sudah kubilang pada kalian semua, bahwa aku tidak main-main dalam menjalani hidup ini. Aku sudah memutuskan untuk tidak kuliah tahun ini dan mencari pengalaman melalui usaha online ini. Teman-temanku yang sekarang sedang sibuk kuliah menemukan pengalamannya sendiri, dan aku pun sudah menemukan pembelajaranku sendiri. Kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan, begitu juga aku. Hahaha, this is my life.

Akhir jurnal ini, aku ingin memberikan apresiasi yang sangat besar bagi Universitas Ciputra yang telah membuka course online gratis ini bagi umum. Aku tidak pernah habis pikir, kenapa sebuah Universitas Swasta begitu concern dengan hal ini sampai membuat inovasi yang menurutku patut di contoh oleh universitas-universitas negeri.

Kalian tahu tidak kenapa aku ingin sekali masuk ITB dan mengambil Sekolah Bisnis Menejemen? Itu karena mereka membuka satu-satunya jurusan S1 wirausaha di Indonesia. Aku benar-benar berharap bisa  menjadi seorang wirausaha yang ‘pintar’ di kemudian hari. Maksudku pintar di sini adalah, tidak hanya sekedar coba-coba. Aku ingin menjadi wirausaha yang kreatif yang mengukur risiko-risiko gagalnya dengan cermat dan memahami konsep dasarnya dengan sungguh-sungguh sebelum terjun di pasar yang sesungguhnya. Tapi, karena aku telah gagal tahun ini, otomatis aku pun belajar otodidak sembari mengambil risiko membangun online shop ini.

Syukurlah, aku beruntung (oh yeah, hidup BEJO!) bisa menemukan UCEO ini. Seandainya saja Universitas Ciputra tidak membukanya, mungkin aku belajar otodidak hanya dari membaca artikel-artikel semata tanpa benar-benar mengerti konsep dasarnya. Hahaha *peluk hangat Eyang Kakung Ciputra*

Untuk penutup, terima kasih kepada Bapak Nur Agustinus selaku pengajar dari course marketing, materi dan penjelasan Anda di video pembelajaran benar-benar telah membantu saya bangkit dan memahami seluruh konsep dasar marketing. Semoga di kemudian hari kita bisa bertemu dan saya bisa mengucapkan terima kasih secara langsung ke bapak.

Salam Entrepreneur,

Benedikta Sekar

Iklan

6 thoughts on “Jurnal Refleksi UC Onliners: Gerakan Berwirausaha

  1. semangat jadi entrep yaaaa dictaaaaa! ehehehe :3
    iya masuk aja menejemen #promosi, kamu cucok kayaknya kalo di marketing gitu hehehe
    saran aja sih ini, klo udh masuk kampus cobalah masuk organisasi organisasi gitu, ngebantu bgt untuk dapet relasi 🙂 bisnis butuh banyak relasi soalnya hehe 🙂

    1. Terima kasih semangatnya ya Kak. Amin, doakan tahun depan saya masuk kampus dan bisa cari relasi sebanyak-banyaknya. Sekarang saya coba cari relasi di dunia maya aja dulu. Hehehe. Sekali lagi terima kasih Kak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s