[Coretan Dicta] Menjadi Keluarga: Tentang Komunikasi dan Tempat Untuk Pulang

  Membaca ulang coretan sebelumnya tentang Menjadi Keluarga membuatku amat sangat bersalah dengan diriku sendiri. Ketika aku menulis coretan itu, aku benar-benar kebingungan dengan kondisiku di dalam rumah. Aku tak pernah tahu caranya berperan sebagai keluarga. Ada banyak prasangka dalam hatiku yang mengatakan bahwa keluarga yang aku miliki sekarang bukan keluarga sesungguhnya. Karena keluarga bagiku [...]

Iklan

[Coretan Dicta] Menjadi Keluarga

Tolong aku. Aku merasa tak bisa bernapas. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan perasan busuk ini. Sekarang aku sedang duduk di kamar kontrakanku, pintu terbuka, dan di luar kamarku ada teman-teman satu rumah kontrakanku yang sedang bercengkrama asyik mengenai dunia mereka. Aku tidak tahu apa yang harus lakukan sekarang. Aku ingin mengerjakan [...]

[Coretan Dicta] TITIK BALIK

"Hai, sekarang kuliah di mana?" "Eh, aku belum kuliah, nunggu tahun depan." "Loh, kenapa? Kok gitu?" "Iya, kemarin gak keterima di ITB. Karena gak ada pilihan kedua aku akhirnya ngulang" "Oh..." Kemudian hening yang mencekam. Aku tersenyum dengan dibuat-buat dan mereka menatapku prihatin; mengasihani diriku yang belum kuliah. "Terus sekarang ngapain?" "Ya cari pengalaman yang [...]

[Coretan Dicta] Loneliness

Bagiku kesepian dan sendirian itu memiliki arti yang sangat berbeda dan benar-benar tidak identik. Kenapa? Karena ketika aku sendirian, aku justru merasa memiliki diriku sendiri seutuhnya. Sejujurnya, aku bukanlah orang yang supel, aku ini bertingkah ekstrovert hanya untuk mencari perhatian namun sesungguhnya, jauh di dalam diriku ini ada sisi introvert yang kadang kala mengambil alih. [...]