#8 To Mr. Rudi Valinka: Hope

Halo, Om Rudi Valinka Selamat sore di harimu yang panjang. Mungkin Om Rudi tidak mengenali saya, karena saya hanya satu dari ribuan pengikut Om Rudi di Twitter—yang hanya sesekali memention Om Rudi jika memang ingin. Namun, ketahuilah Om, saya juga satu di antara banyak orang yang selalu mendoakan keselamatan Om Rudi. Om, masih beranikah Om [...]

Penunggang Ombak

“Hiya!” Danum memicingkan mata pada seorang pria Kaukasoid yang berada di laut, duduk nyaman di atas board, dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi sembari memberi wanita itu shaka sign[1] dengan mengacungkan jempol dan kelingking. “Hiya!” Wanita itu pun sontak menancapkan board yang ia angkut ke pasir pantai Tanah Lot yang berwarna gelap lantas membalas shaka sign [...]

Menggantung Mimpi di Awan

"Gantungkan mimpimu setinggi awan." "Eh, bukannya setinggi langit?" "Kalau di langit kita gak akan pernah bisa menggapainya." Kamu tersenyum. Meski tak begitu mengerti apa maksudku. "Memangnya awan bisa kamu gapai?" tanyamu lagi, menyelipkan tangan di belakang kepala, mencoba mencari posisi nyaman berbaring di atas rumput. "Bisa kok. Nih...." aku buru-buru memelukmu, menyandarkan kepalaku di dadamu [...]