Seribu

"Aku sudah membusuk karena menunggu." "Menunggu berapa lama?" "Seribu tahun lamanya." Senja itu dua pasang kaki kita kembali separuh basah di tepi empang. Matamu kembali murung, dan aku kembali termenung. Meski terlihat beda, alasan kita sama. Menunggu. "Benarkah? Rasanya baru kemarin kita main layang-layang di lapangan bola kampung." "Kamu tidak tahu rasanya jatuh cinta, Arka." [...]

Sunshine

"Morning, Sunshine..." Kecupan di pipi, senyuman manis, pelukan hangat. Ada dua cangkir kopi di atas meja dan beberapa tangkup roti bakar setengah gosong kegemaranmu. "Morning," balasku sembari mengulum senyum. Pagi yang biasanya. Indah di pandang mata. Tetangga iri, aku tersenyum pongah. "Malam ini jadi kan, Man?" "Nonton Opera?" Aku mengangguk, senyummu melebar. "Jadi dong, mana [...]

Menggantung Mimpi di Awan

"Gantungkan mimpimu setinggi awan." "Eh, bukannya setinggi langit?" "Kalau di langit kita gak akan pernah bisa menggapainya." Kamu tersenyum. Meski tak begitu mengerti apa maksudku. "Memangnya awan bisa kamu gapai?" tanyamu lagi, menyelipkan tangan di belakang kepala, mencoba mencari posisi nyaman berbaring di atas rumput. "Bisa kok. Nih...." aku buru-buru memelukmu, menyandarkan kepalaku di dadamu [...]

Jarak Hati

"Bi, ingat ya, jarak London sama Indonesia itu cuman 17 sentimeter." "Kalau jarak hati kita gimana?" "Emang sejak kapan hati kita terpisah?" Aku tertawa, pun kamu turut tertawa. Bersetatap di depan layar datar seolah-olah ruang dan waktu tak pernah ada; di sini pukul 12 tengah malam dan kamu di sana tengah menikmati makan siang. "Bi, [...]

Jangan Mengharapkan Apa Pun

Ketika cinta datang dan belahan jiwa kita berada di depan mata, yang perlu kamu tahu hanyalah satu hal, jangan mengharapkan apa pun. “Halo.” “Hai.” Berjabat tanganlah, tunjukkan padanya kalau kamu baik-baik saja. “Apa kabar?” “Good. Lu sendiri?” “Gak pernah sebaik hari ini.” Tersenyumlah, meski perih itu masih terasa, meski luka itu belum kering. Tersenyumlah. Karena [...]