20 Hal Tentang Dikta

LOL.

Sudah lama sekali rasanya gak dapat tag-tagan beginian. Terakhir dikasih tantangan pas zamannya blog award gitu. Hahaha. Terima kasih ya Fadilla Sukraina atas tantangannya. Sebenarnya kebetulan sekali aku sudah lama tidak mengisi tulisan di blog lantaran sibuk berlaga di dunia perkampusan. Mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bisa membuatku lebih mengenali diri sendiri, karena kadang kala, aku pun bisa tersesat saat mencoba memahami diriku sendiri.

***

  1. Your real name?

Benedikta Sekar Arum Setyorini. Panjang ya? Iya, hahaha. Benedikta itu nama baptisku, diambil dari nama Santo Benediktus, artinya berkat atau yang diberkati. Sekar Arum artinya bunga yang mekar dan harum. Sementara Setyorini adalah singkatan nama Papa dan Mamaku. Banyak doa yang dipanjatkan dalam namaku, semoga saja aku bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan menjadi bunga yang mekar dan harum untuk kedua orangtuaku.

  1. Your current pen-name? When do you start using your current pen name?

Dikta. Bukan pen-name juga sih. Beberapa teman memanggilku Dikta, tapi dunia maya lebih mengenalku begitu. Mulai memakai nama ini sejak tahun 2009, pas zaman baru mulai menulis fanfiction korea-koreaan gitu. LOL. Terus ujung-ujungnya kujadiin nama blog, tapi nama blog kenapa pakai ‘c’? Kalau boleh jujur, LOL, itu typo. Hahahaha. Tapi karena sudah terlambat untuk memperbaikinya ya sudahlah. Biarkan saja. Hahaha.

  1. The story behind your pen-name?

Eh? Udah dijawab di atas sedikit, tapi well, alasan kenapa pakai nama Dikta? Emh, gak tahu ya… biar beda gitu aja dari nama panggilan sehari-hari. Lagian lebih manis bagitu kedengarannya. Fufufufu~

  1. Where to find you?

Kalian bisa menemukanku di setiap kata yang ada di blog ini! Hahaha, tapi kalau mau ngobrol-ngobrol secara pribadi silakah loh ya, bisa hubungin aku di berbagai media sosial di bawah ini:

Twitter            : @Okage_de

Facebook         : Benedikta Sekar

Line                 : katakatadicta

Instagram        : @BenediktaSekar

  1. Why do you write?

Pertanyaan sulit. Bisa kujawab dengan berbagai alasan. Dari jawaban klise sampai yang sangat pribadi. Well, awalnya aku mau tulis versi panjangnya, tapi kayaknya kalian bakalan mati kebosanan kalau aku mulai bercerita tentang alasan aku mencintai kegiatan magis ini. Jadi, mari kupersingkat saja.

Pertanyaan kenapa selalu dijawaban dengan karena, maka dari itu aku akan menjawab pertanyaan ini dengan beberapa karena.

  1. …karena menulis membantuku untuk menjadi waras. Aku yakin, seandainya aku tidak tahu caranya menuliskan kisah ke dalam kata-kata, mungkin saja aku berakhir di rumah sakit jiwa dengan segala pikiran-pikiran sintingku tentang kehidupan dan kematian. Hahaha, separah itu kah? Ya, gak juga sih, tapi well… you know, setiap penulis memiliki kegilaannya sendiri yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri dan Tuhan. Hahaha.
  2. …karena menulis mengajarkanku bahwa kata-kata itu seperti racun juga obat di waktu yang bersamaan. Kita hidup di dunia yang penuh dengan kepalsuan. Di dunia maya yang tak memiliki filter orang-orang pun bebas menulis apa pun yang ingin ditulis. Ia menyebar seperti racun, hingga mempengaruhi otak kita. Namun, kadang kala, kata-kata bisa menjadi obat bagi siapa pun yang membacanya. Kata-kata sederhana di hari yang penat bisa menjadi pelipur lara yang ampuh.
  3. …karena menulis itu menyenangkan. Ada sesuatu yang magis dari kegiatan yang satu ini. Sesuatu yang tak bisa digantikan oleh kenikmatan apa pun juga. Kadang kala, ketika aku tidak menulis selama berbulan-bulan, aku menyadari rasa rindu yang menggebu-gebu dan berloncatan di sela-sela dadaku. Aku ingin menulis. Aku ingin menulis. Aku ingin menulis. Perasaan itu begitu sederhana, sesederhana ketika aku masih kanak-kanak dan orangtuaku memberikan hadiah padaku. Rasanya menyenangkan dan itu membuatku bahagia.

Eh, ujung-ujungnya gak singkat juga sih. LOL. Ya udah lah ya.

  1. Where do you usually get inspiration for your writing?

Kisah itu datang ketika ia ingin diungkapkan. Sebanyak apa pun ide cerita yang aku punya. Sekeren apa pun khayalanku tentang sesuatu. Sebagus apa pun inspirasi yang aku miliki. Semuanya akan berakhir di sudut otakku hingga berlumut kalau memang bukan cerita yang aku ingin ceritakan. Hahaha. Jadi kadang, inspirasi yang datang akan selalu kalah dengan kisah yang ingin aku ungkapkan sendiri dari dalam hati.

  1. Genre you usually write?

Romance? Aku selalu suka menulis sesuatu yang berbau cinta. Klise? Oh jelas, pasti. Tapi ada sesuatu yang begitu menakjubkan dari cinta. Aku selalu ingin menulis sisi-sisi lain dari cinta, selalu tertantang untuk mengungkapkan keagungannya serta keburukannya. Aku tak akan berhenti menulis tentang cinta, bahkan di sepanjang hidupku, akan selalu ada cinta untuk dikisahkan.

  1. Genre you usually read?

Gak punya genre yang pasti. Biasanya baca sesuai kata hati aja sih. Tapi belakangan lagi doyan fantasi sih. Mungkin karena pengen nulis fantasi dan masih gak kesampaian.

  1. Current interest in writing?

Menulis tentang veganisme. Sudah sekitar dua bulan ini aku jadi vegetarian, dan sejak saat itu aku menemukan banyak sekali pengetahuan tentang dunia itu. Aku sudah gak sabar untuk membuat tambahan di menu kata-kataku. “VEGAN CORNER”. Woho! Sepertinya keren!

  1. Your typical favorite fictional character?

Manusiawi? Aku gak suka tokoh utama yang manja dan ‘serba ditolong’ oleh berbagai kebetulan dan keberuntungan. Tokoh utama itu harus punya sifat jelek, mereka manusia to? Manusia gak ada yang sempurna. Tokoh fiksi ada bukan untuk dicintai pembaca, mereka ada untuk menunjukkan pada pembaca kalau mereka sama seperti si pembaca itu. Intinya, aku suka tokoh yang ‘gue banget!’.

  1. Name your own favorite fictions(s) and the reason why?

Aku gak punya. Emh, mungkin karena aku bukan tipikal pembaca yang stuck in one character. Tiap kali aku baca buku baru, aku selalu mencoba menyelami tokoh-tokoh dalam buku baru itu. Jadi, perasaanku pada tokoh yang lama pun hilang tak bersisa bahkan kadang melupakan nama-nama mereka. Hahaha. Jahat ya?

  1. It might sound narcistic, but what’s something special from your writing?

Tiap kali aku baca ulang tulisan-tulisanku, aku selalu berusaha menemukan satu hal yang menurutku spesial. Namun, sayangnya, aku hanya menemukan bahwa semua tulisan itu memiliki emosi yang berbeda-beda ketika aku menulisnya. Mereka tak punya sesuatu yang khusus. Bahkan ketika orang yang sudah ribuan kali membaca tulisanku, ia tak akan mengenali tulisan yang baru saja aku tulis. Mungkin karena aku sendiri masih belum bisa mengenali, seperti apa tulisanku sesungguhnya dan bagaimana gayaku ketika bercerita. Emmmh, mungkin kalian bisa membantuku menjawab pertanyaan ini.

  1. Aspect you still feel lacking?

Menari dengan kata-kata. Emh, mungkin lebih tepatnya, aku ngerasa masih kurang bisa membawa emosi pembaca. Seperti naik-turun, berdinamika, dan lain sebagainya hingga di akhir ketika pembaca selesai membaca tulisanku, pembaca  hanya bisa terdiam dan mampu merasakan sensasi roller coaster yang aku ciptakan. Mungkin aku harus lebih banyak menulis untuk lebih bisa mengasah skill itu.

  1. Biggest challenge you ever encountered when writing something?

Tulisan lupa di-save atau kehapus. Rasa malas. Uah, sesederhana itu.

  1. About your writing, what do you what you accomplish next?

Menulis novel? I believe, sudah saatnya aku keluar dari zona amanku dan mulai menulis novel perdana. Wish me luck.

  1. What is something you usually avoid when writing?

Menulis sambil tengkurap di kasur, seperti saat aku menulis coretan ini. Because you know what? Aku sudah berusaha untuk menyelesaikan tulisan ini dalam satu jam namun akhirnya tertunda selama berhari-hari karena aku ketiduran. Jir.

  1. What is something you want to improve from your writing?

Feeling. Kayaknya aku harus belajar bikin cerita yang punya feeling mendayu-dayu biar orang terlena gitu deh.

  1. Do you have other interest aside from writing? And reasons why?

Baca puisi? Bikin lagu? Bikin film? Menggambar juga oke deh. Kayaknya asyik gitu ya bisa menulis dengan media lain.

  1. If you have ability to master one skill in one night, what skill will you choose?

Memasak? Anjir, semenjak jadi vegetarian, aku harus bisa masak karena makanan yang aku makan itu makanan alien. Hahaha. Banyak banget resep-resep enak vegetarian gitu di You Tube dan Instagram tapi semua ketahan karena skill-ku pas-pasan dan bahan yang rada susah dicari penggantinya. Pengen banget bisa bikin masakan gitu dengan cepat dan cekatan biar gak harus kelaperan nunggu otak yang gak jalan-jalan buat ide masak apa entar.

  1. Protips from you to whomever read this?

Jangan pernah takut untuk bermimpi, mengambil risiko, dan terluka karena mimpi-mimpi itu. Jika menjadi penulis adalah mimpimu, maka menulislah. Menulislah yang banyak. Dengan jemarimu, dengan matamu, dengan hatimu, dengan pikiranmu, dengan segala yang ada pada dirimu, karena jika kamu bersungguh-sungguh, semesta akan menjawab semua usahamu dan membantumu untuk memeluk semua mimpi yang barangkali ditertawakan oleh orang lain. Itu.

***

Well, itu dua puluh hal tentang diriku. Thanks banget untuk siapa pun yang membuat pertanyaan-pertanyaan ini. Sepertinya aku tidak akan menge-tag orang lain untuk menjawab pertanyaan ini karena aku sudah jarang sekali blogwalking dan bingung mencari-cari blog-blog mana saja yang masih aktif. Well, kuharap, siapa pun yang membaca coretan ini bisa mengenal diriku lebih baik lagi. Bahwa perempuan bernama ‘Dikta’ di balik blog kata-kata ini hanyalah manusia biasa yang masih mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan lain yang bergumul di hatinya. Jangan segan untuk menanyakan hal-hal lain tentangku. Tulis saja di bawah atau hubungi saja aku secara langsung, siapa tahu, kita bisa bertukar cerita dan menjadi kawan baik; sebaik senja yang selalu merengkuh hari dalam pelukannya dan menina-bobokannya hingga malam menjelang.

Iklan

One thought on “20 Hal Tentang Dikta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s