Kampus Fiksi #19 Bag. 3 : Menulis itu Perkara Isi dan Bungkus

Okay, aku menulis coretan ini di perpustakaan lantaran dosen pengampu mata kuliah Menyimak I yang kuulang semester ini tidak hadir (again!). For a God sake, deh ya! Kuliah udah jalan dua minggu dan ini dosen gak datang-datang juga. Bukannya apa sih ya, siapa yang gak seneng ada kuliah yang kosong sih? Tapi satu, aku udah [...]

The Meeting

Lisa Martinez tidak tahu apa stocking oranye dan one peace t-shirt bercorak garis-garis vertikal merupakan padanan yang tepat untuk sebuah pesta vintage. Akan tetapi, itu yang dikatakan sebuah majalah fashion padanya bertahun-tahun yang lalu, maka ia menurut saja. Sembari menunggu taksi melintas, wanita itu menatap etalase toko roti di belakangnya sejenak. Baiklah, setidaknya aku tampak [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 2 : Sadarilah Kalau Tulisanmu Itu Busuk!

  Hari pertama kuliah di Kampus Fiksi dibuka dengan pengantar dari Pak Edi, selaku Bapak dari anak-anak overdosis micin (elah, micin lagi! Micin lagi!). Kata pengantar yang beliau sampaikan secara garis besar menggambarkan sebuah kata sederhana yang biasanya dilupakan oleh penulis muda kebanyakan. Proses. Proses yang menghantarkan seorang manusia biasa menjadi super saiyan! Ciaaat! Pipipipipipi! [...]