#10 To My Future Husband: Busy

Hari ini hari pertama kuliah.

Itu tandanya akan ada banyak kesibukan yang menantiku selama berhari-hari ke depan dan akhirnya memaksaku untuk menulis surat menggunakan jempol, seperti sekarang. Hahaha.

Untung saja hari ini ada jeda di siang hari, sehingga aku masih sempat mengetik surat ini untukmu sembari menanti jam kuliah berikutnya. Tapi, meskipun begitu, mulai hari ini surat-suratku mungkin tak akan sepanjang surat-surat sebelumnya. Mungkin aku hanya akan menceritakan padamu tentang beberapa hal; mungkin aku juga hanya akan menyapamu dengan pesan-pesan singkat; tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan berhenti memikirkanmu.

Aku tahu, dikemudian hari akan banyak kesibukan yang memisahkan kita. Aku dengan dunia serta mimpi-mimpiku; kamu dengan kesenangan juga kegiatanmu. Waktu untuk bersama pun semakin menipis, kata-kata yang tertukar serta mata yang bersetatap pun semakin berkurang. Mugkin saja aku tak akan bertemu denganmu seharian; mungkin saja aku lupa memberimu kabar; kadang-kadang handphone-mu pun akan mati dan kamu langsung jatuh tertidur setibanya di rumah.

Maka, dengan segala kesibukan itu, serta alasan-alasan yang mengikutinya. Aku yakin akan ada pertengkaran yang terjadi. Rasa ragu serta takut kehilangan akan menggerogoti hati kita; kepercayaan hanya akan menjadi hal kesekian dan rasa marah pun merengsek masuk ke dalam perasaan. Hubungan kita akan menjadi keruh dan hanya menunggu waktu sampai kata-kata perpisahan terucap dari bibir kita.

Tapi, itu tidak akan terjadi. Sungguh.

Aku tak bisa menjanjikan kalau hubungan kita akan berjalan baik tanpa tersandung krikil atau batu. Namun, aku berjanji akan terus memikirkanmu, sesibuk apa pun aku nanti. Aku mungkin tak akan sempat mengabarimu, aku mungkin akan lupa dengan janji-janji kita, tapi kehilanganmu setelah aku berhasil memilikimu? Itu mustahil.

Dan aku harap, kamu juga merasakan. hal yang sama. Aku akan mempercayaimu; mempercayai kesibukanmu, jika memang kamu memerlukan waktu untuk menikmati hobi dan segala kegiatanmu. Karena sesibuk apa pun kamu, aku percaya, kamu hanya akan memikirkanku.

Yeah, seperti yang aku katakan di surat sebelumnya, aku ingin kita membangun hubungan ini atas dasar percaya dan setia. Jadi, tak masalah sesibuk apa pun dirimu, Tuan, aku akan mempercayaimu juga setia padamu.

Dari gadis sok sibuk
Benedikta Sekar
Yogyakarta, 9 Februari 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s