Serial

[BEJO Stories] Baju yang Berkata-Kata

Bungkam

Tidak semua orang bisa menyatakan suara hatinya dengan lantang. Kebanyakan dari mereka memilih untuk bungkam karena merasa malu dengan jati diri mereka dan takut lingkungan sosial mereka mencela-cela apa yang menjadi keinginannya. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang-orang yang tidak pernah berani mengambil risiko, mereka terlalu peduli dengan ‘apa kata orang’ sehingga tidak mendengar ‘apa kata hati’-nya sendiri. Seumur hidup, mereka terus menyangkali hasrat hatinya dengan mengatakan kalau apa yang ia lakukan sekarang benar dan aman, hingga pelan-pelan mereka melupakan hasrat itu lalu berakhir dengan membunuh jiwanya sendiri.

Jiwa yang mati akan menyisakan raga yang kaku seperti robot. Orang-orang yang menjalani hidupnya tanpa jiwa hanya memikirkan bekerja-uang-membesarkan anak-lalu pensiun. Mereka pikir itu adalah cara hidup yang paling aman, tidak berisiko dan membahagiakan, tapi pada kenyataannya adalah mereka menumpuk penyesalan sepanjang hidup dengan mengabaikan panggilan jiwa mereka.

Ketika mereka pensiun, mereka berpikir kalau itu merupakan sebuah kebebasan, namun penyesalan yang sudah mereka tumpuk justru mengambil alih dan menghantui pikiran mereka. Mereka lantas mulai berpikir ‘seandainya aku dulu seperti ini…’, ‘Seandainya ketika muda aku melakukan ini…’, ‘Seharusnya aku bisa begitu…’ dan lain sebagainya, hingga akhirnya pikiran itu terus menggerogoti dan masa-masa itu pun dipenuhi dengan penyesalan-penyesalan tentang masa muda mereka; merasa diri tidak berguna dan terlalu tua untuk memulai kembali.

Hidup ini terlalu singkat untuk di nikmati dengan cara aman. Ada berbagai macam tantangan yang seharusnya bisa kita nikmati jika kita mau keluar dari zona aman itu. Memang, di sana ada risiko yang menjadi kekhawatiran terbesar, tapi jika kita bisa mengatasi tembok itu dan memandang kegagalan sebagai sebuah kegembiraan karena kita setidaknya sudah mengikuti panggilan jiwa kita, niscaya, hidup kita akan terasa lebih berarti untuk dijalani.

Maka, mulailah perubahan diri kalian dengan menyatakan apa yang hati kalian inginkan. Ada berbagai macam cara untuk melakukan hal itu, di antaranya dengan mengungkapkannya dengan orang-orang terdekat, menulisnya di blog, atau mulai bertindak tanpa perlu bercerita. Namun, ada satu cara yang sebenarnya jarang sekali terpikirkan oleh orang-orang bahkan cenderung terabaikan, yaitu melalui:

About Photographers 1

Ya, benar, baju. Pada zaman dahulu kala orang-orang mengenakan baju hanya untuk sekedar menutup tubuh mereka dan menahan dari hawa panas maupun dingin, namun seiring berjalannya waktu baju menjadi item penting bagi perkembangan hidup manusia hingga sekarang menjadi salah satu  ciri identitas seseorang. Contohnya saja seorang direktur sebuah perusahaan dan seorang tukang bakso, kita bisa melihat dari baju mereka saja kalau mereka memiliki kehidupan yang berbeda jauh, si direktur mengenakan kemeja dan si tukang bakso mengenakan kaos biasa.

Pentingnya baju ini pun mulai marak dipertontonkan di kalangan orang muda. Banyak komunitas-komunitas besar seperti Kaskus atau pun kelompok-kelompok lain yang mulai membuat brand dan lambang-lambang di baju mereja untuk menunjukkan kegemaran serta panggilan jiwa mereka. Mereka tidak malu mengenakan lambang-lambang dan tulisan-tulisan itu karena mereka tahu itu merupakan panggilan jiwa mereka. Mereka tidak perlu berkoar-koar kalau mereka merupakan bagian dari sebuah komunitas karena mereka cukup mengenakan baju-baju itu dengan bangga bila ke mall atau pergi bepergian, maka orang-orang pun akan langsung tahu siapa mereka.

Benar, meskipun hanya selembar kain dengan tulisan sablon dan lambang-lambang aneh, baju pun bisa berkata-kata.

 Di sana tertera kebanggan dan identitas si pemakai, meskipun si pemakai berpikiran ‘ah, toh ini sekedar baju’, namun orang-orang yang melihatnya akan merasa iri dan sontak berpikiran ‘ah, aku ingin mengenakan baju yang sama’.

Tapi secara bersamaan ada banyak orang di dunia ini yang enggan mengenakan baju bertulisan atau berlambang aneh dan menantang, karena mereka merasa itu kekanak-kanakan juga tidak pantas. Mereka bilang ‘aku sudah terlalu tua untuk itu’ meski hati mereka berkata ‘aku ingin membeli dan mengenakannya!’. Coba tanyakan pada ayah atau om kalian, apa mereka ingin mengenakan baju bergambar kartun berpasangan dengan istri mereka? Kebanyakan jawabannya pasti enggan, terlalu kekanak-kanakan!

Itulah yang dimaksud dengan tidak berani mengambil risiko. Mereka menganggap diri mereka dewasa dan sudah bukan waktunya melakukan hal-hal seperti itu, padahal jauh di lubuk hati mereka, mereka ingin kembali muda dan merasakan euforia yang sama seperti yang anak muda sekarang rasakan. Mereka hanya takut mengambil risiko ditertawakan orang-orang, mereka takut ada teman atau kolega mereka yang menganggap itu aneh, mereka takut menyuarakan keinginan mereka hanya karena khawatir akan pandangan orang lain. Ah, seperti itulah pikiran orang-orang yang jiwanya mati rasa dengan segala tantangan dalam hidup.

Apa kalian ingin menjadi orang-orang yang seperti itu?

Kuharap tidak, karena itu membuktikan kalau jiwa kalian tidak bebas dan dikekang olah ‘apa kata orang’ tadi. Sekarang sudah banyak toko-toko yang menjual baju-baju bertulisan, bergambar, dan berlambang hal-hal yang menurut orang lain aneh, mereka menyediakan sarana bagi kita untuk berekspresi dan menyuarakan jiwa kita. Dan di antara toko-toko tersebut ada sebuah toko baru yang unik, yang muncul dengan semangat kebebasan dan menyertakan doa-doa keberuntungkan bagi siapa pun yang mengenakan baju-baju yang berasal dari toko tersebut, yaitu:

BEJO Apparel Shop

Iklan

8 thoughts on “[BEJO Stories] Baju yang Berkata-Kata”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s