Ik Ben…

Empat puluh tahun berlalu secepat angin menghempaskan serpihan debu di trotoar Malioboro. Paru-paru pria kaukasoid itu melumat dalam-dalam cerutu pertamanya hari ini dan menyelimuti wajah yang kini penuh dengan bintik-bintik usia itu dengan asap beracun. Ia tersenyum tipis, mata biru kelabunya melirik miris pada kusir-kusir andong yang telah siap siaga di atas dokar dan menanti [...]

Seandainya Pongah itu Kita Buang ke Laut Saja

  Putih adalah warna kesukaan Bellatrix selain merah muda. Namun, ketika ia melihat pria itu mengenakan kemeja berwarna putih, mencukur rambutnya hingga cepak, dan menghilangkan bulu-bulu di wajahnya begitu bersih serta rapi—seperti  yang selalu ia bayangkan dalam benaknya, entah mengapa Bella merasa risih.  Terlalu tidak biasa. Terlalu bukan David yang ia kenal dulu saat masih [...]

The Meeting

Lisa Martinez tidak tahu apa stocking oranye dan one peace t-shirt bercorak garis-garis vertikal merupakan padanan yang tepat untuk sebuah pesta vintage. Akan tetapi, itu yang dikatakan sebuah majalah fashion padanya bertahun-tahun yang lalu, maka ia menurut saja. Sembari menunggu taksi melintas, wanita itu menatap etalase toko roti di belakangnya sejenak. Baiklah, setidaknya aku tampak [...]

Bagong

Aku tidak pernah suka dengan ikat pinggang Bapak, makanya kunamai ikat pinggang itu Bagong. Bagong itu benda kebanggan Bapak karena memiliki kepala besi yang besar dan berat sekali, jadi bisa dipakai untuk berkelahi. Bapak bilang, ia mendapatkan Bagong dari Mbah yang dulunya seorang veteran perang dan Bagong menjadi satu-satunya harta warisan yang diberikan pada Bapak. [...]

Tentang Tuhan, Jiwa-Jiwa dan Benang-Benang Kehidupan

Aku melihat kehidupan ini seperti benang. Tuhan memintalnya dengan begitu rapi dan menyerahkannya pada jiwa-jiwa di muka bumi ini sambil berkata, "Buatlah sesuatu dengan ini." Seluruh jiwa saling berpandangan, memandang pintalan benang itu bingung. Ya, Tuhan meminta buatlah sesuatu. Ia tidak meminta jiwa untuk membuat baju dengan itu atau sesuatu yang lebih spesifik. Tapi kebanyakan [...]

Kebebasan Cinta

Apa esensi dari menulis? Jika ditanya seperti itu aku pasti hanya akan menggeleng dan mengangkat bahu. Menulis adalah kegiatan yang misterius. Ada saat-saat ketika menulis sebagai sebuah kebutuhan, sementara di lain waktu bisa menjadi hal yang paling diabaikan. Mulanya, aku berpikir menulis untuk dikenal, meninggalkan jejak keberadaanku di dunia ini barang setitik, namun perasaan itu [...]

[BEJO Stories] Regret

… Terima kasih telah bertransaksi dengan  @bajubejo HAPPY BEJO!   Dino menyeringai sinis sambil menatap tulisan di layar iPhone-nya datar, lantas melempar benda itu ke atas meja sekenanya; ia yakin owner dari online shop yang baru saja ia hubungi itu perempuan karena menulis pesan selebay itu. Tok. Tok. Seseorang mengetuk pintu ruangannya dan Dino mendapati [...]

[BEJO Stories] Bejo Bejo Manchester United!

Jika Nuri menyandang status pacar Adi, maka Manchester United adalah istri sah cowok jangkung itu. Sudah dua tahun mereka pacaran dan Nuri paham betul kalau janji apa pun yang pacarnya itu ucapkan padanya, akan langsung dibatalkan jika ada acara nonton bareng teman-teman di komunitas pecinta sepak bolanya itu. Nuri sendiri tidak begitu mempermasalahkan klub idola [...]

Ready in Love

Brio tahu betul kelakuan jalang sahabat masa kecilnya ini tak mungkin bisa diubah. Jadi, ia hanya bisa menekan perasaannya tiap kali gadis itu mendobrak masuk flatnya dengan berburai air mata. Seperti ini. “Brioooo!! Gue diputusin!!” Brio menghela napas. Melirik sedikit pada Tania yang sudah mengempaskan diri di atas kasurnya, tangis gadis yang lebih muda 5 [...]

Kue Pasir

Pernahkan kamu memakan kue pasir? Benar-benar pasir, bukan kue yang terbuat dari tepung atau pun bahan makanan, lalu kamu menamainya “kue pasir”. Bukan kue seperti itu. Kue pasir hanya dibuat dari butiran-butiran pasir yang dicetak dengan gelas bekas air mineral, diletakan di atas selembar daun pisang, dan ada hiasan-hiasan bunga liar berwarna putih di atasnya. [...]