[Ficlet] This is Really Goodbye

yoona SNSD

Title                           :               This is Really Goodbye

Author                     :               Benedikta Sekar

Cast(s)                     :

-Kim Seungwon (Seungwon Entertaiment owner’s OC)

-Im Yoona (SNSD/SM Entertaiment)

Lenght                     :               Ficlet—756 kata

Genre                      :               Romance, Angst, songfic

Rate                          :               G

Inspired by             :               M to M, This is Really Goodbye (OST. Lie To Me)

Disclaimer               :               Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari pembuatan fanfiksi ini, dalam bentuk uang atau pun materi. Im Yoona adalah penyanyi yang dinaungi SM Entertaiment, sementara Kim Seungwon sendiri adalah pemilik blog Seungwon Entertaiment. Sementara plot dan jalan cerita murni dari pikiran saya sendiri.

***

Apa jalan itu penuh duri?

Kim Seungwon memandang tikungan yang berada di ujung gang lekat-lekat. Hawa dingin di penghujung tahun meremas tubuhnya tanpa ampun, tapi ia tetap kukuh, berdiam diri di balkon flatnya dan memandangi jalanan yang sepi kehidupan itu.

Ia sedang menunggu.

Siapa?

Seorang wanita.

Berikan namanya!

Im Yoona.

Kekasihnya?

Bukan.

Lantas?

Hidupnya.

Baca lebih lanjut

[Ficlet] Thank You, Grandma

Author                  :               Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast (s)                 :

–          Choi Seung Hyun/TOP (Big Bang/YG Entertainment)

–          Gong Min Ji (Big Bang/YG Entertainment)

Lenght                  :               Ficlet – 817 kata

Genre                   :               Angst, Fluff

Rate                       :               G

Disclamer            :               Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau honor materi. Semua cast yang bukan OC bukanlah milik saya. Melainkan milik dirinya sendiri, menejer dan agensi yang mendebutkan mereka. Sementara plot dan latar cerita murni dari imajinasi saya sendiri.

Aku menatap buku-buku jari kakiku nanar dengan kedua mata sipitku yang sembab. Matahari telah menghilang sejak satu jam yang lalu, tapi aku masih mengurung diri di kamar dan memutuskan untuk melewati makan malam. Aku sama sekali tidak berniat untuk makan; beberapa hari terakhir adalah hari yang berat bagiku.

Srrreek…

“Min Ji, ada telepon untukmu.”

Aku tersentak dan langsung menoleh ke arah pintu kamarku. Dan sedetik setelahnya kutemukan ibu berdiri di sana; memberikan senyum padaku. Senyum yang begitu dipaksakan.

It’s him,” kata ibuku; berusaha terdengar ceria, “Cepatlah turun dan jangan buat dia khawatir lebih lama lagi.”

Aku masih tak bergerak dari tempatku semula, memandang wanita paruh baya itu dengan lebih saksama. Ia terlihat mengenaskan. Kantung mata ibuku terlihat lebih hitam dari milikku; aku tahu ia sangat menyayangi mertuanya itu. Ibu pernah bilang kalau nenek sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri dan akan melakukan apa saja agar beliau bisa sembuh. Tapi ternyata, takdir sudah menentukan jalannya… nenek meninggalkan kami semua dengan sangat tiba-tiba. Tapi setidaknya ibu lebih beruntung dariku, karena aku bahkan tak ada di samping nenek di saat-saat terakhirnya.

Ah, Ye, Eomma… aku turun sekarang.” Aku buru-buru mengusap air mataku yang terlanjur meleleh; tak ingin membuat ibu semakin sedih karena melihatku menangis terlalu banyak – sial, kupikir air mataku sudah kering, tapi ternyata aku masih punya banyak simpanan.

Aku mengikuti ibuku di belakang, hingga akhirnya kami berpisah di ruang tengah karena harus menyapa tamu yang datang untuk mengikuti kebaktian sementara aku langsung menuju meja telpon dan duduk di kursi yang ada di dekatnya.

Yobeseyo?

“Syukurlah. Akhirnya aku mendengar suaramu.”

Baca lebih lanjut