[Musikalisasi Puisi] Cinta Anwar

(Terinspirasi dari puisi Chairil Anwar "Senja di Pelabuhan Kecil" dan wawancara dengan Sri Ayati) Sepuluh linting Ji Sam Soe terkapar renyuk di tanah berpasir Kepak Elang di ujung lembayung terlihat seperti nokhta kecil tak berarti Tanjung Periuk Sepi Anwar hanya ditemani desut laut yang membisikan kisah-kisah kematian pelaut ulung Lelaki itu mendesau Tak yakin dengan [...]

[Musikalisasi Puisi] Catur

  Setiap hari aku menghitung sisa bidak di papan caturku Satu… dua… tiga… Tiga pionku telah tandas kemarin lusa Satu… dua… Dua bentengku runtuh kemarin Lalu, satu lagi… Mentriku terancam dipancung hari ini Aku mendengus, jengkel juga kesal Waktu berdecit di sisiku Tapi aku hanya bertopang dagu Berpikir keras tentang langkahku setelah ini Karena langkahku [...]

[Musikalisasi Puisi] Untuk Jodohku yang Sedang Disimpan Tuhan

Untuk jodohku yang sedang disimpan Tuhan Kira-kira seperti apa kita akan bertemu? Pernahkah kau bertanya-tanya? Bagiku Aku selalu ingin bertemu denganmu dalam keadaan tidak sengaja Seperti cinta pada pandangan pertama Saat tubuh kita bertabrakan di lobi hingga kertas-kertas berhamburan Dan tangan kita yang tak sengaja bersentuhan Heh, lucu ya? Murahan gitu Kok bisa-bisanya aku ingin [...]

[Puisi] Separuh Cahaya

Satu tahun yang lalu, kita terpisah dalam ruang, waktu, juga dunia yang berbeda.   Tatkala elegi menghantar tubuhmu dalam kotak putih gading dingin di bawah bumi itulah waktu separuh cahayaku   padam   Aku hilang arah   Pusing bukan kepalang   Tapi waktu harus tetap berjalan meski tertatih dan melalui kala dengan letih semua pun [...]

[Puisi] Pasar Kata-Kata

Aku telisik (risik) Persegamaan kata tumpang tindih Di pemburit mayapada   Ada raungan ayat-ayat dan mazmur suka cita Saling tempur di lapangan penuh mata Mengumbar kesunyian selangkang Mengkidungkan larik-larik anti birahi   Ada pula leguhan janji-janji materi Saling gempur di medan kuasa selebar kelor Mengobral kemerdekaan masa-masa lampau Melantunkan nada-nada kemakmuran ‘suatu hari nanti’   [...]

[Puisi] Jika Mencintaimu Adalah Dosa

Jika mencintaimu adalah dosa Maka najiskan aku Di hadapan mata kenarimu Juga di hadapan dunia Jika mencintaimu adalah dosa Maka kucilkan aku Dari sosok lampaimu Juga dari dunia Jika mencintaimu adalah dosa Maka biarlah aku di sini Tanpamu juga dunia Sendirian Di neraka cinta jahanammu

[Puisi] Fana

Dia menyenandungkan gema hujan di batas senja Memeluk bulan dalam kesendirian abadi Kenangan tumbang di keheningan nuansa mendung Sementara di semenanjung lautan, mimpi kesatria musnah Angan suci sirna Suara keberhasilan semu Bayangan kebahagiaan binasa Kasih sayang pun lenyap Fana Kini Dunia berusaha bersandiwara Menuai bencana antara hidup dan mati ___________________________ A/N: Aku tahu ini gaje [...]

[Puisi] Rindu

Malam menyingsing Ada hati yang terasing Dalam elegi tentang kesakitan Dalam kidung tentang keperihan Gelap tersungging Ada senyum yang menguning Dalam penantian  pada pelita Dalam kerinduan pada cinta _____________________ A/N: Hahaha, ini puisi yang saya pakai buat ulangan Bahasa Indonesia tadi pagi. Serius, ini mikirnya lama banget. Paragraf narasi, eksposisi, deskriptif, dan lain-lain udah beres. [...]

[Puisi] Pikirkan Aku Sedikit Saja

Pernahkah kamu? Ingat kala itu Katika Senja menggelitik rasa Ingkari waktu yang bergerak cepat Rasaku itu, labil Ada kalanya bersungut-sungut pada takdir Namun nyatanya, tetap kembali ke titik awal   Ah... Kala itu... Untaian rasa itu   Sudahkah kamu mengingatnya? Elegi kita di kala senja Desiran hangat yang memanggut bibir kita Indah benar 'kan? Kita [...]