Meong-Meong!

Enak ya jadi kucingnya kamu. Selalu dimanja, dikasih ini dan itu, macem-macem deh. Udah kayak istri kamu aja. Padahal kan aku cuman kucing—cuman peliharaanmu, tapi setiap  malam kamu malah lebih senang tidur denganku. Kalau aku iseng-iseng tanya kenapa, banyak deh alasan kamu. Buluku lebih halus lah, aku lebih enak dipeluk lah, aku enggak bawel lah. [...]

[Pos Cinta #6] Bonjour, Monsieur Lupin!

Bonjour, Monsieur Arsène Lupin! Ini! Ada surat tantangan dariku! Jika kau ingin barang milikmu kembali! Datanglah ke alamat yang telah kita janjikan sebelumnya dan buktikan padaku, jika kau bukan hanya seorang pencuri ulung; tapi juga pecinta yang beruntung. Kusayangkan semua teman wanita dan mendiang istri-istrimu, mereka sebenarnya tak pantas mendapatkan nasib buruk hanya karena begitu [...]

I Found You

Dea ingin tahu: bagaimana rasanya mati? Udara kota Palangkaraya masih lembab, tak ada tanda-tanda matahari bersinar hari ini. Suasana pun sama suramnya di hati Dea, ditiliknya lapangan sekolah dari sudut jendela dan mendapati kenihilan di sana; tak ada yang ingin bermain hari ini—lagi. Semua anak lelaki di SMA 2 Pahandut sepertinya tak ingin melakukan sesuatu [...]

[Kolaborasi] Udin Sapirudin Anak Orang Kaya

Udin Sapirudin tak pernah merasa kekurangan, semua hal yang tidak dimiliki teman sebayanya ia miliki. Rumah besar, gadget yang selalu up to date, sampai pacar yang selalu berganti. Padahal jika ditilik dari cara ia berpakaian serta wajah yang tidak begitu menarik perhatian, mana mungkin orang percaya jika ia adalah seorang anak anggota DPR yang memiliki kekayaan [...]

Perkara Waktu

“Kamu enggak capek?” Olla bergeming, tatapannya fokus tertuju pada layar datar di hadapannya. Semalaman Olla tak tidur, lantaran deadline memburu hidupnya nyaris setiap waktu; ia pun mulai mengutuki writer’s block yang tak pernah bisa diatasi dengan baik. Olla bisa menghapus nyaris setengah  tulisannya dan menulis ulang jika writers’s block sudah menyumbat imajinasinya, dan bagi Olla, [...]

Ketika Malam Telah Larut

Ketika malam telah larut dan tak ada lagi suara yang mengecup cuping telinga, aku pun mengerjap, mencari-cari sebuncah ingatan yang setidaknya mampu memenuhi angan-angan. Aku perlu ingat kamu. Sekarang. Ketika malam telah larut dan tak ada lagi ada suara yang menyingsing di penghujung rindu, aku pun terjaga, mencari-cari sebuncah rasa yang setidaknya mampu memenuhi dahaga [...]

Sekotak Rindu

Ini, sekotak rindu untukmu, maukah kamu mencicipinya? Selagi Tuan Waktu masih memberikan detik-detiknya untukmu. Tak mengapa, rindu ini manis kok, tak ubahnya cinta karamel yang kamu berikan padaku tempo dulu. Nyatanya, aku tak memiliki rindu yang asin karena air mata, atau bahkan pahit yang dilumuri kemarahan sih. Jadi aman. Kamu mau ‘kan rinduku? Oh jangan [...]

A Belated Birthday Gift

Bodoh. Satu kata itulah yang terlintas di benakku kala aku menyadari waktu telah terlampau jauh untuk diputar kembali. Sebuah keterlambatan yang tak sepatutnya terjadi tatkala sebuah antisipasi jauh-jauh hari telah terencana dalam benak. Aku harus memberikan sesuatu di hari ulang tahunnya, teguhku kala waktu masih menunjukkan kelonggarannya; percaya jika aku akan mengingatnya dan melaksanakannya dengan [...]

[Kolaborasi] Putri Intan Cari Pacar!

"Papiiiii!! Aku mau punya pacaaaar!" Putri Intan melangkah memasuki ruang kerja ayahandanya dengan wajah kusut. Rambut bergundinya berkibar ke sana kemari setiap kali kepalanya bergoyang dasyat; kebiasaannya saat sifat manjanya kembali kambuh.  "Pacar? Bukankah banyak lelaki di kerajaan kita yang hendak menjadi pacarmu?" sahut Raja Permata tenang tanpa sekalipun mengalihkan pandangan matanya dari koran pagi [...]

[Kolaborasi] Pangeran Cinta

"KAMPRET!!" Sulis berseru pada Teguh, ketika cowok berambut bergundi itu menyambar dengan kasar buku tulisnya. "Apa-apaan si lo?!" Teguh hanya cengar-cengir dan teetap menyembunyikan buku tulis Sulis di balik punggungnya. Sulis mencoba meraih sebisanya. Tapi Teguh justru membawa buku itu, berlari ke seluruh penjuru kelas.  Spontan teman-teman sekelasnya bersorak-sorai. Pipi Sulis memerah. Ia malu, kesal, dan [...]