[Surat Cinta #29] Dari Saya untuk Kalian Berdua

Maaf.

Maaf karena saya mengirimkan satu surat untuk dua orang sekaligus. Rasanya seperti mencintai dua orang di waktu yang bersamaan, hahaha, tapi bagaimana lagi, saya memang sangat menyukai surat yang kalian berdua berikan. Seumur-umur saya tidak pernah mendapatkan surat dari siapa pun, kedua surat kalian adalah surat pribadi pertama yang saya terima selama 19 tahun hidup saya di dunia ini (seingat saya sih, kalau surat-surat pengumuman dari sekolah enggak dihitung XD). Rasanya benar-benar tersentuh saat membaca setiap kata yang ditujukan kepada saya, ada rasa  tak percaya juga karena saya tidak menyangka surat-surat yang saya tulis bisa mengerakan hati orang lain.

Kalian benar-benar membuatku bahagia, dan kuharap kehabahagiaan akan terus datang menghampiri kalian setiap hari.

ooo

Dear, Marina

Surat saya yang berjudul ‘Dari Pintu Kulkas untuk Kertas Warna-Warni’ adalah salah satu surat yang cukup emosional dari seluruh surat yang saya tulis. Beberapa adegan di dalam surat ini pernah saya rasakan dan saya memang selalu menyelipkan kejujuran di setiap surat yang saya tulis. Terlalu banyak hal yang terjadi di hidup saya, saking banyaknya saya harus membaginya dengan seseorang atau sesuatu agar saya tidak menyimpannya sendiri dan menjadi gila karena stress berkepanjangan. Hahaha.

Saya akhirnya memilih untuk menulis. Mulanya saya menulis hanya untuk kesenangan dan pujian semata, lambat laun tujuan itu berubah menjadi ‘saya menulis untuk diri saya sendiri’. Saya menulis kegalauan, kesedihan, keresahan, serta kebingungan saya, dan setiap kali menuliskan hal itu saya mencoba untuk menemukan jawabannya. Kadang, saya menemukannya, tapi kebanyakan saya justru tidak mendapatkan apa pun kecuali sebuah tulisan baru. Hahaha, tapi itu pun saya syukuri karena setidaknya saya bisa membaca seluruh rasa hati saya di blog.

Dan… ketahuilah, Marina, menyadari dirimu yang juga mengalami hal yang sama seperti pintu kulkas yang saya tulis dalam surat itu membuat hati saya mencelus. Seperti bertemu dengan sobat lama yang saling mencari satu sama lain, saya membaca surat singkatmu dengan penuh perasaan. Dan saat di akhir surat itu tiba, saat kamu memberikan lanjutan pada kata-kataku, detik itu pula aku sadar.

Sepertinya kita bisa saling menyebuhkan luka masing-masing. Dengan cinta, aku percaya hal itu mungkin dilakukan, karena…

‘cinta bahkan tetap bisa tumbuh pada hati yang sudah banyak terluka dan luka tak akan mampu membatasi rasa cinta’

😀

ooo

Dear, Mayang

Terima kasih. Sangat terima kasih, sungguh sangat terima kasih telah memberi saya surat dengan cinta yang sangat menggebu-gebu. Saya sampai tenggelam pada setiap katanya dalam lautan kesenangan karena surat penuh cinta seperti itu tak pernah saya terima. Saya benar-benar tidak menyangka kalau surat saya mampu menghantarkanmu untuk menyukai tulisan saya yang lainnya. Maafkan saya bila banyak dari tulisan saya itu hanyalah kata-kata sederhana dari gadis pradewasa ababil yang masih galau dengan hidupnya. Tapi ketahuilah, seluruh tulisan itu tulus saya tulis untuk para penikmat kata, seperti dirimu.

Pada surat indahmu itu pula kutemukan banyak sekali pertanyaan, dan dengan senang hati,saya akan menjawab setiap pertanyaan yang saya temukan di sana. Pertama, bagaimana saya  bisa menulis seperti ini? Banyak hal yang terjadi pada tulisan saya, tapi tentu saya menulis seperti ini tidak datang secara instan. Tapi satu hal yang ingin saya tekankan, never stop writing, meskipun banyak orang yang mencela tulisanmu, teruslah berkembang dan ambil risiko dalam setiap tulisan yang kamu kerjakan.

Kemudian, sejak kapan saya menulis? Saya menulis sejak mengenal apa itu buku diari, tapi benar-benar mencintai dunia ini ketika saya duduk di kelas dua SMA. Selanjutnya, dari mana saya mendapatkan inspirasi? Saya mendapatkan banyak inspirasi dari banyak hal. Film, buku, lagu, orang-orang di sekitar saya, dan lain sebagainya, tapi yang paling utama adalah hidup saya sendiri. Kenapa? Karena saya menulis untuk diri saya sendiri, saya menulis untuk menjawab pertanyaan yang muncul di hidup saya, dan meskipun tidak mendapatan jawaban dari kegiatan menulis ini, saya mendapatkan satu cerita baru untuk dibagikan. Hahaha.

Lalu, dua pertanyaan beruntun tentang apa saya suka membaca buku dan kalau suka genre buku apa yang saya sukai? Jawabannya, saya sangat menyukai buku, buku adalah dunia saya sejak saya masih bayi. Hahaha. Saya tidak menyukai satu genre khusus pun tidak juga menyukai semua buku. Setiap kali ke toko buku saya tidak pernah memiliki tujuan tertentu untuk membeli buku apa, karena saya tidak pernah memilih buku yang ingin saya baca, bukulah yang memilih saya😀 (red. Ini kutipan keren dari satu-satunya penulis kesukaanku, Paulo Coelho)

Dan pertanyaan terakhir yang saya temukan di suratmu adalah apa aku akan mengabarimu jika aku menerbitkan buku? Hahaha, TENTU SAJA! dunia harus tahu ada kata-kata yang ingin sekali dibagi di sini. Semoga saja passion memiliki buku sendiri itu tidak sejauh angan belaka. Terima kasih karena menitipkan rasa percayamu pada saya kalau saya bisa melampaui perkataan orang yang selalu meremehkan mimpi saya ini.

Saya pasti akan terus menulis, tak akan pernah berhenti meski seluruh manusia di dunia ini memunggungi saya, karena saya tahu semesta menolong saya untuk terus menulis. Semoga suatu hari nanti kita bisa berjumpa dan saling bertukar kata secara verbal. Karena hanya membaca suratmu untuk saya, saya sudah menemukan salah satu kebahagian terbaik yang pernah saya punya.

😀

ooo

Di akhir surat untuk kalian berdua ini, sekali lagi aku ingin mengucapkan terima kasih yang sangat dalam pada kalian. Semoga bisa membalas kebahagiaan yang telah kalian berikan pada saya kemarin saat menerima surat kalian.

Salam,

Benedikta Sekar

4 pemikiran pada “[Surat Cinta #29] Dari Saya untuk Kalian Berdua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s