Devon

Hanya ada dua hal yang Devon lakukan saat malam minggu. Satu, mengisi pulsa. Dua, menunggu panggilan masuk. Seperti sekarang…

Drrr… Drrr… Drrr…

iPhone 5 warna hitam itu bergetar di atas meja dan Devon pun langsung melonjak dari kasurnya.

“Halo?”

“Dev, Sayang, kamu lagi sibuk gak?”

Senyumnya merekah tatkala suara manis itu menyusupi gendang telinganya.

“Gak kok,” jawabnya mantap. “Aku telepon balik ya. Matiin aja, Say.”

Sampai rela Devon membiarkan gadis itu kehabisan pulsa meneleponnya, barang tentu laki-laki itu gak dapat memaafkan dirinya sendiri.

Tut… tut… tut…

Nada tunggu. Paggilan diangkat.

“Halo, May?”

“Beb!”

“Apaan?”

“Aku mau cerita lagi tentang malam ini.” Suara di seberang terdengar genit dan menggemaskan. Devon suka sekali suara itu, membuatnya selalu mengerang senang di dalam hati.

“Malam ini aku lagi senaaaang banget, Beb! Kamu tahu gak kenapa?”

Devon tersenyum, ada getir di sudut bibirnya.

“Emang kenapa, Cantik? Situ kayak gak pernah hepi aja pas malam minggu. Emang kali ini ada apa?”

Suara tarikan napas dalam di ujung telepon. Terdengar tak sabar ingin menjeritkan kisah luar biasanya malam ini.

“Devina, Sayaaaang! Malam ini Romeo nembak akuuuu! Kyaaa! Kita jadian!”

Teriakan gembira itu sama sekali tak selaras dengan hati di balik babydoll pink yang pecah dan hancur. Devon menatap nanar meja rias di samping tempat tidurnya yang penuh dengan kosmetika perempuan yang ia beli bersama Maya; hanya untuk menunjukkan pada sahabat masa kecilnya itu kalau mereka bisa melakukan segalanya bersama tanpa memandang jenis kelamin.

Tapi hanya untuk satu hal, yang selama ini ingin ia ungkapkan pada Maya dan memohon pada gadis itu untuk merubahnya.

Namanya bukan Devina, melainkan Devon.

Ia lelaki dan sudah mencintai Maya lama sekali…

“Selamat ya, Beb, semoga langgeng nih!”

Beginilah… ritual malam minggu Devon.

_________

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari http://t.co/pVsAoDeknx di Facebook dan Twitter @nulisbuku

4 pemikiran pada “Devon

  1. Hai Dicta! Lama nggak mampir dan konsekuensinya adalah aku ketinggalan banyak tulisanmu. Aku memutuskan singgah di tulisan ini untuk mengejar ketertinggalan hehehe

    Btw aku suka fiksi-fiksi pendek yang twistnya kaya gini hehe. Bikin aku cukup kaget. As always tulisanmu enak banget untuk dibaca. Semangat terus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s