Ik Ben…

Empat puluh tahun berlalu secepat angin menghempaskan serpihan debu di trotoar Malioboro. Paru-paru pria kaukasoid itu melumat dalam-dalam cerutu pertamanya hari ini dan menyelimuti wajah yang kini penuh dengan bintik-bintik usia itu dengan asap beracun. Ia tersenyum tipis, mata biru kelabunya melirik miris pada kusir-kusir andong yang telah siap siaga di atas dokar dan menanti [...]

Seandainya Pongah itu Kita Buang ke Laut Saja

  Putih adalah warna kesukaan Bellatrix selain merah muda. Namun, ketika ia melihat pria itu mengenakan kemeja berwarna putih, mencukur rambutnya hingga cepak, dan menghilangkan bulu-bulu di wajahnya begitu bersih serta rapi—seperti  yang selalu ia bayangkan dalam benaknya, entah mengapa Bella merasa risih.  Terlalu tidak biasa. Terlalu bukan David yang ia kenal dulu saat masih [...]

The Meeting

Lisa Martinez tidak tahu apa stocking oranye dan one peace t-shirt bercorak garis-garis vertikal merupakan padanan yang tepat untuk sebuah pesta vintage. Akan tetapi, itu yang dikatakan sebuah majalah fashion padanya bertahun-tahun yang lalu, maka ia menurut saja. Sembari menunggu taksi melintas, wanita itu menatap etalase toko roti di belakangnya sejenak. Baiklah, setidaknya aku tampak [...]

Sudah Lama

Sudah lama aku tidak menulis fiksi. Belakangan kata-kataku menjadi tumpul karena jarang sekali kuasah. Mungkin masalahnya bukan pada waktu yang tidak pernah cukup menyediakan kesempatan, melainkan jemari dan otakku kini tak lagi singkron seperti senja kelabu di hadapanku ini—oh ya, hujan masih datang di bulan April. Rasanya aku sudah melupakan momen ini—duduk sendirian di sudut [...]

Love Glows Like A Lighted Candle

Aditya Nurrahman tahu bahwa lembayung senja tak akan pernah menunggu kepulangannya di pesisir pantai kampung halamannya itu. Jadi, ia hanya punya satu hal untuk dilakukan selain memaki waktu yang berjinjit melewati hari-harinya yang pendek dan padat; membuat lagu. Ini bukan perkara imajinasi yang kepalang menyesakan jiwa, bukan juga karena mengisi waktu luang di antara hiruk [...]

Penunggang Ombak

“Hiya!” Danum memicingkan mata pada seorang pria Kaukasoid yang berada di laut, duduk nyaman di atas board, dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi sembari memberi wanita itu shaka sign[1] dengan mengacungkan jempol dan kelingking. “Hiya!” Wanita itu pun sontak menancapkan board yang ia angkut ke pasir pantai Tanah Lot yang berwarna gelap lantas membalas shaka sign [...]

Bagong

Aku tidak pernah suka dengan ikat pinggang Bapak, makanya kunamai ikat pinggang itu Bagong. Bagong itu benda kebanggan Bapak karena memiliki kepala besi yang besar dan berat sekali, jadi bisa dipakai untuk berkelahi. Bapak bilang, ia mendapatkan Bagong dari Mbah yang dulunya seorang veteran perang dan Bagong menjadi satu-satunya harta warisan yang diberikan pada Bapak. [...]

Saturn Cycle

Saturnus membutuhkan waktu dua puluh sembilan tahun untuk kembali ke titik di angkasa di mana planet itu berada pada saat kita dulu dilahirkan. Sampai hal itu terjadi, semua tampak mungkin, impian-impian kita jadi kenyataan, dan dinding-dinding apa pun yang mengelilingi kita masih dapat dirubuhkan. Ketika Saturnus menyelesaikan siklus ini, romantisme apa pun akan berakhir. Pilihan-pilihan [...]

Railway Trip

Dear,  Ivan Romanov Rulin Kutuliskan surat tentang perjalanan panjang ini di dalam kereta yang akan menghantarkanku menuju pulang-mu juga pulang-ku. Membutuhkan waktu empat hari lamanya untuk tiba di Moscow. Musim semi sebenarnya begitu indah di Hyde Park, seperti biasa, Amrita selalu menyeretku ke sana dengan alasan yang sama—India tak punya musim semi pun bunga seindah [...]