#9 To My Future Husband: Missing

I Miss You. Ah, aku rindu menulis surat untukmu lagi. Apa jeda dua hari kemarin membuatmu merasakan sesuatu yang aneh? Kuharap jawabannya ya, karena aku merasakan hal yang sama. Tak pernah kusangka, jeda mampu mengajariku sesuatu. Sesuatu yang begitu sederhana namun bermakna, sesuatu yang hanya bisa kamu rasakan ketika kamu memiliki hal-hal berharga di dunia [...]

#8 To Mr. Rudi Valinka: Hope

Halo, Om Rudi Valinka Selamat sore di harimu yang panjang. Mungkin Om Rudi tidak mengenali saya, karena saya hanya satu dari ribuan pengikut Om Rudi di Twitter—yang hanya sesekali memention Om Rudi jika memang ingin. Namun, ketahuilah Om, saya juga satu di antara banyak orang yang selalu mendoakan keselamatan Om Rudi. Om, masih beranikah Om [...]

#7 To Papa in Heaven: Soulmate

Hai, Pa... Dikta kangen sama Papa. Sudah lama Dikta gak tulis surat untuk Papa atau bahkan sekadar mengambil waktu hening dan berdoa untukmu—hati gadis kecilmu ini masih pilu, Pa, memikirkanmu saja susah seperti membuka bendungan di mata. Mulanya, tahun ini, Dikta gak berencana untuk menulis surat untuk Papa. Ada rasa takut kalau-kalau Dikta menangis kala [...]

#5 To My Future Husband: Football

GOAL!!! Hal terbaik yang terjadi pagi ini adalah pemberitahuan bahwa FC Barcelona memenangkan laga semi final Copa Del Rey melawan Valencia FC dengan skor 7-0! Wohoooo! Forca Barca! Més que un Club! Hehehe. Ah, maaf, belum apa-apa aku sudah bertindah hype seperti ini. Kamu pasti langsung memalingkan muka dan geleng-geleng kepala menahan tawa, tapi tidak [...]

#4 To My Future Husband: Rain

Pagi ini hujan turun lagi di Yogyakarta. Musim penghujan sepertinya urung berlalu meski kini bulan kedua sudah terbit. Katanya, bulan ini justru puncaknya musim hujan dan ketika aku mengetahui hal itu, hatiku langsung meringis. Aku benci dingin. Lebih baik aku terbakar matahari ketimbang membeku seperti di dalam lemari es. Namun, manusia selalu penuh dengan kontradiksi, [...]

#3 To My Future Husband: Drama

Korean Drama is Bullsh*t. Maaf, jika aku memaki dan membuatmu kaget, surat cinta macam apa yang dibuka dengan makian seperti ini. Tapi... ah, aku sudah tak tahan. Hari ini aku terbangun pagi sekali dan seperti biasa melirik smartphone hanya untuk melakukan rutinitas kaula muda kekinian sambil mengira-ngira surat macam apa yang akan aku tulis untukmu. [...]

#2 To My Future Husband: Angkringan

Ada satu hal yang harus kamu tahu tentangku. Aku suka makan. Makan bagiku tidak hanya kebutuhan primer namun juga tersier. Aku tak perlu pakaian indah atau berlian berkarat-karat, just feed me and I will love you forever. Hehehe. Maaf ya, tiba-tiba saja membuka surat dengan fakta konyol tentang diriku. Hanya saja, aku penasaran dengan reaksimu [...]

[Surat Cinta #29] Dari Saya untuk Kalian Berdua

Maaf. Maaf karena saya mengirimkan satu surat untuk dua orang sekaligus. Rasanya seperti mencintai dua orang di waktu yang bersamaan, hahaha, tapi bagaimana lagi, saya memang sangat menyukai surat yang kalian berdua berikan. Seumur-umur saya tidak pernah mendapatkan surat dari siapa pun, kedua surat kalian adalah surat pribadi pertama yang saya terima selama 19 tahun [...]

[Surat Cinta #2] Dari Secangkir Kopi untuk Rok Bercorak Bunga Matahari

Aku tahu ini surat cinta teraneh yang pernah ada, karena berasal dariku dan untuk dirimu. Tapi yang jelas, aku hanya ingin membuka surat ini dengan sebuah permintaan maaf. ‘Maafkan aku karena telah menodaimu’ Bukan maksudku untuk menjadikan perjumpaan pertama kita menjadi hal paling buruk yang pernah terjadi di hidupmu. Tapi tangan yang biasanya memegangku kokoh [...]