[Coretan Dicta] Mereka yang Menantiku

Untuk mereka yang menanti di Yogjakarta,

Tolong bisikan pada langit malam di Kotamu untuk cerah, setidaknya hanya untuk malam ini. Agar tak lagi ada pengumuman suara yang mengatakan, “Karena cuaca merajuk pada langit malam, penerbangan ke Yogjakarta ditunda sampai kelak matahari menemukan pasangan hidupnya dan berdua menerangi dunia.”

Ha.
Tolong ya.
Sudah lebih dari lima jam aku berada di bandara ini. Gerombolan manusia dengan tujuan  serupa mulai gelisah seperti cacing di perutku yang tadi hanya dikasih bihum oleh pihak pesawat (betewe, cacing diperutku ngidam gudek Jogja sih).

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku naik pesawat. Mungkin lima tahun yang lalu. Sejujurnya, aku sangat bersemangat untuk naik pesawat lagi kali ini; seperti anak kecil yang baru pertama kali naik pesawat. Tapi ternyata, kejadian keparat ini terjadi dan aku harus mendekam di sini seperti korban bencana alam di tenda pengungsian.

Ohemji, hancur seluruh bayanganku tentang tiba di Jogja seperti selebriti,cupika-cupiki manis selayaknya cewek gedongan dengan kalian. Yang ada sekarang aku akan tiba di Jogja dengan wajah jelek, lecek, becek seperti orang bengek yang sekarat di UGD. Uh oh, so damn perfect….

Well, anyway, cukup tentangku. Pada kenyataannya, aku menulis surat ini untuk kalian, yang sedang menantiku di Jogja. Semoga kalian masih setia dan kuat menanti sahabat (yang sebenarnya cukup merepotkan dengan sifat aku-gak-pengen-ngerepotin-kalian-bebsy) kalian ini.

Di sini, di denggaman tanganku, aku menyeret sekarung besar tak kasatmata kisah yang kubawa dari tanah Kalimantan. Selama ini menyimpan semuanya hanya untuk diriku sendiri, tak ingin dibagi dengan siapa pun. Tapi sekarang, dengan pertemuan kita kembali di Jogja, aku ingin membagi beberapa dengan kalian. Yah, aku sih tidak tahu apa kalian ingin mendengarnya atau tidak, secara kisah-kisah ini sangat membosankan dan so damn silly. Aku tidak ingin ditertawakan. Hahaha.

Jadi, nanti jika kita bertemu di Jogja, tanya saja kalau kalian ingin tahu tentang kisah-kisah itu. Aku pasti akan menceritakannya, tapi jika berinisiatif untuk menceritakannya? Aku sepertinya akan menahan diri, hehe, karena percayalah, aku masih kuat untuk menyeret karung-karung itu sendirian.

Sampai junpa di Jogja dalam dua jam lagi.

Salam,
Sahabatmu yang selalu merepotkan

Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
19.02.15
22.11 WITA

P.S.
Jangan lupa pake jaket yang tebel waktu jemput aku. Please, aku gak mau kalian sakit. Aku sayang kalian, terima kasih banyak untuk semua yang kalian sudah lakukan untukku!

image

Satu pemikiran pada “[Coretan Dicta] Mereka yang Menantiku

  1. Ping-balik: SBMPTN 2015: Tentang Mimpi dan Harga yang Harus Dibayar | Kata-Kata Dicta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s