Kebebasan Cinta

Apa esensi dari menulis? Jika ditanya seperti itu aku pasti hanya akan menggeleng dan mengangkat bahu. Menulis adalah kegiatan yang misterius. Ada saat-saat ketika menulis sebagai sebuah kebutuhan, sementara di lain waktu bisa menjadi hal yang paling diabaikan. Mulanya, aku berpikir menulis untuk dikenal, meninggalkan jejak keberadaanku di dunia ini barang setitik, namun perasaan itu [...]

Robotic Guy

Mulutku terjahit. Rasanya tidak sakit, hanya saja hal itu membuatku tak dapat berbicara dengan orang lain. Selayaknya orang tunawicara, aku mengerjakan semuanya dalam diam. Aku mendengar perintah dan kukerjakan dalam diam. Aku mendengar tugas dan kukerjakan dalam diam. Kerja dan diam. Diam sambil bekerja.  Talk less do more, itu prinsipku. Aku benci orang-orang yang banyak [...]

[Kompetisi #NulisKilat] Resolusi

  “Resolusi tahun 2013: aku ingin lebih kurus dari tahun 2012.” Kalimat itu mengawali diriku yang baru saat tahun 2013 dimulai hampir setahun yang lalu. Tanpa pikir panjang kulontarkan begitu saja di Twitter dan menyadari aku tak bisa menariknya kembali. Semua melihatnya, kabar menyebar begitu cepat di media jejaring sosial, dan keesokan harinya semua warga [...]

Wife Duties

04.24 AM Perempuan harus bangun lebih pagi. Aku mengerjap dengan berat, sudut-sudut mataku masih lenget seperti lem, tapi aku tahu kalau aku harus bangun. Sekarang. “Where you goin’, Hon?” Seseorang melingkarkan lengan kokohnya di perutku ketika aku hendak bangkit berdiri; memaksaku menoleh ke arahnya. “Make breakfast,” jawabku dan pria berambut pirang itu langsung menyapu wajahnya [...]

You Complete Me

“Arsène Lupin itu bawa kutukan bagi setiap wanita yang dia cintai.” Anabel sudah muak mendengar kalimat itu terlontar dari pria yang sama yang kini mengambil tempat duduk di depannya. Sejenak ia mengintip sosok acak-acakan pria itu sebelum akhirnya kembali mematut diri di depan  deret aksara karangan Maurice LeBlanc—pria yang menciptakan sosok The Gentleman Thief, Arsène [...]

My Stupid Teacher

“Sumpah demi cendol Bang Ujang yang enaknya setengah mati, gue selalu benci liat muka tengil lu pas ngajar, Mo.” Cowok yang berdiri di hadapan gue itu sontak tertawa sementara gue masih dengan tampang kusut duduk di kursi paling depan. Ruang kelas XII-IPA 4 sudah kosong melompong sejak satu  jam yang lalu dan hanya menyisakan gue [...]