The Meeting

Lisa Martinez tidak tahu apa stocking oranye dan one peace t-shirt bercorak garis-garis vertikal merupakan padanan yang tepat untuk sebuah pesta vintage. Akan tetapi, itu yang dikatakan sebuah majalah fashion padanya bertahun-tahun yang lalu, maka ia menurut saja. Sembari menunggu taksi melintas, wanita itu menatap etalase toko roti di belakangnya sejenak. Baiklah, setidaknya aku tampak [...]

#4 To My Future Husband: Rain

Pagi ini hujan turun lagi di Yogyakarta. Musim penghujan sepertinya urung berlalu meski kini bulan kedua sudah terbit. Katanya, bulan ini justru puncaknya musim hujan dan ketika aku mengetahui hal itu, hatiku langsung meringis. Aku benci dingin. Lebih baik aku terbakar matahari ketimbang membeku seperti di dalam lemari es. Namun, manusia selalu penuh dengan kontradiksi, [...]

#3 To My Future Husband: Drama

Korean Drama is Bullsh*t. Maaf, jika aku memaki dan membuatmu kaget, surat cinta macam apa yang dibuka dengan makian seperti ini. Tapi... ah, aku sudah tak tahan. Hari ini aku terbangun pagi sekali dan seperti biasa melirik smartphone hanya untuk melakukan rutinitas kaula muda kekinian sambil mengira-ngira surat macam apa yang akan aku tulis untukmu. [...]

#1 To My Future Husband: Hi!

Hai. Aku tidak tahu bagaimana cara terbaik untuk membuka rangkaian surat ini selain satu kata itu. Mungkin bagimu ini terasa begitu janggal, tiba-tiba saja aku menyapa dan tersipu malu-malu dibalik surat konyol ini. Tapi, apa mau dikata? Sudah lama aku ingin menulis surat untukmu. Sejak tahun-tahun remajaku hingga sekarang digit di depan umurku berubah menjadi [...]

Penunggang Ombak

“Hiya!” Danum memicingkan mata pada seorang pria Kaukasoid yang berada di laut, duduk nyaman di atas board, dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi sembari memberi wanita itu shaka sign[1] dengan mengacungkan jempol dan kelingking. “Hiya!” Wanita itu pun sontak menancapkan board yang ia angkut ke pasir pantai Tanah Lot yang berwarna gelap lantas membalas shaka sign [...]

[Musikalisasi Puisi] Cinta Anwar

(Terinspirasi dari puisi Chairil Anwar "Senja di Pelabuhan Kecil" dan wawancara dengan Sri Ayati) Sepuluh linting Ji Sam Soe terkapar renyuk di tanah berpasir Kepak Elang di ujung lembayung terlihat seperti nokhta kecil tak berarti Tanjung Periuk Sepi Anwar hanya ditemani desut laut yang membisikan kisah-kisah kematian pelaut ulung Lelaki itu mendesau Tak yakin dengan [...]

Shiawase

Roppongi bukan tempat bagi bangunan sederhana seperti  Happy Petals—toko bunga satu-satunya di distrik itu. Sudah nyaris satu dekade ruko dua lantai itu tidak dipugar oleh pemiliknya, entah karena ketiadaan dana atau memang sengaja ingin menonjolkan sisi tua yang unik di antara bangunan beton. Namun, bagi Yukimura Kou sendiri, ia tidak begitu peduli dengan perkara itu. [...]

Saturn Cycle

Saturnus membutuhkan waktu dua puluh sembilan tahun untuk kembali ke titik di angkasa di mana planet itu berada pada saat kita dulu dilahirkan. Sampai hal itu terjadi, semua tampak mungkin, impian-impian kita jadi kenyataan, dan dinding-dinding apa pun yang mengelilingi kita masih dapat dirubuhkan. Ketika Saturnus menyelesaikan siklus ini, romantisme apa pun akan berakhir. Pilihan-pilihan [...]

Railway Trip

Dear,  Ivan Romanov Rulin Kutuliskan surat tentang perjalanan panjang ini di dalam kereta yang akan menghantarkanku menuju pulang-mu juga pulang-ku. Membutuhkan waktu empat hari lamanya untuk tiba di Moscow. Musim semi sebenarnya begitu indah di Hyde Park, seperti biasa, Amrita selalu menyeretku ke sana dengan alasan yang sama—India tak punya musim semi pun bunga seindah [...]

[Surat Cinta #25] Dari Baseball Cap untuk Cloche Hat

Melalui surat ini, dan segala keanehan yang kita tukar senja itu. Aku ingin menceritakan ulang kisah awal perjumpaan kita... Digantung bersisian di belakang pintu flat murahan ini rasanya aneh bagi kita. Aku dengan segala kebulukan dan kamu dengan segala keanehan. Mari salahkan mereka yang bersama. Atau salahkan pemilikmu yang memaksa masuk seperti angin puting beliung. [...]