[Obrolan Bareng Om Patjar] Pt. 1 : Creating Happiness is Bullshit

  (Pasca ngobrol ngalur ngidul) Dicta                      : Aku pengen bikin kamu lebih bahagia lagi. Hmmm... Om Patjar            : Jangan. Kamu gak usah bikin aku lebih bahagia lagi. Aku udah bahagia maksimum ini. Lagian kebahagiaan bukan segalanya. Ada lebih dari 100 ribu anak-anak yang meninggal tiap hari karena gak punya makanan untuk dimakan, [...]

Iklan

Vegan VS Angry Vegan

  Sebenarnya sudah agak lama aku ingin menulis tentang ini. Sejak aku membuka konten teranyar yang membicarakan tentang dunia vegan dan sekitarnya—Sudut Vegan, aku mulai merancang segala macam konten tulisan yang mengungkapkan tentang fakta-fakta mengerikan yang “hanya” dipikirkan oleh para vegan yang memilih hidup seperti ini dengan alasan etik, yaitu alasan kalau hewan adalah makhluk [...]

Pt. 1 – Jakarta Hari Ini.

Jakarta hari ini mengingatkanku pada manik matamu saat kita berpisah dulu—remang dan basah.  Bulan September datang dan membawa hujan tanpa permisi belakangan ini; aku mengira-ngira kejutan apa lagi yang akan ia perlihatkan selain hiruk pikuk yang rasanya tak berkesudahan. Sejak malam ketika aku melihat kakimu yang sejenjang korek api itu melangkah tertatih-tatih membelah angin, telah [...]

[Coretan Dicta] Tentang Benedict Cumberbatch yang Ganteng Banget Kalau Bewokan

Baru selesai menonton "Doctor Stranger" meskipun ada tugas yang menghimpit. This film talking about time, about "penyerahan diri", pengakuan bahwa adanya kekuatan yang lebih dari apa yang kita tahu. Saya rasa film ini seharusnya menjadi TOP of the list semua orang. Para karakternya memanusiakan manusia, terlepas dari kekuatan tidak masuk akal yang menjadi basic dari [...]

Ekonomi Indonesia di Zaman Digital: Peluang Bisnis yang Tak Terelakan

Perkembangan ekonomi di zaman digital pada dekade ini tengah berada di atas angin. Seiring dengan perkembangan teknologi yang kian mutahir dan munculnya generasi-generasi milenial yang sangat melek dengan beragam informasi serta manfaat teknologi, sektor ekonomi pun tentu tidak akan luput dalam mengambil peluang ini. Seperti yang dapat kita lihat dari data statistik yang diterbitkan oleh [...]

Ik Ben…

Empat puluh tahun berlalu secepat angin menghempaskan serpihan debu di trotoar Malioboro. Paru-paru pria kaukasoid itu melumat dalam-dalam cerutu pertamanya hari ini dan menyelimuti wajah yang kini penuh dengan bintik-bintik usia itu dengan asap beracun. Ia tersenyum tipis, mata biru kelabunya melirik miris pada kusir-kusir andong yang telah siap siaga di atas dokar dan menanti [...]

Seandainya Pongah itu Kita Buang ke Laut Saja

  Putih adalah warna kesukaan Bellatrix selain merah muda. Namun, ketika ia melihat pria itu mengenakan kemeja berwarna putih, mencukur rambutnya hingga cepak, dan menghilangkan bulu-bulu di wajahnya begitu bersih serta rapi—seperti  yang selalu ia bayangkan dalam benaknya, entah mengapa Bella merasa risih.  Terlalu tidak biasa. Terlalu bukan David yang ia kenal dulu saat masih [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 3 : Menulis itu Perkara Isi dan Bungkus

Okay, aku menulis coretan ini di perpustakaan lantaran dosen pengampu mata kuliah Menyimak I yang kuulang semester ini tidak hadir (again!). For a God sake, deh ya! Kuliah udah jalan dua minggu dan ini dosen gak datang-datang juga. Bukannya apa sih ya, siapa yang gak seneng ada kuliah yang kosong sih? Tapi satu, aku udah [...]

The Meeting

Lisa Martinez tidak tahu apa stocking oranye dan one peace t-shirt bercorak garis-garis vertikal merupakan padanan yang tepat untuk sebuah pesta vintage. Akan tetapi, itu yang dikatakan sebuah majalah fashion padanya bertahun-tahun yang lalu, maka ia menurut saja. Sembari menunggu taksi melintas, wanita itu menatap etalase toko roti di belakangnya sejenak. Baiklah, setidaknya aku tampak [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 2 : Sadarilah Kalau Tulisanmu Itu Busuk!

  Hari pertama kuliah di Kampus Fiksi dibuka dengan pengantar dari Pak Edi, selaku Bapak dari anak-anak overdosis micin (elah, micin lagi! Micin lagi!). Kata pengantar yang beliau sampaikan secara garis besar menggambarkan sebuah kata sederhana yang biasanya dilupakan oleh penulis muda kebanyakan. Proses. Proses yang menghantarkan seorang manusia biasa menjadi super saiyan! Ciaaat! Pipipipipipi! [...]