[Surat Cinta #12] Dari Kartu Ujian untuk Bantal Berbentuk Hati

Aku tahu kalau kehadiranku bukanlah sesuatu yang kamu harapkan, tapi pertemuan kita setelah kenangan buruk setahun yang lalu memang tak bisa dihindarkan.

Apa kabarmu?

Kuharap kamu tak lagi basah oleh air matanya, kuharap kamu tak lagi jadi kawannya berbagi derita, kuharap… kamu kini bisa membawanya tidur lelap.

Kali ini aku datang dan kembali terselip di bawahmu; masih dibawanya tidur sembari membisikan doa-doa agar aku mampu membawanya masuk ke perguruan tinggi yang ia inginkan. Tapi apalah dayaku? Aku hanya selembar kertas tipis yang ia laminating agar tidak lecek. Sekeras apa pun ia berdoa, jika Sang Empunya semesta punya cerita lain yang ingin ia berikan, tak mungkin doa-doanya itu akan terkabul. Tapi tetap saja, kamu menyalahkanku karena ia menangis malam itu.

Tangisnya begitu penuh derita, raungannya terdengar dalam keheningan kamar kecil itu, dadanya kembang kempis dan sembari meremas tubuhku penuh amarah ia terbaring lemas di atas kasur denganmu menutupi wajahnya.

Sungguh, aku benar-benar ingin hancur saja saat kulihat tatapanmu padaku. Dalam diammu aku tahu betul kamu menganggapku hanya membawa derita bagi gadis itu, gadis yang sejak bayi kamu temani tidurnya dan kamu jaga seperti anakmu sendiri. Sementara aku datang seperti perampok, membawa mimpi buruk, dan membuatnya menangis berhari-hari seperti tak ada hari esok.

Tapi itu terjadi setahun yang lalu, saat ia masih gadis pongah dan keras kepala; saat ia mengira hidup begitu murah hati. Sekarang semua telah berubah dan kutahu pasti ia pun begitu. Jadi, tolonglah…

Jangan beri aku sambutan dingin.

Selama sebulan ke depan kita akan jadi kawan bermalam bersama. Aku akan terselip di bawahmu, mendengarkan doa-doanya begitu juga denganmu. Marilah kita berkawan, marilah kita saling mengerti dan berbagi kisah.

Aku ingin kita mendoakannya.

Karena kita sama. Tak ingin melihatnya mengis seperti itu lagi.

Dan melalui surat ini, surat yang kubisikan padamu malam ini. Kumohon dengarkanlah aku barang sedikit, karena aku ingin, kisah kita berbeda tahun ini dan kenangan baiklah yang akan kau lihat diwajahnya saat hari pengumuman tiba.

Salam,

Dari benda asing yang terselip di bawahmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s