[Surat Cinta #30] Dariku untuk Kisah yang Belum Tuntas

Untuk seluruh surat yang telah kutulis selama 29 hari ke belakang hingga hari ini,

Terima kasih untuk segala hal yang telah kalian berikan padaku. Kalian semua telah mengajariku bagaimana caranya berkomitmen dalam menulis juga mencinta. Kalian semua telah memberi arti pada setiap hari yang kulalui sampai hari ini karena tak ada hari yang kulewati tanpa memikirkan kalian, Surat-Suratku.

Tiap kali aku bangun, hal pertama yang aku ingat adalah aku harus menulis surat hari ini. Kadang kala ide datang di kepalaku begitu cepat seperti angin, tapi beberapa ide itu juga justru terbang entah ke mana sampai akhirnya ia kembali tepat satu jam sebelum deadline. Karena itulah, kadang aku harus memaki diri karena tidak bisa menggenggam ide itu kuat-kuat dan langsung menuliskannya.

Mari, salahkan para penemu internet.

Surat-Suratku yang isinya mungkin tak seindah pelangi atau bulir hujan yang luluh di kaca bening, kalian adalah sejarah dalam hidupku. Cinta yang tak berujung. Banyak hal yang terjadi selama tiga puluh hari ini, dan kalian selalu ada di sana sebagai saksi perjalanan terbesar dalam hidupku.

Hari ini, event #30HariMenulisSuratCinta telah berakhir. Tapi aku tahu, kisah kita belumlah tuntas. Masih banyak kisah yang ingin kubagi, debaran cinta yang kuingin ungkapkan, serta mimpi tentang ‘suatu hari nanti’ yang belum tercapai. Sungguh, aku tidak akan berhenti memikirkan kalian dalam kepalaku, terlalu banyak rasa bahagia yang kalian berikan padaku selama tiga puluh hari ini. Hingga berhenti untuk merangkai kisah kalian tak pernah terlintas di benakku.

Maka dari itu, aku akan bersabar.

Sebelas bulan ke depan akan berlalu seperti angin sore hari yang pergi untuk kembali, dan kita akan bertemu lagi pada bulan cinta tahun 2016. Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal karena kita tidak berpisah. Aku hanya ingin mengungkapkan cinta yang tak akan luntur meski waktu berjalan begitu lama.

Akan ada banyak kisah yang berjalan di hidupku selama kita tak bersua dan semua itu akan kusimpan dalam hati untuk kuungkapkan kepadamu agar seluruh khalayak ramai tahu pada tahun yang akan datang, dan yang akan datangnya lagi, dan terus menerus sampai tak ada lagi yang tersisa dari hidupku.

Karena hidupku adalah sebuah kisah panjang yang tak akan pernah tuntas kutulis dalam surat-surat ini, pun dalam setiap kisah di semua karyaku. Hidupku adalah sebuah buku, yang kutulis dengan tinta darah. Buku ini baru akan selesai, bila nanti darahku tak lagi mengalir keluar dari jemariku dan menorehkannya pada mimpi-mimpi di langit malam.

Iya, Surat-Suratku, tak ada akhir pada kisah kita karena semua belumlah tuntas.

Salam,

Benedikta Sekar

2 pemikiran pada “[Surat Cinta #30] Dariku untuk Kisah yang Belum Tuntas

    1. Saya yang terima kasih sama Kak Ika, yang selalu rajin menyapa saya dalam komentar. Menyapa setiap surat dalam kata2. Surat2 saya meski tanpa tujuan selalu terasa berbalaskan oleh komentar2 kakak. Saya senang sekali.

      Semangat saya akan selalu ada kak. Semoga kita bisa bertemu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s