[Obrolan Bareng Om Patjar] Pt. 1 : Creating Happiness is Bullshit

  (Pasca ngobrol ngalur ngidul) Dicta                      : Aku pengen bikin kamu lebih bahagia lagi. Hmmm... Om Patjar            : Jangan. Kamu gak usah bikin aku lebih bahagia lagi. Aku udah bahagia maksimum ini. Lagian kebahagiaan bukan segalanya. Ada lebih dari 100 ribu anak-anak yang meninggal tiap hari karena gak punya makanan untuk dimakan, [...]

Iklan

[Coretan Dicta] Tentang Benedict Cumberbatch yang Ganteng Banget Kalau Bewokan

Baru selesai menonton "Doctor Stranger" meskipun ada tugas yang menghimpit. This film talking about time, about "penyerahan diri", pengakuan bahwa adanya kekuatan yang lebih dari apa yang kita tahu. Saya rasa film ini seharusnya menjadi TOP of the list semua orang. Para karakternya memanusiakan manusia, terlepas dari kekuatan tidak masuk akal yang menjadi basic dari [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 3 : Menulis itu Perkara Isi dan Bungkus

Okay, aku menulis coretan ini di perpustakaan lantaran dosen pengampu mata kuliah Menyimak I yang kuulang semester ini tidak hadir (again!). For a God sake, deh ya! Kuliah udah jalan dua minggu dan ini dosen gak datang-datang juga. Bukannya apa sih ya, siapa yang gak seneng ada kuliah yang kosong sih? Tapi satu, aku udah [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 2 : Sadarilah Kalau Tulisanmu Itu Busuk!

  Hari pertama kuliah di Kampus Fiksi dibuka dengan pengantar dari Pak Edi, selaku Bapak dari anak-anak overdosis micin (elah, micin lagi! Micin lagi!). Kata pengantar yang beliau sampaikan secara garis besar menggambarkan sebuah kata sederhana yang biasanya dilupakan oleh penulis muda kebanyakan. Proses. Proses yang menghantarkan seorang manusia biasa menjadi super saiyan! Ciaaat! Pipipipipipi! [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 1 : Ke-micin-an yang Hakiki

  Jadi, setelah menunggu kurang lebih dua tahun pasca diterimanya aku di salah satu angkatan Kampus Fiksi. Akhirnya minggu ini, pada tanggal 27 – 29 Januari 2017, aku pun menggenapi kewajiban untuk menimba ilmu di Kampus Fiksi bersama teman-teman di angkatan ke-19. Ya, benar sekali, Saudara, baru beberapa jam yang lalu aku tiba di rumah [...]

20 Hal Tentang Dikta

LOL. Sudah lama sekali rasanya gak dapat tag-tagan beginian. Terakhir dikasih tantangan pas zamannya blog award gitu. Hahaha. Terima kasih ya Fadilla Sukraina atas tantangannya. Sebenarnya kebetulan sekali aku sudah lama tidak mengisi tulisan di blog lantaran sibuk berlaga di dunia perkampusan. Mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bisa membuatku lebih mengenali diri sendiri, karena kadang kala, [...]

[Coretan Dicta] Untuk Musuh-Musuhku: Aku Mengasihmu

Sudah lama aku tidak merasa setergoboh-goboh ini untuk menulis sebuah coretan. Sudah lama aku tidak merasa ingin sekali menulis dan menuangkan segala sesuatunya dalam gerakan tangan ini. Sudah lama aku ingin mengungkapkan apa yang ada dibenakku hingga hari ini hal itu pun tercapai karena desakannya begitu tak tertahankan. Maka, tanpa perlu memperpanjang paragraf pembuka yang [...]

#6 To My Future Husband: Space

Sepertinya aku perlu jeda. Terlalu banyak cinta yang ingin aku ungkapkan padamu hingga akhirnya aku bingung bagaimana cara terbaik untuk mengungkapkannya. Aku bahkan punya daftar hal-hal apa saja yang akan kutulis dalam surat-suratku—semua berkisah tentangku serta harapan-harapan di masa depan kita. Namun, pada akhirnya aku tidak menggunakannya sebagai acuan karena setiap hari ketika aku terbangun, [...]

[Coretan Dicta] Menjadi Keluarga: Tentang Komunikasi dan Tempat Untuk Pulang

  Membaca ulang coretan sebelumnya tentang Menjadi Keluarga membuatku amat sangat bersalah dengan diriku sendiri. Ketika aku menulis coretan itu, aku benar-benar kebingungan dengan kondisiku di dalam rumah. Aku tak pernah tahu caranya berperan sebagai keluarga. Ada banyak prasangka dalam hatiku yang mengatakan bahwa keluarga yang aku miliki sekarang bukan keluarga sesungguhnya. Karena keluarga bagiku [...]