Sunshine

“Morning, Sunshine…”

Kecupan di pipi, senyuman manis, pelukan hangat. Ada dua cangkir kopi di atas meja dan beberapa tangkup roti bakar setengah gosong kegemaranmu.

“Morning,” balasku sembari mengulum senyum.

Pagi yang biasanya. Indah di pandang mata. Tetangga iri, aku tersenyum pongah.

“Malam ini jadi kan, Man?”

“Nonton Opera?”

Aku mengangguk, senyummu melebar.

“Jadi dong, mana bisa aku lupa hari jadi pernikahan kita.”

Aku terkekeh sedikit tersipu. Meja makan hening, dua mulut mengunyah. Terlihat normal. Tapi ada yang tidak kalian ketahui. Ada hati yang patah di sini.

“Aku udah selesai. Berangkat dulu ya, Sunshine…”

Kamu berdiri, aku pun berdiri, mengiringimu masuk ke dalam mobil. Sekali lagi, kecupan di pipi, bisikan mesra, dan panggilan ‘Sunshine’. Kamu berlalu menyisiri jalan, entah tertuju pada apa atau siapa.

‘Aku pengen kamu jadi sinar matahari di duniaku, makanya kamu kupanggil Sunshine.’

Kuingat betul alasan indah itu, selalu membuat hatiku berdebar tatkala mengingatnya. Hingga akhirnya aku tahu, kalau aku bukan satu-satunya sinar matahari di hidupmu…

Kurogoh telepon di saku, air mata leleh begitu deras. Sejenak aku ragu, tapi aku sudah membayar mahal untuk ini.

Dengung nada sambung. Telepon diangkat

“Tolong, ledakan mobilnya…”

Telepon dimatikan. Aku berlari masuk ke dalam rumah. Menangis nyaring sambil tertawa terbahak-bahak.

Sinting.

Gila.

Aku tak peduli.

Malam ini akan kutonton opera itu sendirian. Sementara suamiku terbakar oleh dua matahari yang menyinarinya.

_____

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.

12 pemikiran pada “Sunshine

    1. Aduh, sepertinya semua FF saya membangkitkan kenangan kakak semua yak😄 semoga tidak membuat kakak bete. Hahahaha.

      Terima kasih sudah mau membaca!

      Btw, saya masih 96 line. Jadi jangan panggil Kakak😄

      1. Hihihi, makasih Kak, senang deh! Btw, kakak ikutan lomba ini juga kan ya? Gimana perasaannya? Nge Thrill banget kan ya?😄 saya gak mikir menang kalah, saya mikir gimana bisa selesai inu FF.

        Yey! Umurnya mepet tp saya tetup mau #forever17 hahaha

      2. iyaa ngebul kepalanya x))
        tapi seru banget ya?:D
        iya yang penting berpartisipasi, urusan menang mah masalah ‘lucky’ nya aja xD

        biar udah mau 20 tapi rasa tetap 17 tahun yaa x))

      3. Mana kemarin jaringan signal saya ancur2an lagi, Kak. Ngepost FF ini aja sambil gemeteran, loncat ke jalan biar ada sigbak -__-” sesuatu banget.

        Iya,yg menang pasti yang beruntung lah, 350 an gini pasti deh milihnya juga pening.

        Oh iya dong kak, #foreve17 sampai nenek2 hhahah

  1. Ping-balik: Tentang Mimpi dan Lomba #FF2in1 @nulisbuku bersama @tiket | Kata-Kata Dicta

  2. sapphire nightsky

    OMG! FF dengan twist kaya gini pantas saja menang..
    Penulisan rapi, diksi yang dipilih bagus dan di endingnya ngena banget! Indah untuk dibaca!
    *kasih 4 jempol😀
    Terus nulis ya, Dikta! Saya suka sekali baca fiksi dengan twist-twist yang bertebaran seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s