[Coretan Dicta] Perkara Mimpi yang Terasa Hambar

Pernahkah pada suatu waktu kamu merasa bahwa mimpimu terasa hambar? Seperti tak ada lagi gairah untuk mengejarnya sampai ke ujung dunia. Seperti tak ada lagi kuasa untuk menuntaskannya dan memuaskan diri. Seperti tak ada lagi ada mimpi yang harus dibuktikan.

Beberapa waktu belakangan ini aku mengalaminya. Mimpi itu terasa hambar. Well, aku telah membuktikan pada mama yang menghidupiku sekarang dan papa di surga bahwa aku telah berhasil masuk UGM dan diterima di jurusan yang aku inginkan. Keluarga besarku yang semula meragukan mimpiku sebagai penulis kini juga mulai men-suport-ku dengan baik. Mama yang sebenarnya masih ingin aku menjadi penerus dirinya menjaga toko di kampung pun mulai maklum dan membiarkanku melakukan apa yang aku sukai. Iya, benar. Semua izin dan berkat yang mereka berikan seharusnya membuatku bahagia, senang, dan bangga tapi tiba-tiba saja sesuatu di dalam diriku menggeliat tak terkendali, lantas sebuah pertanyaan pun muncul di benakku sebagai kesimpulan yang menakutkan…

‘Lantas apa yang akan kaulakukan sekarang?’

Baca lebih lanjut