[Surat Cinta #24] Dari Spasi untuk Titik

Aku hanyalah ruang kosong di antara kata sementara kamu adalah akhir dari segalanya. Sejenak kita tampak sama di dalam semesta kata-kata, tapi pada kenyataannya kita tak pernah bisa bersama. Karena ketika kamu muncul, aku selalu diabaikan olehmu. Bagimu, aku hanyalah ruang kosong hampa udara yang tak pernah bisa menggapaimu.

Dalam kisah balada cinta tentang gadis nyentrik berpakaian aneh, pria beraroma tubuh serupa kopi-tembakau, serta lelaki dengan nada tersampir di bahunya ini. Plot cerita belum menemui akhir, tapi sang empunya kata-kata belum jua menemukan cara untuk membuat potongan puzzle yang ia buat rapi membentuk kisah sempurna yang indah.

Jadi, ia pun hanya meracau dengan menulis surat tentang kita. Untuk mengisi ruang kosong di antara katanya dengan kegalauan tentang spasi dalam tulisan.

Benarkah aku hanyalah ruang kosong yang tak berguna?

Benarkah aku tak ubahnya udara ketika kamu mengakhiri segalanya?

Bisakah aku berarti bagimu?

Aku mulai depresi. Menjadi sesuatu yang tak terlihat bukan perkara mengingat huruf i saat berada di sekolah dasar. Ini lebih sulit.

Bagaimana bisa aku menyatakan cinta padamu kala kamu sendiri tak menyadari keberadaanku?

Tapi akhirnya, hari ini pun tiba juga. Surat yang diungkapkan oleh perangkai kata ini pun membuka rahasia dari sebuah spasi di antara kata. Dan akhirnya aku pun punya kepercayaan diri untuk menyatakan cinta pada titik yang mengakhiri segalanya; pada titik yang selama ini tak pernah memperhatikan keberadaanku setelah dirinya muncul. Bahwa dengan ruang kosong di antara kata, dengan adanya aku di antara dirimu dan kata pertama di kalimat berikutnya…

Spasi tak kasatmata ini memberi arti untuk setiap kata yang ia pisahkan, karena rangkaian kata tak akan berdiri sendiri tanpa adanya ruang kosong di antara mereka.

Kuingatkan sekali lagi. Sebuah kisah balada, tak akan ada tanpa spasi. Jadi tolong, bisakah kamu sedikit saja peduli padaku?

Salam,
Dari ruang kosong yang selalu kamu abaikan

3 pemikiran pada “[Surat Cinta #24] Dari Spasi untuk Titik

  1. kadang diabaikan itu ada enaknya juga loh, kalau semua spasi diakhiri titik kan tulisannya jadi gak enak dibaca😄 ahaha, entahlah sudah ngawur komentarnyaa
    semangatttt yaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s