Ik Ben…

Empat puluh tahun berlalu secepat angin menghempaskan serpihan debu di trotoar Malioboro. Paru-paru pria kaukasoid itu melumat dalam-dalam cerutu pertamanya hari ini dan menyelimuti wajah yang kini penuh dengan bintik-bintik usia itu dengan asap beracun. Ia tersenyum tipis, mata biru kelabunya melirik miris pada kusir-kusir andong yang telah siap siaga di atas dokar dan menanti [...]