Sudah Lama

Sudah lama aku tidak menulis fiksi. Belakangan kata-kataku menjadi tumpul karena jarang sekali kuasah. Mungkin masalahnya bukan pada waktu yang tidak pernah cukup menyediakan kesempatan, melainkan jemari dan otakku kini tak lagi singkron seperti senja kelabu di hadapanku ini—oh ya, hujan masih datang di bulan April. Rasanya aku sudah melupakan momen ini—duduk sendirian di sudut [...]

Railway Trip

Dear,  Ivan Romanov Rulin Kutuliskan surat tentang perjalanan panjang ini di dalam kereta yang akan menghantarkanku menuju pulang-mu juga pulang-ku. Membutuhkan waktu empat hari lamanya untuk tiba di Moscow. Musim semi sebenarnya begitu indah di Hyde Park, seperti biasa, Amrita selalu menyeretku ke sana dengan alasan yang sama—India tak punya musim semi pun bunga seindah [...]

[Coretan Dicta] Menunggu dengan Gusar

Aku mungkin sudah lelah berdoa. Bukan, bukan karena aku ngambek sama Tuhan atau apa, tapi karena aku sudah terlalu banyak berdoa hingga merasa diri konyol jika harus mengulang doa yang sama berkali-kali. Toh, Tuhan tidak tuli pun bukannya tak peduli dengan doa-doaku, Tuhan hanya menjawab jika waktunya sudah tiba. Jadi, yang bisa kulakukan sekarang hanyalah [...]

[Kolaborasi] Mirror

Bagi banyak orang, mungkin punya saudara kembar adalah hal yang mengundang keingintahuan. Ya, bagaimana rasanya memiliki seseorang yang sangat mirip denganmu, sehingga saat melihat saudaramu, kau seperti melihat dirimu sendiri? Bagaimana rasanya memiliki seseorang yang diperlakukan sama persis denganmu, saat hal yang kau dapatkan, juga didapatkan oleh saudaramu? Bagaimana rasanya memiliki seseorang yang tahu segala hal [...]

Kenapa Ya?

Aku memikirkanmu lagi hari ini. Errr, nyatanya, aku selalu memikirkanmu sih. Boleh, ya? Kuharap kamu gak kena kutuk karena aku selalu memikirkanmu. Hahaha. Aku berani bertaruh saat kamu tahu kalau aku selalu memikirkanmu, pasti ada satu kata tanya yang terlintas di kepalamu: kenapa? Kenapa ya aku selalu memikirkanmu? Aku punya banyak alasan untuk itu, dimulai [...]

Fiksi

Malam ini kita bertemu lagi, di antara kertas dan pena; memadu cinta yang tertahan sepanjang hari. Aksara yang rapuh bukanlah masalah. Kita hanya membutuhkan imajinasi dan rasa saling membutuhkan, tak ubahnya dua sejoli yang dimabuk cinta, kita pun melupakan jam dinding yang berdetak di sudut ruangan; meneriakkan waktu yang tak lagi bersahabat. “Kenapa baru sekarang [...]