[Surat Cinta #26] Dari Koper Rock n Roll untuk Kamar yang Ditinggalkan

Kamu tidak tahu sudah berapa banyak surat yang kutulis di langit malam saat kita terpisah.

Banyak. Banyak sekali seperti taburan bintang yang menyinari dindingmu kala malam luruh.

Aku tidak pernah tahu mencintai dari jauh seperti ini ternyata rasanya sakit sekali. Seperti mendambakan udara untuk balas memeluk tubuhmu atau seperti berharap mencium matahari tanpa terbakar oleh panasnya yang membara. Tapi tak mengapa, meski rasanya sesakit ini, mencintaimu dari jauh barang tentu mengingatkanku betapa aku mencintamu, hehe.

Jadi, Sayang, apa kamu merindukanku?

Aku tahu, kamu pasti merindukanku sama seperti aku merindukanmu di sini. Kadang kala aku mengutuk gadis gila itu karena berani-beraninya ia memisahkan kita sejauh dan selama ini. Memangnya ia tidak tahu betapa jauhnya Yogyakarta dari kamarnya di Banjarmasin? Dan demi seratus sticker Queen, The Beatles, Kiss Band, The Rolling Stones, Guns n Roses, Metalica, Bon Jovi,  N Sync, dan entah band rock mana lagi yang ada di sekujur tubuhku, berpisah denganmu bahkan lebih mengerikan dari harus tenggelam di dalam sticker-sticker aneh itu.

Well, bukannya aku tidak sadar diri dan peran sih, untuk apa aku tercipta bila tidak ingin berkelana? Menjajahi ranah baru pun melihat keanehan yang ada di tempat lain. Aku sendiri selalu menikmati perjalananku bersama gadis itu ke kota-kota yang ia kunjungi, tak ada yang lebih menyenangkan menggulirkan roda di Bandara dan mendengar bahasa-bahasa aneh dan suasana baru di sekitarku. Tapi tetap saja, Sayang, sejauh mana aku pergi, meski itu ke ujung dunia sekali pun.

Aku selalu merindukanmu.

Seandainya aku bisa memasukan tubuhmu di dalamku dan menculikmu pergi, aku pasti sudah melakukannya sejak dulu. Ada sesuatu pada dirimu yang selalu saja membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu. Sesuatu yang kucintai meski ribuan kilometer kita terpisah dan sesuatu itu pula yang membuatmu berbeda dari kamar hotel atau kamar kos lain di tempat lain.

Kamu adalah satu-satunya tempat untuk pulang.

Sayang, ini adalah surat terakhir yang akan kutulis di langit malam. Petang tadi gadis gila itu mengisiku dengan baju-baju serba anehnya kecuali blouse biru polos yang ia gantung di depan cermin karena ia akan mengenakannya nanti saat kembali ke tempat ini. Ia berbisik lirih padaku kalau kami akan pulang esok hari pagi-pagi buta, jam penerbangan pertama. Ada nada berat di hatinya saat menyampaikan itu, tapi aku masa bodoh dengan masalah keluarganya yang rumit, karena detik itu yang aku pikirkan hanyalah dirimu dan menebus rindu selama berbulan-bulan padamu.

Iya, Sayang, aku pulang. Aku akan pulang esok hari, jadi tunggu dan sambut aku dengan cinta serta rindu yang menggebu-gebu, karena kamu, seperti kata John Mayer…

‘You got a face to call home, Babe…’

Salam,

Koper Rock n Roll kerenmu

15 pemikiran pada “[Surat Cinta #26] Dari Koper Rock n Roll untuk Kamar yang Ditinggalkan

    1. The power of Deadlinedan kepepet, Kak… hahaha. Saya juga kadang kesulitan nyari ide. Tp pas maksain diri buat nulis, idenya muncul sendiri. Bikin komitmen nulis aja tiap hari. Kebetulan saya komit di event #30harimenulissuratcinta. Jadi selama 30 hari saya nulis surat cinta. Lumayan udah 26 hari gak bolos meski banyak surat dikirim mepet2. Hahaha.

      1. aviqnugroho

        Oh jadi si penulis surat cinta nih. semoga bersedia berbagi ilmu. paling tidak bisa mengajarkan tentang ide-ide menulis biar selalu ada.

  1. aviqnugroho

    tapi kok malah jadi bingung yang mau didiskusikan, ya. Tulisanmu begitu rapi, alurnya kelihatan. Dan mungkin kebingunganku adalah menggambarkan tokoh.

    1. Hahaha. Gak juga lah kak, tulisan saya biasa aja. Kadang sering typo. Bikin kesal yg baca. Hahaha.

      Menggambarkan tokoh gak harus pake paragraf deskripsi sih. Dr dialog pun bisa. Untuk flashfic kayak gini juga gak perlu menggambarkan tokoh yg serta merta. Mainin aja twist dan alurnya.

    1. Hahaha, Ada teknik menulis yang gak perlu pakai dialog kok. Namanya Stream of Consciousness (SOC). Saya sempat bahas dulu di blog. Tp kalau mau baca contoh tulisannya langsung bisa baca cerpen saya yg judulnya “Pagi Berdarah” bisa cari linknya di “Menu Kata-Kata” yg ada di atas.

      Well, kadang kita memang harus ngeksplor teknik tulisan yg nyaman di kita sih. Kalau misal kakak ngerasa nulis dialog itu gak penting dan gak asyik, mungkin saja itu bukan gaya kakak. Hahaha. Saya juga begitu sih dulu, waktu masih galau2nya ini tulisan mau dibawa kemana.😄

      1. aviqnugroho

        bisa dicoba, sebenarnya belum tahu sih gaya nulisku gimana. Ini aja dua minggu aku bilang hari-hari ajaib. bisa nulis lebih dari satu halaman. dan pake dialog pula. dan tentunya, masih belum paham sama gaya nulis diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s