[Surat Cinta #25] Dari Baseball Cap untuk Cloche Hat

Melalui surat ini, dan segala keanehan yang kita tukar senja itu. Aku ingin menceritakan ulang kisah awal perjumpaan kita…

Digantung bersisian di belakang pintu flat murahan ini rasanya aneh bagi kita. Aku dengan segala kebulukan dan kamu dengan segala keanehan.

Mari salahkan mereka yang bersama. Atau salahkan pemilikmu yang memaksa masuk seperti angin puting beliung. Suasana canggung pun tercipta di antara kita, rasanya ingin jatuh saja ke lantai dan diam di sana sampai mereka selesai berbicara.

Sama canggungnya dengan kita.

Yah, gadis macam apa yang memaksa masuk ke dalam flat laki-laki?

‘Gadis yang sedang jatuh cinta.’

Itu katamu, tersenyum getir seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pemilikmu. Sementara aku terdiam, menatapmu seperti benda astral yang datang tanpa diundang dan berbicara padaku.

‘Gadis yang sedang jatuh cinta bisa melakukan apa pun.’

Kamu melanjutkan perkataanmu dan aku masih diam. Ternyata tidak hanya bentukmu yang aneh, caramu berbisik pun juga aneh. Sama anehnya dengan pemilikmu.

Ada apa dengan seluruh keanehan ini?

‘Kamu juga aneh.’

Kamu berbicara lagi. Tak jua peduli dengan diamku dan terus mengisi hening.

‘Sama seperti pemilikmu.’

Aku terperangah. Diam-diam kulirik pria berpakaian berantakan dengan Marlboro yang tidak di nyalakan terselip di jarinya itu. Ia diam saja sementara gadis di depannya berbicara tentang ujiannya yang berjalan lancar dan ia yakin kalau ia pasti masuk ke perguruan tinggi idamannya. Lalu gadis itu mengingatkan tentang taruhan mereka dan ia yakin seribu persen kalau pria itu akan berkencan dengannya.

Pria itu diam saja dan gadis aneh itu meracau seperti kerasukan iblis penggossip. Tapi ada sesuatu pada mata pria itu yang terlihat seperti kaca tembus pandang dan menampakan isi hatinya begitu jelas.

Ada cinta di sana. Meluap-luap seperti air bah.

Aku kembali melirikmu yang terkekeh geli, dengan segala keanehanmu dan kehadiranmu yang tiba-tiba. Dan akhirnya kusadari apa yang kamu katakan memang benar, aku pun sama anehnya dengan pemilikku.

Ada cinta di sini. Meluap-luap seperti air bah.

Salam,
Dari baseball cap yang kamu curi hatinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s