[Surat Cinta #16] Dari Seorang Gadis Kecil untuk Jiwa Papanya

dadsanddaughters

Pa, aku takut menangis saat menulis surat ini.

Tapi hari ini aku  harus menulis surat cinta untuk pria yang kucintai, maka aku menulis surat ini untuk Papa. Iya, Papa, karena sampai detik ini pun hati kecil gadismu ini tak pernah mempercayakan perasaan sakral itu pada seorang pun… kecuali Papa. Hanya Papa yang berhasil membuatku jatuh cinta yang sejatuh-jatuhnya.

Tak pernah luput dari ingatanku bagaimana Papa tersenyum padaku, memelukku, mencium dahiku penuh sayang, serta serta suara Papa yang selalu membisikiku dengan kata-kata penyemangat. Segalanya tentang Papa, aku tidak pernah lupa. Aku sampai mati rindu denganmu, Pa.

Dunia ini rasanya gelap tanpa Papa, karena selama ini Papa adalah cahayaku yang paling terang. Hatimu adalah tempatku berbaring dengan nyenyak dan nyaman serta aman. Tidak ada tempat paling luar biasa selain berada di dalam pelukanmu, Pa. Cinta ini benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Tapi mereka memintaku untuk ‘Just Say It’, katakan saja cintaku ini, tapi mengatakannya tanpa melihat sosokmu bahkan lebih sulit dari pada menulis seribu surat cinta tentang benda-benda dalam satu hari, Pa. Berjam-jam aku hanya bisa mematung di depan layar laptop-ku. Bingung harus memulai dari mana surat ini karena aku tahu aku akan menangis saat menulisnya—sama seperti semua tulisan yang kubuat untukmu.

Pa, terima kasih untuk terus menjagaku dalam mimpi. Maaf doa-doaku begitu jarang kudaraskan untukmu, karena aku terlalu lelah menjadi melankolis dan menangis sendirian di kamar karena rindu padamu. Tapi ketahuilah Pa, setiap helaan napasku, selalu kudidikasikan untuk kedamaian jiwamu dalam pangkuan-Nya.

Ada detik-detik dalam hidup gadismu ini berusaha untuk menyangkal rasa rindu padamu dengan mengulang kalimat ‘aku ikhlas dan rela’, tapi seseorang pernah mengatakan padaku, kalau semakin sering kita mengucapkan sesuatu maka semakin ucapan itu menjadi tidak berarti. Dan semakin aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku ikhlas dan rela, semakin aku tak bisa melepaskan seluruh kenangan itu, Pa.

Pahit sekali rasanya jika harus mengulang seluruh kenangan itu, tapi semakin aku mencoba untuk menahannya semakin mereka menyerbuku dengan perasaan-perasaan yang pasti akan menguras air mata. Jadi, aku mulai belajar untuk membiasakan diri dengan kenangan itu, kuterima mereka dengan hati terbuka lebar meski tangan-tangan mereka menenteng pisau untuk ditancapkan pada hatiku. Karena jika aku tidak membiasakan diri, Pa, aku hanya akan terlihat seperti gadis lemah. Dan aku tak ingin menjadi gadis lemah bagimu. Kau selalu mengajarkanku untuk menjadi kuat dalam hidup dan aku akan memulainya dengan menerima kenanganmu, Pa.

Mereka semua kenangan indah, tapi jadi menyakitkan saat engkau tidak ada di sini bersamaku untuk mengenangnya kembali.

Akhir dari surat ini, Pa. aku hanya ingin berkisah sedikit tentang kondisiku sekarang. Sebentar lagi aku akan melancong ke tanah orang—Jogja. Untuk menuai ilmu agar esok hari aku bisa meraih mimpi-mimpi yang selalu kubisikan padamu saat kau terlelap koma dulu. Percayalah Pa, cintaku pada Papa akan selalu menjadi penyemangatku untuk terus maju, mengambil risiko, dan mentang mereka yang meremehkan mimpiku ini. Karena aku tahu, Pa, engkau tak pernah meninggalkanku…

Jiwamu selalu ada di sampingku.

Aku mencintaimu, Pa. Teramat sangat mencintaimu.

Salam Cinta,

Dari gadis kecil yang kauajari bermimpi dan mencinta

3 pemikiran pada “[Surat Cinta #16] Dari Seorang Gadis Kecil untuk Jiwa Papanya

    1. Aloha Kak, balik lagi saya balasin komentar Kakak yang menumpuk *deep bow* hahaha.

      Iya, saya bakal berusaha untuk tidak lama2 bersedih. Kasihan Papa bolak balik ke mimpi saya cuman buat melepas kangen ke beliau 😄

      Terima kasih kak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s