[Surat Cinta #22] Dari Pensil Ujian untuk Lembar Jawaban

Dengan surat yang kusisipkan di tiap jawaban yang tertulis di atasmu,

Kita memang berjodoh di tangan gadis yang mengenakan rok bercorak bunga matahari ini. Baru kali ini aku merasakan seseorang menggenggamku begitu mantap, menggoreskan karbon hitamku di atasmu seperti sedang melukis. Sepertinya ia begitu siap menjalankan ujian ini, bukan begitu, Sayang?

Rasanya sudah lama sekali kita tidak merasa seperti ini. Menjadi lengkap satu sama lain selayaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Apa mungkin gadis itu juga merasakan hal yang sama? Entahlah, tapi aku ingin menikmati momen ini sepenuh hati.

Aku tidak tahu apa yang ada di benak mereka yang menjalankan ujian di negeri ini, tapi yang jelas, kian menahun kian banyak orang yang memegangku dengan tangan gemetar dan menggoreskan jawaban di atasmu dengan perasaan ragu. Mereka menggambarkan hubungan kita seperti air dan api, padahal kita seharusnya saling melengkapi bukan?

Ujian diselenggarakan untuk memperkuat cinta kita, tapi kenapa mereka malah membuatnya semakin renggang? Apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Soal-soal itu hanyalah segelintir fase dalam hidup mereka yang seharusnya bisa mereka lalui dengan sepenuh hati, tapi mengapa mereka selalu menganggapnya main-main belaka?

Apa martabat ujian di zaman sekarang ini hanyalah sebatas seremonial belaka? Apa uang bisa mengganti ikatan luar biasa dari ilmu, waktu, dan soal-soal yang sedang dikerjakan?

Dunia sudah mulai gila.

Uang kini dikira bisa membeli cinta kita yang seharusnya begitu erat. Mengkhianati kita yang diciptakan untuk saling menopak satu sama lain. Hah… ya sudahlah, Sayang, mungkin dunia kini telah berubah; mungkin arti kata ujian kini telah bergeser. Tapi setidaknya, kita masih memiliki harapan untuk mencinta dengan sejati karena di tangan gadis ini, sekali lagi, aku merasakan dunia kita menjadi indah dengan kemantapannya dan goresan tangannya yang seperti sedang melukis.

Salam,

Remah karbon yang lekat di tubuhmu

2 pemikiran pada “[Surat Cinta #22] Dari Pensil Ujian untuk Lembar Jawaban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s